Tampilkan postingan dengan label TIPS & CARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS & CARA. Tampilkan semua postingan
Pertolongan Pertama Pada Orang Overdosis & Keracunan Alkohol

Pertolongan Pertama Pada Orang Overdosis & Keracunan Alkohol


Pengertian Alkohol (ETANOL)
Etanol adalah bahan aktif bersifat racun yang terkandung dalam semua minuman beralkohol. Etanol dapat memperlemah dan menekan aktifitas sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang berfungsi mengontrol kemampuan psikomotorik seperti koordinasi dan reaksi gerak tubuh.

Pertolongan Pertama Pada Orang Keracunan / Overdosis Alkohol. Sumber gambar: mediariau.com

Tanda dan Gejala Orang Keracunan Alkohol (Overdosis Alkohol)

Orang yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan / overdosis maka akan menunjukkan gejala seperti pusing, sakit perut, mata berkunang-kunang bahkan muntah. Reaksi lain adalah terganggunya aktifitas anggota tubuh lain seperti gangguan berbicara, mengurangi pendengaran dan pergerakan mata. Penggunaan / konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat mengurangi tingkat kesadaran perilaku dan kontrol diri, sehingga orang tersebut akan mudah emosi, berperilaku kasar dan berbicara yang ngelantur.




Mengkonsumsi alkohol akan menimbulkan perasaan senang yang semu. Alkohol dapat bereaksi seperti perangsang tubuh atau stimulan, tetapi sebenarnya alkohol adalah penyebab depresi (depressant).



Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala overdosis alkohol berupa koordinasi berkurang, bicara meracau, pernapasan tak normal, cenderung tidak sadar, mata memerah dan ada kemungkinan koma.

Tanda, Gejala dan Bahaya Overdosis Alkohol. Sumber gambar: javanewsonline.com

Jika menemui gejala-gejala tersebut, segera lakukan hal-hal yaitu Pertolongan Pertama Pada Orang dengan keracunan / overdosis alkohol (First Aid People with food poisoning / overdose of alcohol) dengan cara sebagai berikut:



1. Jika korban tertidur dengan denyut nadi dan pernapasan yang normal, bangunkan dengan cara mengguncang-guncangkan tubuh atau memanggilnya. Untuk kasus seperti ini, korban tidak membutuhkan penanganan darurat.



2. Letakkan korban di tempat yang aman agar tidak melukai diri sendiri sambil terus dipantau keadaannya.



3. Apabila korban tidak sadarkan diri atau tidak dapat dibangunkan dan pernapasnnya terlihat tidak normal atau korban dalam keadaan koma, jaga agar jalur pernapasannya tetap lancar.


4. Segera bawa korban ke rumah sakit.

Semoga bermanfaat..
Tips & Cara Efektif Mengobati Orang yang Tersengat Lebah

Tips & Cara Efektif Mengobati Orang yang Tersengat Lebah


Di lingkungan masyarakat khususnya pedesaan keberadaan lebah masih cukup banyak. Selain lebah dapat memberikan manfaat yang cukup banyak, namun lebah juga dapat mengakibatkan musibah bagi orang lain yaitu sengatan yang beracun. Luka karena sengatan lebah biasanya menyebabkan reaksi lokal seperti kulit memerah atau bengkak. Namun bila korban alergi terhadap sengatan serangga tertentu, maka hal ini dapat mengancam jiwanya dan membutuhkan pertolongan segera.

Tanda dan Gejala Akibat dari Gigitan Lebah / Tawon
Serangga yang memiliki sengatan berbahaya adalah lebah madu, kutu kerbau, tawon dan semut api. Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat pada orang yang tersengat lebah', 'First aid people stung by bees', gejala sengatan serangga yang berbahaya dapat berupa nyeri, bengkak dan memerah, gatal, dan tempat sengatan atau gigitan serangga terasa panas.
Pertolongan Pertama Pada Orang Yang Tersengat Lebah. Sumber gambar: www.sayangi.com

Beberapa tindakan pertolongan pertama pada orang yang tersengat lebah (First aid people stung by bees) yaitu:

