Tampilkan postingan dengan label Bidang Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidang Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Seorang Dokter

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Seorang Dokter

Salah satu profesi yang saat ini masih terpandang dimata masyarakat adalah profesi seorang dokter. Ya, seorang dokter sangat dihormati, dihargai dan hampir setiap ucapannya akan didengarkan oleh masyarakat, terutama jika berbicara soal kesehatan. Mengapa demikian? Hal ini sering terjadi sebab masalah kesehatan saat ini masih menjadi masalah yang sangant sensitif bagi masyarakat, semua orang pingin sehat, yang sakit pingin segera sembuh, hampir semua orang pingin berkonsultasi dengan tenaga kesehatan khususnya dokter. Pokoknya ada banyak manfaat seorang dokter bagi masyarakat. Lalu apakah seorang dokter harus pintar? Apakah ada syarat fisik untuk menjadi dokter? Menurut penulis pribadi, ya, untuk menjadi seorang dokter, anda harus pintar, selain itu anda juga harus tekun dan gigih, sebab nantinya yang akan anda hadapi adalah manusia, jadi anda harus cerdas dan tidak boleh main-main. Lalu untuk menjadi seorang dokter tidak ada syarat khusus tentang fisik kok.
Kelebihan dan Kekurangan Bekerja Sebagai Dokter

Selain itu, kita semua percaya bahwa hampir setiap dokter kaya raya dan hidup berkecukupan serta serba punya. Hal ini disebabkan profesi kesehatan dengan gaji tertinggi sampai dengan saat ini adalah profesi dokter. Gaji dokter jauh lebih besar dibandingkan dengan profesi kesehatan lain, bahkan hampir berkali-kali lipatnya. Namun demikian, untuk menjadi seorang dokter tidaklah mudah. Diperlukan kegigihan, ketekunan, kepandaian serta biaya yang cukup mahal untuk kuliah di kedokteran yang ternama. Ada banyak syarat yang harus dilalui untuk menjadi seorang dokter.

Nah, pada kesempatan ini, penulis akan memaparkan sedikit tentang Kelebihan dan Kekurangan Bekerja Sebagai Dokter, baik itu dokter umum, dokter spesialis (penyakit jantung, penyakit paru, penyakit dalam, anestesi, anak, orthopaedi, kandungan/obsgyin, rehab medik, saraf, dll). Kelebihan dan Kekurangan Kuliah di Fakultas Kedokteran. Harapan kami, tulisan ini dapat menambah wawasan para pembaca sekalian ya.. Selamat membaca..

Kelebihan, Keutamaan, Keunggulan dan Manfaat Menjadi Seorang Dokter menurut Kawaii Mizunishi :
Dokter Adalah Pekerjaan Profesi
Menjadi dokter punya tantangan yang berat. Tapi tahukah anda, dengan status pekerjaan profesi artinya saya mendapatkan upah karena saya melakukan sesuatu. Analoginya seperti seorang artis yang mendapatkan bayaran karena ia berhasil menghibur orang-orang dengan suaranya atau kepintaran aktingnya. Saya mengobati pasien maka saya mendapatkan upah. Saya tidak mengobati pasien,saya  tidak dapat upah. Pekerjaan profesi ini menuntut saya bekerja secara professional dan berkualitas. Menjauhkan saya dari tindakan-tindakan tidak terpuji seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Setidaknya, daripada bekerja di pemerintahan yang sarat akan KKN, lebih baik saya mengais rejeki dengan jalan profesional.

Peluang Kerja Lulusan Dokter Sangat Besar
Sekalipun ada sangat banyak lulusan dokter setiap tahunnya, kenyataannya Indonesia masih terus kekurangan dokter. Hasil penelitian mengemukakan bahwa kebutuhan masyarakat akan orang-orang terampil di bidang kesehatan dan farmasi meningkat 9 - 22 % kedepannya. Lapangan pekerjaan sangat luas dan terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin mengeksplorasinya.

Profesi Kesehatan Dengan Gaji Terbesar
Hasil survey menyatakan, pendapatan seorang dokter bisa mencapai ratusan juta pertahunnya. Saya memang memiliki kebutuhan yang cukup banyak dan besar. Terlebih kegemaran saya makan dan travelling, hobi yang menuntut kucuran dana yang tidak sedikit. Hal ini megharuskan saya memiliki tabungan cukup untuk misi keliling dunia di masa tua nanti. Berhubung saya anti korupsi dan tindakan penggelapan uang serta pendapatan tidak jelas asal-usulnya, pekerjaan dokter yang menjanjikan memberikan saya profesi profesional dalam mengais rejeki, dengan income yang cukup, dan membantu saya menuntaskan misi keliling dunia nanti.

Mudah Memperoleh Informasi Kesehatan yang Bermanfaat bagi Keluarga dan Masyarakat
Informasi ter-update dan terjamin mengenai kesehatan akan mudah saya dapatkan dengan saya terjun langsung dibidang tersebut. Saya tahu umur manusia sudah ada takarannya. Nantinya kita semua akan mati. Namun saya ingin menjaga kondisi umur tersebut dengan selalu sehat sehingga saya bisa memanfaatkan umur saya lebih produktif. Mengetahui secara dalam tentang kesehatan mendukung saya dalam penerapan pola hidup sehat. Long-life-time without too much getting ill, salah satu harapan saya yang dapat diwujudkan dengan saya menggeluti bidang kesehatan. Kelebihan lain yang mendorong saya memilih dokter adalah saya akan tahu cara yang tepat menangani suatu penyakit sendiri. Mampu mencegah penyakit dan pintar mengatasi suatu penyakit, itulah kemampuan yang saya cari dan membawa saya memilih dokter sebagai cita-cita saya.

Dokter adalah Ibarat Malaikat, Penghantar Doa Akan Kesembuhan Pasien dari Alloh SWT
Saya memiliki keinginan untuk mengabdi sekaligus beribadah. Bukan berarti profesi lain tidak menyediakan fitur ini, tapi menurut saya dokter menyediakan fitur yang cocok untuk saya. Kegemaran saya untuk berbicara dan berhubungan dengan banyak pihak tentu akan menjadi point plus dalam menyelesaikan tugas pengabdian saya untuk bangsa dan negara di bidang kesehatan.