  1. Pada saat lebah madu menyengat, biasanya sengat lebah masih menancap. Cabut sengat secara hati-hati menggunakan pisau atau kuku, jangan sampai patah dan tertinggal didalam kulit. Jangan dipencet karena dapat menyebabkan racun bertambah masuk.
  2. Cucilah daerah yang tersengat dengan sabun dan air.
  3. Kompres dengan air dingin atau es untuk mengurangi penyerapan dan penyebaran racun.
  4. Oleskan krim atau lotion seperti kalamin, pasta baking soda ditambah sedikit air untuk mengurangi rasa tak nyaman.
  5. Berikan minyak kayu putih atau minyak lain yang terkesan dingin atau minyak yang dapat mendinginkan.

Semoga bermanfaat..
Tips & Cara Efektif Menolong Bayi / Anak yang Tersedak

Tips & Cara Efektif Menolong Bayi / Anak yang Tersedak


Penyebab Bayi atau Anak Tesedak
Anak-anak usia di bawah 3 tahun paling senang memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Hal ini sering dilakukan karena dari situlah anak-anak mendapat kepuasan. Efek negatifnya yang paling sering terjadi ialah bayi berisiko tersedak.

Tersedak terjadi ketika ada benda asing yang masuk kedalam mulut sampai dengan tenggorokan dan menghambat saluran pernafasan sehingga anak seperti tercekik. Benda apapun yang ukurannya bisa masuk ke mulut anak sangat mungkin tertelan, lalu tersangkut di aliran pernafasan dan menyebabkan tersedak. 


Tanda dan Gejala Bayi atau Anak yang Tersedak
Saat tersedak, umumnya anak memberi tanda dengan meletakkan tangannya di leher. Tanda-tanda bayi / anak kecil tersedak yang lain yang mungkin menyertai anak anda ialah tidak mampu bicara, sulit bernafas atau nafasnya bersuara, tidak bisa batuk, bibir dan kulit menghitam kemudian kehilangan kesadaran atau pingsan. Cara efektif untuk mengeluarkan makanan atau benda asing pada mulut bayi atau anak sangat dibutuhkan agar tidak berakibat fatal. Sebab jika anda terlambat melakukan pertolongan pertama pada bayi atau anak anda yang tersedak maka dapat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kematian. Seperti kasus beberapa waktu lalu yaitu seorang balita yang tersedak cilok akhirnya meninggal dunia.

Bayi yang tersedak harus segera mendapat pertolongan. Pertolongan pertama yang wajib dilakukan pada bayi / anak yang tersedak (first aid on infant / child choking on food) yaitu sebagai berikut:

  1. Letakan bayi dalam posisi telungkup di lengan dengan kepala bayi lebih rendah dari atau dadanya.
  2. Sangga kepala bayi dengan telapak tangan. Jangan menutupi mulut bayi atau menekan atau lehernya.
  3. Gunakan tumit dari salah satu tangan untuk menepuk punggung bayi sebanyak 5 kali, tepat di antara tulang belikat bayi
Cara memposisikan Bayi yang tersedak makanan / benda
4. Jika benda yang membuat tersedak tidak juga keluar, sangga kepala bayi dan ubah posisinya menjadi telentang di atas paha. Jaga kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya.
5. Berikan 5 kali tekanan dengan cepat pada tulang dada di bawah puting bayi menggunakan 2 - 3 jari.


Cara mengeluarkan benda / makanan pada bayi / anak yang tersedak

6. Terus berikan 5 tepukan punggung dan 5 tekanan pada dada sampai obyek keluar.
7. Jika bayi pingsan, atau jika benda / makanan tidak segera keluar maka segera hubungi ambulans atau bawa ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat.