Adapun Kekurangan dan Resiko Menjadi Seorang Dokter menurut dr. Sayyid Hakam adalah sebagai berikut:

Sekolah Kedokteran Membutuhkan Waktu yang Lama
Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa perjalanan menjadi dokter tidaklah ringan. Di fakultas lain masa studi bisa diselesaikan dalam 4 tahun—bahkan ada yang 3,5 tahun bagi mereka yang pintar, namun untuk menjadi dokter waktu yang dibutuhkan minimal adalah 5 tahun. Malah, masih ada beberapa fakultas kedokteran (FK) di beberapa universitas yang masih menerapkan pendidikan 6 tahun. Jenjang pendidikan kedokteran secara umum dibagi 2, yaitu tahap sarjana kedokteran dan pendidikan profesi yang lebih dikenal sebagai tahapan koas. Tahap sarjana bisa ditempuh minimal selama 3,5 atau 4 tahun, tergantung kebijakan masing-masing FK. Perlu diketahui, jika di fakultas lain mungkin ada program percepatan, maka di FK tidak ada. Tiga setengah atau empat tahun benar-benar waktu fix yang harus dilalui. Setelah diwisuda menjadi sarjana kedokteran (S.Ked), calon dokter pun langsung menjalani pendidikan profesi di rumah sakit.
Jika dihitung-hitung, saat mahasiswa fakultas lain rata-rata sudah lulus, berpenghasilan, punya istri dan anak, mahasiswa FK sedang jaga malam di RS.

Proses Pendidikan yang Berat
Tidak hanya lama, pendidikan kedokteran juga dikenal sebagai pendidikan yang tidak mudah. Tanyakanlah kepada para mahasiswa fakultas lain yang bertetangga dengan fakultas kedokteran; mereka akan mengatakan bahwa teman-teman di FK menjalani pendidikan yang berat. Itu baru fase S.Ked; di masa koas, proses pendidikannya pun menjadi jaluh lebih menantang. Kuliah kedokteran identik dengan banyaknya materi yang harus dipelajari. Tidak seperti kuliah teknik atau sains yang banyak bermain logika, orang yang mempelajari ilmu kedokteran dituntut untuk banyak membaca. Jika tidak banyak membaca, otomatis tidak akan banyak tahu dan dijamin ketika ujian pun bingung. Memang banyak yang harus “dihapal” layaknya pelajaran biologi ketika SMA, namun juga harusdipahami agar benar-benar bisa mengerti dan ilmunya tidak hilang begitu saja. Alhasil, pekerjaan mahasiswa FK ialah banyak membaca.
Sekarang hampir semua (atau semua ya?) FK sudah menerapkan sistem kurikulum yang menuntut mahasiswa untuk “belajar sendiri”, atau disebut dengan kurikulum problem based learning (PBL). Pada sistem ini, kuliah amat minim…di FK saya sendiri kuliah tentang ilmu kedokterannya hanya sekitar 6 jam per minggu. Sisanya dipelajari dalam kelompok diskusi PBL, yang notabene tiap mahasiswa harus mencari dan belajar sendiri. Bagaimana ketika diskusi bingung dan mentok? Jangan berharap bertanya ke dosen; mungkin ada dosen berhati malaikat yang mau menjawab, namun kebanyakan akan menjawab, “Baca sendiri, ya!” Begitulah, mahasiswa benar-benar harus membaca sendiri textbook.
Bentuk ujian di FK pun tidak hanya berupa ujian tulis. Ada bentuk ujian yang meminta mahasiswa untuk mempraktekkan keterampilan klinik, apakan itu berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, atau tindakan bedah. Ujian ini dikenal dengan OSCE. Keterampilan tersebut diujikan ke standard patient atau ke manekin, langsung di hadapan penguji, dan peserta rata-rata hanya diberi waktu 10 menit. Setelah selesai, peserta keluar ruangan dan berpindah ke ruangan selanjutnya untuk mempraktekkan keterampilan yang berbeda, tergantung soal. Dan, bagi yang pernah merasakannya, seperti naik roller coaster J.
Yahh, menurut saya pribadi, ujian OSCE “tidak seberapa” dibandingkan ujian SOOCA. Tidak semua FK menerapkan jenis ujian ini. Intinya, ada 15 kasus yang mesti dipelajari oleh mahasiswa. Saat ujian, kasus tersebut akan diundi, dan peserta diberi waktu 20 menit mempresentasikannya di hadapan 2 penguji. Bagi yang pernah mengalaminya, rasanya seperti jatuh dari gedung tinggi.

Tahapan Koas yang Melelahkan
Koas atau “dokter muda” merupakan tahapan pendidikan profesi yang dijalani di rumah sakit. Peserta didik akan mengitari setiap departeman yang ada di RS, seperti depaertemen penyakit dalam, ilmu kesehatan anak, bedah, kebidanan dan kandungan, dst. Proses ini ditempuh selama 1,5 atau 2 tahun. Di tahapan ini, ilmu yang dipelajari di masa sarjana diterapkan di tiap bagian…walau kebanyakan sih “belajar lagi dari awal” karena apa yang ada di saat mahasiswa sudah dilupakan :p. Tidak heran kalau koas selalu dimarah-marahi oleh konsulen (dokter spesialis pengajar).
Sama seperti ketika sarjana, jangan berharap ada kuliah atau ada konsulen yang mau mengajarkan atau menjawab pertanyaan. Jika ada koas bertanya, kebanyakan akan ditanya balik, dan ujung-ujungnya disuruh belajar sendiri…dan benar-benar harus dipelajari karena keesokan hari sang konsulen bisa menagihnya. Ya karena itulah, penting untuk berdoa supaya dapat konsulen yang baik, heheh.
Kemudian, pamungkas dari tahap koas ialah jaga malam. Frekuensi jaga tergantung bagian, ada yang seminggu sekali, seminggu dua kali, dua minggu tiga kali…dan setelah selesai jaga malam, paginya langsung lanjut bertugas hingga sore. Jadi, masuk dari pagi dan baru pulang besok sorenya. Ya masih bisalah curi-curi waktu tidur. Berdoa saja residen (dokter yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis) baik hati dan tidak banyak menyuruh-nyuruh. Jadi tidak perlu heran setelah bertugas satu setengah hari nonstop kebanyakan koas menjadi zombie.

Usai Pendidikan Selama 5-6 Tahun, Dihadapkan dengan Uji Kompetensi Nasional
Ujian ini dulu dikenal dengan Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), sekarang berganti nama menjadi Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD). Setelah selesai masa koas, calon dokter belum bisa menjadi dokter jika belum lulus ujian ini.
Terdiri dari 2 bentuk, yaitu ujian tulis dan ujian OSCE, ujian ini diselenggarakan secara nasional dan standar soalnya pun skala nasional, seperti UN. Jika belum lulus ujian, calon dokter mesti menunggu 3 bulan berikutnya untuk ujian ulang. Dalam setahun, uji kompetensi diselenggarakan empat kali. Kalau belum lulus juga, terus saja ujian ulang sampai lulus. Saya dengar, ada yang ikut sampai belasan kali tapi belum lulus juga :O.
Ujian ini penting untuk menjaga kualitas dokter Indonesia. Saat ini ada 73 atau lebih FK di negeri ini dan belum semuanya terakreditasi. Ilmu kedokteran tidak berhubungan dengan mesin, benda mati, atau hewan; ia diaplikasikan untuk manusia hidup. Tentu mengerikan bukan jika kita atau keluarga kita diobati oleh dokter yang kualitasnya tidak jelas? Karena itulah, calon dokter benar-benar harus belajar keras menghadapi ujian ini, terlebih nilai minimal untuk lulus ialah 68. Weewww….

Lalu Setelah Disumpah Menjadi Dokter, Wajib Mengikuti Program Penempatan Selama Setahun dengan Pemasukan di Bawah Gaji Standar Buruh
Program ini dikenal dengan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) atau lebih dikenal dengan internsip. Program ini ialah syarat agar dokter yang baru lulus tersebut bisa menjalankan praktek. Kalau belum menjalani internsip, maka ia belum berhak untuk bekerja atau praktek.
Internsip dijalankan secara nasional dengan wahana kerja yang menyebar dari Sumatera hingga Papua. Jika beruntung, bisa dapat wahana kerja yang tidak jauh dari rumah, tapi jika kalah cepat, siap-siap untuk pergi ke daerah. Selama setahun, dokter internsip bekerja di puskesmas dan rumah sakit layaknya dokter, namun masih dalam bimbingan dokter senior. Yahh tergantung wahananya. Di daerah yang kekurangan dokter, peserta internsip akan bekerja layaknya dokter tetap.
Hal yang cukup disesalkan dari program ini ialah penghargaan kurang bagi dokter internsip. Gaji bagi mereka ialah 2.5 juta/bulan, sebelum dipotong pajak. Padahal, banyak dokter internsip yang bekerka layaknya dokter umum dan bahkan banyak juga yang sangat diberdayakan karena jumlah dokter yang kurang. Memang setiap wahana memiliki kebijakan apakah mau memberikan insentif tambahan, tapi banyak juga yang tidak memberikan apa-apa. Bisa dibayangkan bagi yang mesti ke daerah, berarti harus menyewa kostan dan mencari makan sendiri: gaji 2.5 juta tidak akan cukup memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bagi saya, cukup menyedihkan sudah bergelar dokter namun untuk kebutuhan hidup sehari-hari masih harus disuport orang tua….

Ke Depannya, Tahapan yang Harus Dilalui untuk Menjadi Dokter Sepenuhnya Terancam Menjadi 9 Tahun
Di Undang-Undang Pendidikan Kedokteran sudah tertuang apa yang disebut dengan Dokter Layanan Primer (DLP) untuk memenuhi kebutuhan era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di peraturan disebutkan bahwa dokter yang ingin bekerja di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS di tingkat pertama (seperti puskesmas, klinik pratama, dll) WAJIB menempuh pendidikan tambahan selama 3 tahun untuk menjadi DLP (setelah menjalani internsip). Artinya, jika ingin menjadi dokter umum yang praktek di klnik atau puskesmas, tahapan yang harus ditempuh ialah 5 tahun kuliah kedokteran, 1 tahun internsip, dan 3 tahun pendidikan DLP—total 9 tahun!
Bagaimana jika ada dokter yang tidak mau menempuh DLP? Dokter tersebut tidak berhak untuk praktek. Pilihan baginya ialah menjadi peneliti atau dosen (yang tidak praktek), ambil sekolah spesialis (yang rata-rata lama pendidikannya 5 tahun), atau jadi pedagang. Apakah selama sekolah DLP digaji? Ooo…tentu tidak. Jadi setelah capek-capek kuliah 5 tahun, sudah bergelar dokter, bagaimana caranya menghidupi diri dan anak istri? Yahh, silahkan pikir sendiri.

Siap-Siap Sering Digambarkan Miring oleh Media atau Dituntut Hukum
Seberapa sering laman media kita dipenuhi dengan berita-berita miring tentang dokter atau rumah sakit? Berita tentang pasien ditolak dokter atau rumah sakit selalu menarik minat pembaca. Setelah ditelusuri lebih jauh, kebanyakan berita tersebut memberikan informasi salah: bukan pasien ditolak, tapi kamar rawat inap penuh, atau pasien belum melengkapi berkas Jamkesmas/BPJS, atau tidak memenuhi kriteria perawatan menurut standar BPJS, dll. Tapi media ga mau tahu: pokoknya dokter dan rumah sakit menelantarkan pasien.
Terbaru ialah pemberitaan dari Tempo tentang suap dokter. Kewajiban setiap dokter untuk update ilmunya dengan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah…dan untuk menyelenggarakan atau mengikuti acara ilmiah tersebut butuh biaya. Apakah negara mau membiayai? Jangan harap. Lalu dari mana lagi pembiayaan selain dari sponsor yaitu perusahaan farmasi? Namun sponsorship kegiatan ilmiah diartikan media sebagai gratifikasi.
Masih ingat kasus dokter Ayu spesialis kebidanan dan kandungan? Tidak ada prosedur yang dilanggar oleh dokter Ayu; kematian pasien terjadi akibat hal yang tidak diduga oleh dunia medis yaitu emboli paru. Tidak ada yang bisa memprediksi hal tersebut dan prosedur tetap sudah dijalankan oleh sang dokter. Tapi keberpihakan jarang kepada dokter. Media dan masyarakat lebih senang jika mendengar bahwa dokter melakukan malpraktik.
Jika menjadi dokter, bersiaplah untuk menghadapi hal-hal seperti ini.

Waktu untuk Pribadi dan Keluarga Harus Rela Dikorbankan Demi Pasien
Menurut saya, dokter ialah orang yang paling bisa memberikan excuse jika minimnya waktu yang diberikan untuk keluarga. Seorang pebisnis atau pegawai kantor banyak mendapat nasihat untuk mengutamakan keluarga karena mereka lebih berharga daripada pekerjaan. Tapi bagaimana dengan dokter? Bisakah menelantarkan orang sakit yang butuh bantuannya demi keluarga?
Dengan menjadi dokter, maka harus siap memiliki waktu yang sedikit untuk pribadi dan keluarga. Pun jika memiliki suami/istri/orang tua dokter, tidak perlu heran mereka pergi sangat pagi dan pulang sangat malam setiap harinya. Jaga malam, on call, dipanggil ke sana ke sini, operasi mendadak, kehangatan makan malam yang harus terganggu karena ada telepon dari RS, dll.