Semoga bermanfaat..
Cara Mendaftar BPJS Secara Online Terbaru

Cara Mendaftar BPJS Secara Online Terbaru

Dalam hal ini akan kami jelaskan terkait Pernyataan yang berisi Pernyataan menerima dan menyetujui Syarat dan Ketentuan layanan pendaftaran peserta BPJS Kesehatan secara Online.
Penggunaan Website Layanan Pendaftaran BPJS Kesehatan dilakukan oleh pengguna yang menyatakan setuju dan menerima syarat dan ketentuan Pendaftaran.
Peserta BPJS Kesehatan yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. Jika Peserta tidak menyetujui syarat ketentuan ini, Peserta tidak diperkenankan menggunakan Layanan Pendaftaran BPJS Kesehatan secara Online.
BPJS Kesehatan kapan pun dapat mengubah syarat dan ketentuan penggunaan Layanan Pendaftaran BPJS Kesehatan yang akan berlaku kepada seluruh pengguna Website Layanan Pendaftaran BPJS Kesehatan.
Cara mendaftar Asuransi BPJS Kesehatan Secara Online

Syarat dan Ketentuan Daftar BPJS secara Online :
1. Pengguna Layanan Pendaftaran BPJS Kesehatan harus memiliki usia yang cukup secara hukum untuk melaksanakan kewajiban hukum yang mengikat dari setiap kewajiban apapun yang mungkin terjadi akibat penggunaan Layanan Pendaftaran BPJS Kesehatan
2. Mengisi dan memberikan data dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,
3. Mendaftarkan diri dan anggota keluarganya menjadi peserta BPJS Kesehatan.
4. Membayar iuran setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan
5. Melaporkan perubahan status data peserta dan anggota keluarga, perubahan yang dimaksud adalah perubahan fasilitas kesehatan, susunan keluarga/jumlah peserta, dan anggota keluarga tambahan
6. Menjaga identitas peserta (Kartu BPJS Kesehatan atau e ID) agar tidak rusak, hilang atau dimanfaat oleh orang yang tidak berhak
7. Melaporkan kehilangan dan kerusakan identitas peserta yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan kepada BPJS Kesehatan
8. Menyetujui membayar iuran pertama paling cepat 14 (empat belas) hari kalender dan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender setelah menerima virtual account untuk mendapatkan hak dan manfaat jaminan kesehatan
9. Menyetujui mengulang proses pendaftaran apabila :
a) Belum melakukan pembayaran iuran pertama sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kalender sejak virtual account diterima; atau
b) Melakukan perubahan data setelah 14 (empat belas) hari kalender sejak virtual account diterima dan belum melakukan pembayaran iuran pertama
10. Menyetujui melakukan pencetakan e-id sebagai identitas peserta
11. Perubahan susunan keluarga dapat dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat
Untuk info lengkapnya dapat dilihat di website sumber kami: https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-online/
Kelangkapan Berkas BPJS Untuk Mendaftar Berobat di Rumah Sakit

Kelangkapan Berkas BPJS Untuk Mendaftar Berobat di Rumah Sakit


Berikut adalah Persyaratan peserta BPJS Kesehatan untuk mendaftar di Rumah Sakit Seluruh Indonesia.
Kelengkapan berkas dan persyaratan pengguna kartu BPJS untuk mendaftar berobat di Rumah Sakit ini berlaku juga untuk berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit besar di seluruh Indonesia seperti; RSCM, RS Fatmawati, RSUP Persahabatan, RSUP Sanglah Bali, RS PON, RSUP Dharmais, RSAB Harapan Kita, RSUP Harapan Kita, RSU Siloam Hospital, RSUD Budiasih, RSUP Kariadi, RSUP Sardjito, RSUD Margono, RSUD Kebumen, RSUD Purbalingga, RSUD Banyumas, RSUD Cilacap, RSUD Banjarnegara, RSUD Bumiayu, RSUD Bandung, RSUP Hasan Sadikin Bandung, Rumah Sakit Jiwa Magelang, Seluruh Rumah Sakit di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Yogyakarta, Irian jaya, dan seluruh Rumah Sakit di Indonesia.
Syarat – Syarat  Jamkesmas, JKN, BPJS, Kartu Sehat, Kartu Miskin:
1.            FC Kartu BPJS Jamkesmas      (1 Lembar) 
2.            FC KTP                                         (1 Lembar) 
3.            Rujukan Puskesmas (Asli)       (1 Lembar) 
4.            FC Rujukan Puskesmas            (1 Lembar) 
5.            FC Kartu Keluarga                     (1 Lembar) 
*)Surat Keterangan beda nama jika ada perbedaan nama