Jangan Pernah Berpikir Ingin Menjadi Dokter Supaya Kaya
Kenyataan tidak seindah apa yang dibayangkan. Dokter internsip hanya bergaji 2.5 juta/bulan (belum dipotong pajak). Dokter umum, jika buka praktek pribadi atau bekerja di RS, pemasukannya standar gaji pegawai kantoran
Penghasilan lebih besar bisa didapat jika menjadi dokter spesialis. Kesan elegan dan berduit mungkin melekat pada dokter spesialis. Tapi tidak juga. Di era BPJS ini, jasa medis sangat sangat kecil untuk dokter spesialis. Biaya operasi yang normalnya memakan biaya belasan atau puluhan juta, hanya dihargai tidak sampai sepuluh juta oleh BPJS. Jika JKN teraplikasi sepenuhnya, maka praktek dokter spesialis ga akan laku: semua pasien harus ke praktek umum dulu dan meminta rujukan untuk menghadap dokter spesialis. Kalau mendapat pasien, ya tadi, jasa medis amatlah jauh dari ekspektasi. Kita belum berbicara proses sekolah dokter spesialis yang mahal, lama, dan sangat berat….
Percayalah, jika niatnya supaya banyak uang, lebih baik menjadi pengusaha. Sangat disayangkan jika seluruh tantangan di atas dihadapi hanya demi uang.
Jika telah membulatkan tekad ingin menjadi dokter, niatkan lah karena memang memiliki passion di profesi kesehatan, atau karena memiliki niat beramal sesuai dengan profesinya, atau karena ingin melihat senyum pasien yang telah berhasil diobati.

Itulah beberapa penjelasan tentang Kelebihan dan Kekurangan serta Baik Buruknya Menjadi Seorang Dokter. Semoga tulisan yang sedikit ini bisa manambah wawasan dan semangat bagi anda yang ingin kuliah kedokteran, serta dapat menjadi acuan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di Fakultas Kedokteran. Jika memiliki niat mulia, maka kesulitan-kesulitan seperti yang disebutkan di atas, insyaAllah, akan dapat dilewati dengan senyuman.

Salam..



Keuntungan dan Kerugian Kerja di Bank

Keuntungan dan Kerugian Kerja di Bank

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Bank. Sumber gambar: merdeka.com

Siapa sih yang tidak mau kerja di Bank? Penampilan yang oke, tempat kerja yang bersih dan nyaman serta gaji yang tinggi merupakan beberapa kelebihan dari kerja menjadi pegawai Bank. Namun tahhukah anda bahwa bekerja di Bank juga memiliki resiko yang besar? Ternyata tidak sedikit lho orang yang sudah bekerja di Bank kemudian memutuskan untuk berhenti dan berganti haluan ke pekerjaan yang lain. Usut punya usut ternyata kerja di Bank mempunyai tekanan yang cukup tinggi alias stressor yang tinggi sehinggi beberapa orang tidak kuat dan memilih untuk berhenti menjadi pegawai Bank. Oleh karenanya disini penulis akan sedikit berbagi tentang Keuntungan dan Kerugian dari Kerja di Bank. Semoga tulisan ini memberikan semangat serta bisa menjadi bahan pertimbangan anda dalam memilih sebuah pekerjaan. Oke, langsung saja ya..
KEUNTUNGAN DARI BEKERJA DI BANK (MENJADI PEGAWAI BANK):
  1. Lowongan Kerja di Bank Terbuka untuk Berbagai Jurusan. Nah salah satu jenis pekerjaan yang pelaku kerjanya bukan hanya dari lulusan yang focus pada pekerjaan itu adalah menjadi pegawai bank. Banyak pegawai bank yang ternyata mereka bukan dari luluisan akuntansi atau keuangan saja melainkan dari lulusan yang lainnya seperi lulusan kesehatan (perawat, bidan, dokter, dll), guru, manajemen, perhotelan, komunikasi, dan bahkan lulusan SMA / SMK pun banyak yang diterima bekerja di Bank.
  2. Gaji yang tinggi. Ya, benar. bekerja di bank merupakan tempat yang tepat untuk memperoleh gaji yang tinggi, hal ini dikarenakan pekerjaan yang dihadapi juga penuh resiko serta tuntutan yang tinggi pula dari atasan..
  3. Kenaikan Gaji yang Cepat. Dibandingkan dengan pekerjaan yang lain, bekerja di bank memiliki kesempatan untuk kenaikan gaji yang cepat, menurut seorang karyawan salah satu bank swasta di Indonesia, gaji mereka akan naik setiap tahunnya dan kenaikannya begitu besar. Belum lagi ditambah bonus - bonus yang lainnya.
  4. Life Style dan Pandangan di Masyarakat. Bekerja di Bank adalah salah satu life style yang menarik. Orang - orang atau masyarakat akan memandang anda lebih apabila anda menjadi seorang pegawai bank. Sudah merupakan suatu kebiasaan di masyarakat khususnya masyarakat desa bahwa mereka akan menghormasi orang yang sukses seperti orang yang kerja di bank, walaupun anda lebih muda.
  5. Mudah Memperoleh Jodoh. Jodoh merupakan kuasa Tuhan yang hingga kini masih menjadi rahasia, namun tahukah anda bahwa pekerjaan yang baik, pendidikan yang tinggi dan kemapanan juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh pendamping hidup? Siapa sih yang tidak suka mempunyai pendamping hidup seorang pegawai bank? yakin nih gak mau dengan seorang pegawai bank? kalo menurut admin sih hampir setiap orang mau dilamar oleh seoran pegawai bank, dan memang kenyataanya begitu.
  6. Jenjang Karir Pegawai Bank Begitu Cepat. Ya, bila anda pingin jenjang karir yang cepat bekerja di bank adalah salah satu tempat kerja yang tepat. Dari SMA / SMK anda bisa bekerja di Bank, kemudian anda melanjutkan kuliah Sarjana, maka posisi anda akan naik, dan begitu seterusnya.
  7. Hari kerja yang teratur. Ya, benar bekerja di bank memiliki jumlah kerja yang teratur. Hampir semua bank menerapkan hari kerja mereka senin - jumat dan jam kerjapun teratur mulai dari jam 08.00 s/d 16.00 WIB, sehingga anda bisa menikmati week end day setiap minggunya.
Kerugian atau Resiko Menjadi Pegawai Bank:
  1. Persaingan yang ketat. Menjadi pegawai bank bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus memiliki pribadi yang baik serta pemikiran yang cerdas. Banyaknya peminat yang ingin menjadi seorang pegawai bank merupakan salah satu penyebab persaingan yang ketat. Belum lagi persaingan dalam bidang kepandaian, komunikasi dan keahlian yang lain.
  2. Stress kerja yang tinggi. Siapa sangka bahwa kerja di bank selain enak juga memiliki tekanan atau tingkat stress yang tinggi? Tuntutan pekerjaan yang menuntut anda untuk bekerja cepat, belum lagi tuntutan dari atasan untuk pelayanan yang prima dan terbaik serta belum lagi menghadapi konsumen yang kita bagaimanapun tingkahnya kita harus menghadapi dengan sopan dan sabar.
  3. Resiko tombok atau mengganti jika terjadi salah hitung atau terjadi kekurangan jumlah uang. Ya, merupakan sebuah resiko yang besar bila kita bekerja, kemudian kita salah dan harus mengganti uang yang karena oleh kesalahan kita sendiri. Hal ini disebabkan karena setiap hari anda berkecimpung dengan masalah keuangan, kondisi tubuh yang kurang fit sangat berpeluang dalam terjadinya human error. Kesalahan  jumlah angka 0 dalam perhitungan uang, kelebihan 0 satu saja akan berakibat fatal bagi anda. 
  4. Tuntutan kerja yang tinggi. Ya, benar sekali bahwa bekerja di bank seakan anda bekerja diseuah aquarium yang setiap gerak anda akan diawasi. Tidak senyum beberapa menit saja bisa membuat anda terkena sanksi dari atasan anda. Anda juga harus dituntut untuk teliti dan tidak ceroboh, sebab sekali anda ceroboh maka penjara siap menanti anda.
Sekian artikel tentang Keuntungan dan Kerugian Menjadi Pegawai Bank. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda dan menginspirasi anda para anak muda untuk lebih sukses meraih masa depan. Dan bagi anda seorang pegawai bank, tetaplah semangat, lakukan pekerjaan anda dengan ikhlas, teliti dan jalankan SOP pekerjaan di Bank anda dengan baik. Salam sukses untuk para pembaca..



Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Bank

Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Bank

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Bank. Sumber gambar: merdeka.com
Siapa sih yang tidak mau kerja di Bank? Penampilan yang oke, tempat kerja yang bersih dan nyaman serta gaji yang tinggi merupakan beberapa kelebihan dari kerja menjadi pegawai Bank. Namun tahhukah anda bahwa bekerja di Bank juga memiliki resiko yang besar? Ternyata tidak sedikit lho orang yang sudah bekerja di Bank kemudian memutuskan untuk berhenti dan berganti haluan ke pekerjaan yang lain. Usut punya usut ternyata kerja di Bank mempunyai tekanan yang cukup tinggi alias stressor yang tinggi sehinggi beberapa orang tidak kuat dan memilih untuk berhenti menjadi pegawai Bank. Oleh karenanya disini penulis akan sedikit berbagi tentang Kelebihan dan Kekurangan dari Kerja di Bank. Semoga tulisan ini memberikan semangat serta bisa menjadi bahan pertimbangan anda dalam memilih sebuah pekerjaan. Oke, langsung saja ya..
KELEBIHAN DARI BEKERJA DI BANK (MENJADI PEGAWAI BANK):
  1. Lowongan Kerja di Bank Terbuka untuk Berbagai Jurusan. Nah salah satu jenis pekerjaan yang pelaku kerjanya bukan hanya dari lulusan yang focus pada pekerjaan itu adalah menjadi pegawai bank. Banyak pegawai bank yang ternyata mereka bukan dari luluisan akuntansi atau keuangan saja melainkan dari lulusan yang lainnya seperi lulusan kesehatan (perawat, bidan, dokter, dll), guru, manajemen, perhotelan, komunikasi, dan bahkan lulusan SMA / SMK pun banyak yang diterima bekerja di Bank.
  2. Gaji yang tinggi. Ya, benar. bekerja di bank merupakan tempat yang tepat untuk memperoleh gaji yang tinggi, hal ini dikarenakan pekerjaan yang dihadapi juga penuh resiko serta tuntutan yang tinggi pula dari atasan..
  3. Kenaikan Gaji yang Cepat. Dibandingkan dengan pekerjaan yang lain, bekerja di bank memiliki kesempatan untuk kenaikan gaji yang cepat, menurut seorang karyawan salah satu bank swasta di Indonesia, gaji mereka akan naik setiap tahunnya dan kenaikannya begitu besar. Belum lagi ditambah bonus - bonus yang lainnya.
  4. Life Style dan Pandangan di Masyarakat. Bekerja di Bank adalah salah satu life style yang menarik. Orang - orang atau masyarakat akan memandang anda lebih apabila anda menjadi seorang pegawai bank. Sudah merupakan suatu kebiasaan di masyarakat khususnya masyarakat desa bahwa mereka akan menghormasi orang yang sukses seperti orang yang kerja di bank, walaupun anda lebih muda.
  5. Mudah Memperoleh Jodoh. Jodoh merupakan kuasa Tuhan yang hingga kini masih menjadi rahasia, namun tahukah anda bahwa pekerjaan yang baik, pendidikan yang tinggi dan kemapanan juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh pendamping hidup? Siapa sih yang tidak suka mempunyai pendamping hidup seorang pegawai bank? yakin nih gak mau dengan seorang pegawai bank? kalo menurut admin sih hampir setiap orang mau dilamar oleh seoran pegawai bank, dan memang kenyataanya begitu.
  6. Jenjang Karir Pegawai Bank Begitu Cepat. Ya, bila anda pingin jenjang karir yang cepat bekerja di bank adalah salah satu tempat kerja yang tepat. Dari SMA / SMK anda bisa bekerja di Bank, kemudian anda melanjutkan kuliah Sarjana, maka posisi anda akan naik, dan begitu seterusnya.
  7. Hari kerja yang teratur. Ya, benar bekerja di bank memiliki jumlah kerja yang teratur. Hampir semua bank menerapkan hari kerja mereka senin - jumat dan jam kerjapun teratur mulai dari jam 08.00 s/d 16.00 WIB, sehingga anda bisa menikmati week end day setiap minggunya.
Kekurangan atau Resiko Menjadi Pegawai Bank:
  1. Persaingan yang ketat. Menjadi pegawai bank bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus memiliki pribadi yang baik serta pemikiran yang cerdas. Banyaknya peminat yang ingin menjadi seorang pegawai bank merupakan salah satu penyebab persaingan yang ketat. Belum lagi persaingan dalam bidang kepandaian, komunikasi dan keahlian yang lain.
  2. Stress kerja yang tinggi. Siapa sangka bahwa kerja di bank selain enak juga memiliki tekanan atau tingkat stress yang tinggi? Tuntutan pekerjaan yang menuntut anda untuk bekerja cepat, belum lagi tuntutan dari atasan untuk pelayanan yang prima dan terbaik serta belum lagi menghadapi konsumen yang kita bagaimanapun tingkahnya kita harus menghadapi dengan sopan dan sabar.
  3. Resiko tombok atau mengganti jika terjadi salah hitung atau terjadi kekurangan jumlah uang. Ya, merupakan sebuah resiko yang besar bila kita bekerja, kemudian kita salah dan harus mengganti uang yang karena oleh kesalahan kita sendiri. Hal ini disebabkan karena setiap hari anda berkecimpung dengan masalah keuangan, kondisi tubuh yang kurang fit sangat berpeluang dalam terjadinya human error. Kesalahan  jumlah angka 0 dalam perhitungan uang, kelebihan 0 satu saja akan berakibat fatal bagi anda. 
  4. Tuntutan kerja yang tinggi. Ya, benar sekali bahwa bekerja di bank seakan anda bekerja diseuah aquarium yang setiap gerak anda akan diawasi. Tidak senyum beberapa menit saja bisa membuat anda terkena sanksi dari atasan anda. Anda juga harus dituntut untuk teliti dan tidak ceroboh, sebab sekali anda ceroboh maka penjara siap menanti anda.
Sekian artikel tentang Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Bank. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda dan menginspirasi anda para anak muda untuk lebih sukses meraih masa depan. Dan bagi anda seorang pegawai bank, tetaplah semangat, lakukan pekerjaan anda dengan ikhlas, teliti dan jalankan SOP pekerjaan di Bank anda dengan baik. Salam sukses untuk para pembaca..



Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pengusaha / Wirausaha

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pengusaha / Wirausaha

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur
Banyak yang bilang jika ingin cepat kaya maka pekerjaan yang tepat adalah menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan. Lalu benarkah demikian? Benarkah jika ingin sukses dan cepat kaya adalah menjadi pengusaha atau juga biasa disebut entrepreneur? Jawabannya adalah "Relatif" yang artinya tidak semua pengusaha sukses dan kaya raya. Hal ini disebabkan karena setiap pekerjaan pasti memiliki resiko yang tanpa diduga-duga namun dapat anda prdiksikan dengan banyak membaca, belajar dan rajin mencari informasi baik melalui pakarnya maupun website. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur.

Oke langsung saja kita bahas ya..
Kelebihan Menjadi Seorang Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur yang dilansir dari www.nicothemarketer.com:


1. Waktu Menjadi Lebih Banyak
Maksudnya adalah dengan Menjadi wirausaha, Anda akan memiliki waktu yang fleksibel, tidak terikat. Berbeda dengan jam kantor yang sudah menetapkan standar jam kerja setiap harinya. Anda juga tak perlu repot-repot lembur di kantor. Tentu saja ini akan menguntungkan Anda dan keluarga. Waktu untuk berkumpul bersama menjadi lebih banyak, dan lebih mudah mengawasi anggota keluarga setiap hari.
2. Menghasilkan Pendapatan Pribadi
Memiliki usaha sendiri tentu juga akan menghasilkan pendapatan sendiri (Tidak di Gaji Bos). Besar kecilnya penghasilan yang diperoleh adalah cerminan dari suatu proses kerja keras untuk memajukan bisnis yang telah di lakukan pemilik usaha beserta para karyawan. Dengan memilikin penghasilan yang tak terbatas menjadikan suatu peluang yaitu kebebasan financial. Laba yang didapat justru bisa lebih besar dari gaji karyawan kantoran yang sudah ditentukan oleh perusahaan / pemerintah.
3. Membuka Kesempatan Lapangan Kerja Baru
Anda bisa membuka kesempatan kerja bagi siapa saja. Ketika bisnis mulai bertumbuh pesat, maka semakin banyak lapangan kerja yang dapat anda ciptakan(Pengusaha=jobs maker) BUKAN (Pegawai=jobs seeker) Selain dapat menjadi bagian dari  usaha yang digeluti, hal ini juga dapat menciptakan peluang kerja untuk orang lain (Baca=Bermanfaat).
4. Ilmu dan Wawasan Menjadi Bertambah
Tak hanya rekanan saja yang bertambah, ilmu pengetahuan dan wawasan akan terus berkembang. Misalnya ilmu dan wawasan seputar perkembangan bisnis,ekeonomi dan sosial. Hal ini  juga bisa didapatkan dari  rekanan/client yang sering kita temui.
5. Memperluas Rekanan (Networking)
Menjadi pengusaha akan berpeluang untuk bertemu dengan orang banyak. Hal Ini juga bisa membantu untuk menambah rekanan. Semakin banyak rekanan yang akan sangat bermanfaat dalam kemajuan kelangsungan bisnis yang di jalani. Selain itu dari rekanan tersebut akan semakin bertambah apabila service / product yang kita berikan kepada mereka sangat memuaskan.
6. Pekerjaan sesuai minat (Hobby)
Hal inilah yang menjadi nilai tambah apabila memilih menjadi wirausaha.Pekerjaan yang sesuai minta dan kesenangan kita bisa di lakukan. Misal memiliki hobi mendesain baju, dari hobi tersebut apabila di arahkan ke sektor bisnis maka akan kita dapat pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan hobi, Berawal dari hobi kemudian menghasilkan pendapatan yang tak terbatas.