BPJS ASKES (gratis)*
Syarat – Syarat :
1.            FC Kartu  BPJS Askes                (1 Lembar)                                                  
2.            FC KTP                                         (1 Lembar)                                                  
3.            Rujukan Puskesmas asli           (1 Lembar) 
4.            FC Rujukan Puskesmas            (1 Lembar) 
*)- Pasien rawat inap melengkapi persyaratan maksimal 1 X 24 Jam.
   - Rujukan ASKES berlaku selama 1 bulan ke poli yang sama
   - Kartu Askes Peserta/pasien masih dalam status aktif
   - Pasien ASKES anak hanya bisa ditanggung sampai umur 21 tahun
   - Surat keterangan Emergency (jika melalui IGD)

BPJS Ketenagakerjaan (gratis)*
Syarat – Syarat :
1.            FC KPK                                                     (1 Lembar)                                                  
 2.           FC KTP                                                     (1 Lembar)                                                                 
3.            Rujukan Dokter Keluarga                    (1 Lembar)            
4.            Surat Pengantar dari Perusahaan      (1 Lembar) 

BPJS TNI / POLRI  (gratis)*
Syarat – Syarat :
1.            FC KTA ( JIKA BELUM PUNYA KARTU BPJS )      (1 Lembar)
2.            FC KTP                                                                              (1 Lembar)               
3.            FC Kartu Keluarga                                                          (1 Lembar) 
3.            Rujukan Dokter Keluarga                                              (1 Lembar) 

PERSALINAN DENGAN BPJS*
Syarat – Syarat :
1.            FC Kartu BPJS                       (1 Lembar)                                                         
2.            FC KTP SUAMI & ISTRI     (1 Lembar)                     
3.            FC Kartu Keluarga                (1 Lembar) 
4.            FC Surat Nikah                      (1 Lembar)            

JASA RAHARJA (GRATIS)*
Syarat – Syarat :
1.            Laporan kepolisian                                                                           (1 Lembar) 
2.            FC KTP /( *FC Akte kelahiran beserta FC KTP Orang tua )    (1 Lembar)            
3.            FC Kartu Keluarga                                                                            (1 Lembar)                
4.            FC Akte Kelahiran                                                                            (1 Lembar)             
5.            Surat Keterangan Domisili                                                             (1 Lembar) 

Syarat-syarat Asuransi:
 1. FC KTP                        (1 Lembar) 
 2. FC Kartu Asuransi    (1 Lembar) 

  
SYARAT-SYARAT BPJS UMUM :

1.     Fotokopi BPJS (1 lembar)
2.     Fotokopi KTP (lembar)
3.     Fotokopi Akta Kelahiran untuk pasien Anak (1 Lembar)
4.     Fotokopi KK (1 Lembar)
5.     Fotokopi rujukan puskesmas/DokKel yang ditujukan ke RSU HARAPAN IBU (1 lembar)


 *) Untuk Bayi tidak normal (ada gangguan) dijamin dengan SEP sendiri dengan ketentuan pihak keluarga  melaporkan kelahiran bayi ke kantor BPJS dalam waktu 1 X 24 Jam dan melengkapi syarat-syarat di atas    

 *) Semua kartu JPK yang asli harus dibawa & pasien rawat inap melengkapi persyaratan maksimal 2 X 24 Jam

 *) Kartu BPJS, KTP DAN RUJUKAN ASLI WAJIB DI BAWA

 *) Syarat dan ketentuan berlaku.                  
CARA, METODE & TEKHNIK PERAWATAN LUKA YANG BENAR