Sedangkan Kekurangan Menjadi Seorang Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur menurut www.nicothemarketer.com antara lain:
1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko. Jika resiko ini telah  diantisipasi dengan baik, maka berarti wirausaha telah menggeser resiko tersebut.
Memang pada awal mula memulai/merintis bisnis akan di rasakan suatu ketidakpastian hasil yang di peroleh. Namun semua nya bisa di atasi, anda harus bisa menganalisa usaha anda sudah berjalan seperti apa,kemudian akan di dapat factor-faktor yang perlu di perbaiaki, Maka perbaikilah sistem tersebut seiring dengan berjalanya waktu ikutilah proses nya,dari situ banyak hal yang dapat dipelajari sehingga bisa di gunakan untuk meminimalisir resiko usaha yang di jalani kemudian mengubahnya menjadi keuntungan yang harus bisa di capai.
2. Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang.
Kembali lagi, saat awal mula merintis bisnis, sudah pasti orang memulai usaha butuh mendedikasikan penuh waktunya di usahanya agar usahanya segera ke tahap tumbuh kemudian ingin segera normal. Pada saat itu orang di tuntut untuk membangun sebuah sistem, bangunlah sistem usaha yang sesuai dengan bisnis  yang anda jalankan  dan biarkan sistem  bekerja untuk anda. Di saat sistem telah bekerja dengan baik di situlah anda bisa menikmati waktu bebas yang lebih banyak .
3. Pada saat awal memulai bisnis harus berhemat.
Hal ini sangat penting karena mengingat bisnisnya baru start-up, sehingga diperlukan sikap hemat untuk menjaga kelangsungan bisnisnya. Anda harus cermat mengatur keuangan bisnis anda, jangan terlalu banyak menambah asset konsumtif, akan semakin baik apabila asset produktif yang di perbanyak, sehingga hal tersebut membantu sumber penghasilan bagi usaha anda.
4. Tanggung jawab dan resiko yang di hadapi sangatlah besar.
Sangat lumrah apabila dikatakan demikian, bagaimana tidak seorang pengusaha di tuntut untuk bisa mengatur semua yang berkaitan dengan bisnis nya, sukses / jatuh nya sangat bergantung pada pemilik usaha. Kepiawaian business owner menjadikan kunci utama suksesnya usaha yang di jalani.Jangan takut dengan resiko ini, karena hal tersebuat bisa dipelajari sembari proses bisnis berjalan. Hadapi tantangan bisnis yang ada di depan, taklukanlah maka kesuksesan besar akan menunggu anda di depan mata.
5.Beban pikiran yang berat
Wajar apabila resiko dan permasalan yang muncul dalam bisnis yang di jalani menjadikan timbulnya beban pikiran yang sangat berat, karena awalnya permasalahan harus di selesaikan sendiri menurut pemikirannya. Dalam hal ini apabila seorang pengusaha merasa tidak mampu menyelesaikan masalahnya maka yang di lakukan adalah harus bisa mengkonsultasikan masalah bisnisnya pada rekan bisnis yang lebih senior atau jasa konsultan bisnis. Agar problem yang di hadapi segera teratasi .
Nah, keren bukan manfaat menjadi seorang pengusaha? Anda tertarik untuk memulai bisnis dan menjadi seorang pengusaha? Semua jawaban ada ditangan dan fikiran anda. Anda yang akan menjalani dan anda pula yang akan memetik hasilnya nanti. Harapan penulis semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca yang masih kebingungan untuk menentukan nasib karir masa depannya.
Salam hangat dari penulis..
Keuntungan dan Kerugian Menjadi Pengusaha / Wirausaha

Keuntungan dan Kerugian Menjadi Pengusaha / Wirausaha

Keuntungan dan Kerugian Menjadi Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur

Banyak yang bilang jika ingin cepat kaya maka pekerjaan yang tepat adalah menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan. Lalu benarkah demikian? Benarkah jika ingin sukses dan cepat kaya adalah menjadi pengusaha atau juga biasa disebut entrepreneur? Jawabannya adalah "Relatif" yang artinya tidak semua pengusaha sukses dan kaya raya. Hal ini disebabkan karena setiap pekerjaan pasti memiliki resiko yang tanpa diduga-duga namun dapat anda prdiksikan dengan banyak membaca, belajar dan rajin mencari informasi baik melalui pakarnya maupun website. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang Keuntungan dan Kerugian Menjadi Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur.

Oke langsung saja kita bahas ya..
Keuntungan Menjadi Seorang Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur yang dilansir dari www.nicothemarketer.com:

1. Waktu Menjadi Lebih Banyak
Maksudnya adalah dengan Menjadi wirausaha, Anda akan memiliki waktu yang fleksibel, tidak terikat. Berbeda dengan jam kantor yang sudah menetapkan standar jam kerja setiap harinya. Anda juga tak perlu repot-repot lembur di kantor. Tentu saja ini akan menguntungkan Anda dan keluarga. Waktu untuk berkumpul bersama menjadi lebih banyak, dan lebih mudah mengawasi anggota keluarga setiap hari.
2. Menghasilkan Pendapatan Pribadi
Memiliki usaha sendiri tentu juga akan menghasilkan pendapatan sendiri (Tidak di Gaji Bos). Besar kecilnya penghasilan yang diperoleh adalah cerminan dari suatu proses kerja keras untuk memajukan bisnis yang telah di lakukan pemilik usaha beserta para karyawan. Dengan memilikin penghasilan yang tak terbatas menjadikan suatu peluang yaitu kebebasan financial. Laba yang didapat justru bisa lebih besar dari gaji karyawan kantoran yang sudah ditentukan oleh perusahaan / pemerintah.
3. Membuka Kesempatan Lapangan Kerja Baru
Anda bisa membuka kesempatan kerja bagi siapa saja. Ketika bisnis mulai bertumbuh pesat, maka semakin banyak lapangan kerja yang dapat anda ciptakan(Pengusaha=jobs maker) BUKAN (Pegawai=jobs seeker) Selain dapat menjadi bagian dari  usaha yang digeluti, hal ini juga dapat menciptakan peluang kerja untuk orang lain (Baca=Bermanfaat).
4. Ilmu dan Wawasan Menjadi Bertambah
Tak hanya rekanan saja yang bertambah, ilmu pengetahuan dan wawasan akan terus berkembang. Misalnya ilmu dan wawasan seputar perkembangan bisnis,ekeonomi dan sosial. Hal ini  juga bisa didapatkan dari  rekanan/client yang sering kita temui.
5. Memperluas Rekanan (Networking)
Menjadi pengusaha akan berpeluang untuk bertemu dengan orang banyak. Hal Ini juga bisa membantu untuk menambah rekanan. Semakin banyak rekanan yang akan sangat bermanfaat dalam kemajuan kelangsungan bisnis yang di jalani. Selain itu dari rekanan tersebut akan semakin bertambah apabila service / product yang kita berikan kepada mereka sangat memuaskan.
6. Pekerjaan sesuai minat (Hobby)
Hal inilah yang menjadi nilai tambah apabila memilih menjadi wirausaha.Pekerjaan yang sesuai minta dan kesenangan kita bisa di lakukan. Misal memiliki hobi mendesain baju, dari hobi tersebut apabila di arahkan ke sektor bisnis maka akan kita dapat pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan hobi, Berawal dari hobi kemudian menghasilkan pendapatan yang tak terbatas.