CARA, METODE & TEKHNIK PERAWATAN LUKA YANG BENAR


PERAWATAN LUKA


PENTING
·         Anamnesis yang baik mengenai kejadian sangatlah penting untuk menentukan kemungkinan cedera penyerta dan derajat kontaminasi, misalnya punch bite, cedera akibat injeksi tekanan tinggi, crush injuries.
·         Pemeriksaan yang menyeluruh terhadap adanya benda asing, fungsi tendon, fungsi neurovaskuler, kontaminasi dan infeksi sangatlah penting.
·         Luka harus dieksplorasi dengan pemberian anestesi yang memadai untuk memungkinkan penilaian yang menyeluruh.
·         Jangan mengeksplorasi luka di leher di IRD, sesuperfisial apapun luka itu terlihat.
·         Catat ada tidaknya abnormalitas. Pengambilan foto dapat berguna pada kasus tertentu, misalnya penyiksaan.
·         Pada kasus berikut ini harus dilakukan pemeriksaan X-Ray (AP/lateral):
1.      Semua kasus dengan luka yang diakibatkan oleh kaca
2.      Kasus tertentu untuk menyingkirkan adanya fraktur terbuka, keterlibatan sendi dan menyingkirkan adanya benda asing.
·         Petanda radioopak (misalnya penjepit kertas) yang dilekatkan pada luka dapat membantu untuk identifikasi hubungan antara benda asing dengan luka.
·         Pemeriksaan apusan luka tidak diperlukan pada cedera yang baru terjadi kecuali berkaitan dengan adanya fraktur.
·         Perdarahan harus dikontrol dengan bebat tekan dan elevasi tungkai: jangan gunakan forsep arteri atau tourniquet.
·         Jangan pernah mencukur alis.
·         Jangan berusaha melepaskan benda asing berukuran besar yang tertancap pada luka.
·         Jangan meresepkan antibiotika pada pasien dengan status imunitas normal dengan kontaminasi luka yang minimal.
·         Antibiotika tidak dapat menggantikan debridement luka yang baik.
·         Pergunakan kesempatan untuk mengevaluasi status tetanus pasien (riwayat imunisasi, booster terakhir)

Penatalaksanaan Perawatan Luka
Jika perdarahan hebat:
1.      Amankan jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi.
2.      Pasang jalur intravena ukuran besar dan lakukan resusitasi cairan.
3.      Sediakan darah yang telah diuji silang 2-4 unit.
4.      Elevasi anggota gerak yang mengalami perdarahan dan berikan bebat tekan.
                            
Teknik Perawatan Luka yang benar
  1. Pembersihan luka merupakan bagian terpenting perawatan luka. Luka sebaiknya dibersihkan dengan larutan chlorhexidine kecuali luka di daerah wajah (larutan salin normal steril).
  2. Jika luka terjadi pada daerah berambut, harus dilakukan pemotongan rambut di sekitarnya dengan gunting, pencukuran dapat menjadi predisposisi infeksi pada luka melalui kerusakan epidermis.
  3. Buang semua debu dan benda asing yang terlihat; luka dalam harus diirigasi dengan setidaknya 200 cc larutan steril salin normal.
  4. Untuk anestesi lokal gunakan lignocaine 1%, yang digunakan untuk infiltrasi lokal dan blok saraf.
  5. Lakukan eksplorasi luka bila (a) kecurigaan adanya benda asing dan (b) dari riwayat terdapat kecurigaan kerusakan yang dalam tanpa didapatkan konfirmasi klinis.
Metode penutupan luka: jika terdapat keraguan, penjahitan luka merupakan pilihan terbaik
  1. Steristrips
a.       Cara ini relatif tidak terlalu nyeri, dan jarang menyebabkan iskemia jaringan.
b.      Hemat waktu
c.       Sesuai untuk anak-anak, laserasi flap pada orang berusia lanjut dan penutupan kulit setelah dilakukan jahitan pada lapisan yang lebih dalam.
d.      Tidak untuk digunakan di daerah persendian.
2.      Perekat jaringan
a.       Sesuai untuk luka kecil dan laserasi pada anak-anak dan paling sesuai untuk laserasi dengan jarak antara kedua tepi luka <3mm.
b.      Teknik: bersihkan luka dan lakukan hemostasis dengan baik. Dekatkan kedua tepi luka dan aplikasikan perekat di sepanjang tepi luka dalam bentuk satu garis yang tak terputus. Rekatkan kedua tepi luka dan tahan selama setidaknya 30 detik sampai perekat melekat erat. Jangan meletakkan perekat ini di dalam luka, karena bahan tersebut berperan sebagai benda asing.
3.      Teknik penjahitan
a.       Gunakan teknik 2 lapis (kulit dan subkutan) pada luka dalam untuk menghasilkan penyembuhan luka yang lebih baik.
b.      Gunakan benang yang dapat diserap, misal Dexon atau Vicryl untuk jaringan subkutan: untuk badan dan ekstremitas: 4/0; untuk wajah: 5/0.
c.       Gunakan benang yang tidak dapat diserap untuk kulit, misal Prolene atau Silk: untuk scalp: silk 2/0; badan dan ekstremitas: Prolene 4/0; wajah: Prolene 6/0.
d.      Secara umum, dapat digunakan benang dengan satu ukuran lebih kecil untuk anak-anak dan jahitan dapat dibuka lebih dini.

Disposisi: pertimbangkan rawat inap atau rujukan pada kasus berikut:
1.      Jika luka meluas sampai otot, terkontaminasi hebat atau terdapat bukti adanya gangguan motoris atau sensoris, atau tidak dapat memastikan debridement luka yang adekuat, rawat inap di bagian Orthopedi.
2.      Rawat inap untuk semua pasien dengan kerusakan tendon. Pasien dengan cedera di distal bahu harus dirawat inap di bagian Bedah Tangan. Kasus lainnya dirawat di bagian Orthopedi.
3.      Pasien immunocompromise, misal diabetes, GGK dan pasien onkologi.
4.      Luka yang besar: perlu waktu lebih dari 30-60 menit untuk menanganinya.
5.      Rujuk luka khusus, seperti laserasi kelopak mata, ke bagian Bedah Plastik.

LUKA YANG TIDAK SESUAI UNTUK PENUTUPAN PRIMER
·         Luka akibat gigitan, kecuali di bagian wajah.
·         Luka yang terkontaminasi hebat.
·         Luka yang telah terinfeksi.
·         Luka yang usianya sudah >12 jam, kecuali di bagian wajah.

Perawatan luka yang baik dan benar agar luka cepat sembuh
·         Luka harus dibalut dengan pembalut yang tidak melekat, misal Sofra-tulle.
·         Tidak diperlukan pembalutan untuk luka di daerah wajah dan scalp.
·         Luka harus dijaga tetap bersih dan kering selama setidaknya 48 jam setelah penutupan primer.
·         Pengangkatan jahitan:
1.      Scalp: 7 hari
2.      Wajah: 3-5 hari
3.      Tungkai: 10-14 hari
4.      Tubuh: 10 hari
·         Periksa kondisi luka yang terkontaminasi setiap hari; luka bersih dapat diperiksa setelah 3-5 hari.
·         Pertimbangkan pemberian profilaksis antibiotik:
1.      Fraktur ujung jari
2.      Luka gigitan
3.      Luka pada penderita berisiko tinggi, yaitu: penyakit katup jantung dan pasca splenektomi
4.      Cedera tembus yang tidak ter-debridement dengan baik
5.      Luka yang berusia >6 jam
6.      Luka intraoral
7.      Pekerja dengan resiko tinggi, misalnya petani, nelayan.
8.      Pilihan antibiotika: cloxacillin dan penisillin (organisme yang tersering menimbulkan infeksi adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus beta-hemolytic) adalah pilihan yang efektif dari segi biaya, atau Augmentin®.

CARA PERAWATAN LUKA KHUSUS
Cara Perawatan Luka tusuk pada telapak kaki
·         Walaupun luka tidak terlihat serius, ingatlah bahwa persendian pada kaki ridak terletak dalam, sehingga mungkin terjadi penetrasi luka ke dalam sendi dengan peluang terjadinya komplikasi infeksi serius. Area dari collum metatarsal ke distal jari merupakan daerah paling berisiko terjadinya infeksi.
·         Komplikasi meliputi:
1.      Infeksi jaringan lunak oleh Staphylococcus dan Streptococcus pada sebagian besar pasien.
2.      Osteomyelitis (90% osteomyelitis diakibatkan oleh Pseudomonas aeruginosa)
·         Lakukan pemeriksaan X-Ray untuk menyingkirkan adanya benda asing dan penetrasi sendi.
·         Tata laksana luka tusuk merupakan hal yang kontroversial. Berikut ini adalah acuan tata laksana pada berbagai presentasi klinis:
1.      Luka tusuk sederhana
ü  Biasanya diakibatkan oleh benda yang bersih seperti paku payung, jarum, paku kecil yang tidak berkarat. Jika tidak satupun dari berikut ini terlihat, yaitu:
a.       Indikasi adanya benda asing yang tertahan dalam jaringan
b.      Tepi luka yang kotor dan non vital, dan
c.       Lokasi tusukan yang meninggi atau sangat nyeri
ü  Pembersihan luka dan pemberian salep antibiotika, diikuti dengan penutupan luka dengan plester sudah memadai
ü  Berikan profilaksis tetanus
2.      Luka tusuk dengan benda asing yang tertahan di dalam jaringan
a.       Luka tusukan seringkali lebih besar dari yang disebutkan sebelumnya. Tepi luka terkontaminasi, dengan bentuk yang tak beraturan.
b.      Biasanya akibat paku yang sudah lama dan benda tidak bersih yang saat menusuk patah, atau kemungkinan bagian dari kaus kaki atau sepatu yang terdesak masuk ke dalam luka.
c.       Setelah diberikan anestesi, lakukan insisi paralel dengan garis kerutan kulit melalui lokasi tusukan dan buang benda asing tersebut.
d.      Lakukan irigasi luka.
e.       Jangan menjahit luka. Cukup berikan salep antibiotik dan dekatkan dengan plester.
f.       Berikan profilaksis tetanus.
g.      Gunakan tongkat penyangga selama 2-3 hari.
h.      Pulangkan dnegan pemberian antibiotika, misal Augmentin®.
i.        Beri petunjuk pada pasien untuk mengenali tanda-tanda infeksi.
j.        Segera periksa ulang keadaa luka.
3.      Luka tusuk dengan komplikasi
a.       Curigai adanya benda asing yang tertinggal bila lokasi tusukan mengalami infeksi.
b.      Lakukan pemeriksaan X-Ray untuk menyingkirkan benda asing radioopak.
c.       Berikan antibiotika spektrum luas IV, misal Unasyn® atau Uagmentin®.
d.      Berikan profilaksis tetanus.
e.       Rawat inap untuk tata laksana lebih lanjut, yaitu debridement dengan pembedahan.
Catatan:
·         Penggunaan antibiotika profilaksis pada luka tusuk yang tak terinfeksi tidak didukung oleh hasil penelitian klinis. Penggunaan antibiotika sebaiknya dipertimbangkan hanya pada pasien dan luka yang berisiko tinggi.
·         Debridement jaringan vital secara ektensif, pemberian irigasi dengan tekanan tinggi atau eksplorasi yang dalam tidak menunjukkan perbaikan hasil akhir.

Cara Perawatan Luka flap
·         Suplai darah pada luka flap seringkali terganggu, terutama pada flap distal.
·         Luka flap sesuai untuk penjahitan primer bila terjadi pada daerah wajah, atau pada pasien muda dimana kualitas kulitnya masih baik.
·         Kulit pada pasien usia lanjut tipis, sehingga flap seringkali tidak dapat hidup jika dilakukan penjahitan dengan tegangan. Pada kasus ini luka harus dibersihkan dan didekatkan dengan steristrips dan dievaluasi dini. Metode ini meliputi eksisi primer dan tandur alih, terutama bila flap berukuran besar.

Cara Perawatan Luka pada scalp
·         Scalp memiliki kecenderungan untuk berdarah sampai pada derajat yang sampai memerlukan resusitasi cairan. Cara terbaik untuk mencapai hemostasis pada luka scalp adalah dengan membersihkan kontaminan kasat mata dan segera bersihkan luka. Setelah itu gunakan benang sutera 2/0 untuk melakukan jahitan langsung pada ke-5 lapisan scalp. Tindakan ini akan menghentikan perdarahan. Tidak diperlukan penjahitan atau diatermi pada titik perdarahan.
·         Seringkali laserasi scalp disertai dengan hematom luas dibawahnya. Hematom tersebut merupakan sumber potensial terjadinya infeksi, dan harus dibuang sebelum dilakukan penutupan luka.
·         Jangan mencukur rambut. Lebih baik pendekkan saja dengan gunting sedekat mungkin dengan scalp. Tindakan mencukur merusak epidermis dan folikel rambut, dan merupakan predisposisi terjadinya infeksi pada luka. Teknik aposisi rambut (HAT), dimana rambut pada kedua sisi laserasi didekatkan dengan satu simpul dan ditahan dengan perekat jaringan, merupakan teknik baru untuk menangani laserasi scalp.

Cara Perawatan Luka pada mata
·         Diperlukan pemeriksaan lengkap mata, termasuk tajam penglihatan.
·         Pemeriksaan X-Ray orbita diperlukan jika dicurigai adanya benda asing intraokuli, seperti bila terdapat riwayat masuknya benda asing tetapi tidak terlihat adanya benda asing di permukaan kornea atau bila terdapat distorsi bentuk iris.
·         Laserasi kelopak mata yang melewati tepi kelopak mata, baik yang melalui kedua permukaan kelopak mata, dan yang mungkin disertai kerusakan kelenjar atau duktus lakrimalis, harus dirujuk ke bagian Penyakit Mata atau Bedah Plastik, tergantung dengan kebiasaan setempat.

Cara Perawatan Luka pada hidung
·         Periksa kemungkinan adanya hematom septum nasi. Jika terdapat hematom, perlu dilakukan drainase segera.
·         Lakukan pemeriksaan X-Ray untuk menyingkirkan adanya fraktur untuk menentukan kebutuhan antibiotika profilaksis.
·         Laserasi fell-thickness akan memerlukan penjahitan luka lapis demi lapis yang teliti. Jika hebat, sebaiknya dirujuk ke bagian Bedah Plastik.
·         Prinsip utamanya adalah untuk mendekatkan dengan tepat tepian kulit dan mukosa.

Cara Perawatan Luka pada bibir
·         Yang amat sangat penting adalah secara akurat menyatukan bagian perbatasan antara kulit dan mukosa bila garis luka melewati perbatasan kulit dan mukosa.
·         Luka yang dalam harus diperbaiki lapis demi lapis.

Cara Perawatan Luka pada lidah
·         Harus diperiksa apakah ada gigi yang tertanam.
·         Pertimbangkan oenggunaan X-Ray untuk menyingkirkan adanya benda asing.
·         Luka kecil tidak memerlukan penjahitan.
·         Jika terdapat perdarahan yang bermakna, rujuk pasien ke bagian Bedah Mulut atau Bedah Plastik.
·         Gunakan benang yang dapat diserap dengan waktu serap yang singkat, misalnya catgut 5/0.

Cara Perawatan Luka pada telinga
·         Gunakan anestesi blok melingkar.
·         Periksa apakah bagian tulang rawan terkena, karena jika ya perlu dilakukan penjahitan terlebih dahulu sebelum menutup kulit.
·         Selalu berikan bebat tekan (dengan tampon pita) setelah pembersihan dan penjahitan, untuk mencegah akumulasi hematoma subperikondrium. Jika hal ini tidak dilakukan, dapat terjadi fibrosis dan pembentukan jaringan parut pada pasien (‘cauliflower ear’).
·         Selalu berikan antibiotik dan periksa ulang keadaan luka setelah 1-2 hari.