Sedangkan Kerugian Menjadi Seorang Pengusaha / Wirausahawan / Entrepreneur menurut www.nicothemarketer.com antara lain:
1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko. Jika resiko ini telah  diantisipasi dengan baik, maka berarti wirausaha telah menggeser resiko tersebut.
Memang pada awal mula memulai/merintis bisnis akan di rasakan suatu ketidakpastian hasil yang di peroleh. Namun semua nya bisa di atasi, anda harus bisa menganalisa usaha anda sudah berjalan seperti apa,kemudian akan di dapat factor-faktor yang perlu di perbaiaki, Maka perbaikilah sistem tersebut seiring dengan berjalanya waktu ikutilah proses nya,dari situ banyak hal yang dapat dipelajari sehingga bisa di gunakan untuk meminimalisir resiko usaha yang di jalani kemudian mengubahnya menjadi keuntungan yang harus bisa di capai.
2. Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang.
Kembali lagi, saat awal mula merintis bisnis, sudah pasti orang memulai usaha butuh mendedikasikan penuh waktunya di usahanya agar usahanya segera ke tahap tumbuh kemudian ingin segera normal. Pada saat itu orang di tuntut untuk membangun sebuah sistem, bangunlah sistem usaha yang sesuai dengan bisnis  yang anda jalankan  dan biarkan sistem  bekerja untuk anda. Di saat sistem telah bekerja dengan baik di situlah anda bisa menikmati waktu bebas yang lebih banyak .
3. Pada saat awal memulai bisnis harus berhemat.
Hal ini sangat penting karena mengingat bisnisnya baru start-up, sehingga diperlukan sikap hemat untuk menjaga kelangsungan bisnisnya. Anda harus cermat mengatur keuangan bisnis anda, jangan terlalu banyak menambah asset konsumtif, akan semakin baik apabila asset produktif yang di perbanyak, sehingga hal tersebut membantu sumber penghasilan bagi usaha anda.
4. Tanggung jawab dan resiko yang di hadapi sangatlah besar.
Sangat lumrah apabila dikatakan demikian, bagaimana tidak seorang pengusaha di tuntut untuk bisa mengatur semua yang berkaitan dengan bisnis nya, sukses / jatuh nya sangat bergantung pada pemilik usaha. Kepiawaian business owner menjadikan kunci utama suksesnya usaha yang di jalani.Jangan takut dengan resiko ini, karena hal tersebuat bisa dipelajari sembari proses bisnis berjalan. Hadapi tantangan bisnis yang ada di depan, taklukanlah maka kesuksesan besar akan menunggu anda di depan mata.
5.Beban pikiran yang berat
Wajar apabila resiko dan permasalan yang muncul dalam bisnis yang di jalani menjadikan timbulnya beban pikiran yang sangat berat, karena awalnya permasalahan harus di selesaikan sendiri menurut pemikirannya. Dalam hal ini apabila seorang pengusaha merasa tidak mampu menyelesaikan masalahnya maka yang di lakukan adalah harus bisa mengkonsultasikan masalah bisnisnya pada rekan bisnis yang lebih senior atau jasa konsultan bisnis. Agar problem yang di hadapi segera teratasi .
Nah, keren bukan manfaat menjadi seorang pengusaha? Anda tertarik untuk memulai bisnis dan menjadi seorang pengusaha? Semua jawaban ada ditangan dan fikiran anda. Anda yang akan menjalani dan anda pula yang akan memetik hasilnya nanti. Harapan penulis semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca yang masih kebingungan untuk menentukan nasib karir masa depannya.
Salam hangat dari penulis..

Keuntungan dan Kerugian Menjadi Perawat Homecare

Keuntungan dan Kerugian Menjadi Perawat Homecare

Keuntungan dan Resiko Menjadi Perawat Homecare


Home care merupakan suatu jenis dan mode Keperawatan yang baru. Dewasa ini kebutuhan akan perawatan pasien di rumah semakin besar. Selain biaya yang dikeluarkan lebih sedikit home care juga mempunyai keuntungan bahwa keluarga akan lebih dekat dengan pasien. Nah, lalu bagaimana dengan para perawat home carenya? Ada banyak lowongan kerja untuk para lulusan perawat, salah satunya adalah sebgai perawat homecare. Namun tahukah anda bahwa menjadi perawat homecare itu mempunyai keuntungan dan kerugiannya? Memang perawat homecare gajinya lebih besar dari pada perawat yang kerja di klinik atau bahkan rumah sakit. Namun pekerjaan perawat homecare tidak bisa dijadikan pekerjaan utama bagi anda para perawat Indonesia. Sebab disamping ilmu anda tentang keperawatan menjadi kurang berkembang, anda juga akan tertinggal dan merasa iri dengan teman – teman yang lain yang bekerja di klinik ataupun rumah sakit.

Itu baru salah satu kelebihan dan kekurangan serta dampak negative dari menjadi perawat homecare. Nah, langsung aja kita kupas lebih lengkap ya tentang kelebihan dan kekurangan menjadi perawat homecare.

Keuntungan dan Manfaat Menjadi Perawat Home Care :
  1. Menjadi perawat homecare cocok bagi anda yang sedang mencari modal untuk usaha. Sebab menjadi perawat homecare akan ditawarkan dengan gaji yang cukup besar yaitu rentang 4.000.000 hingga 6.000.000 per bulan. Lumayan bukan?
  2. Menjadi perawat homecare juga menjadi salah satu batu loncatan bagi para lulusan tenaga kesehatan yang belum juga mendapatkan pekerjaan khususnya perawat dan bidan. Lowongan perawat dan bidan saat ini boleh dibilang cukup sulit, nah dengan hadirnya jasa perawatan homecare cukup menjadi peluang untuk bekerja menghasilkan uang.
  3. Banyak sekali tersedia lowongan pekerjaan bagi tenaga homecare. Jadi anda bisa menentukan atau memilih mana jasa atau yayasan homecare yang dapat memberikan gaji yang tinggi dan mana jasa homecare yang memberikan gaji yang rendah.
  4. Kesempatan atau peluang untuk menjadi tenaga homecare saat ini masih cukup besar dan mudah. Tidak perlu pengalaman kerja dan keahlian atau pelatihan khusus.
  5. Berawal menjadi peerawat homecare untuk anggota keluarga pasien yang sakit anda juga bisa menjadi bagian atau dijodohkan dengan anggota keluarganya apabila jika anda memang perawat yang ramah dan baik.
  6. Jika anda beruntung anda akan ikut diajak jalan – jalan kemanapun pasien pergi bahkan keluar negeri secara gratis.
  7. Anda tidak perlu menyewa kamar kos atau rumah kontrakan. Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk keperluan makan dan mandi anda. Hal ini dikarenakan menjadi perawat homecare akan disediakan kamar tidur dan makan yang terjamin.
  8. Kerja sebagai perawat homecare lebih santai dibandingkan dengan bekerja di rumah sakit atau klinik.

Kerugian dan Resiko Menjadi Perawat Homecare :
  1. Bekerja sebagai perawat homecare bukan pilihan yang tepat untuk dilakukan dalam jangka waktu lama. Disamping ilmu keperawatan dan kebidanan anda yang anda peroleh selama kuliah tidak berkembang, anda juga akan kesulitan untuk update ilmu yang berkembang saat ini.
  2. Resiko menjadi perawat homecare adalah ketika anda mendapat pasien dan keluarga pasien yang kurang menghargai perawat maka hidup anda seakan terasa tersiksa. Apalagi jika anda sampai disuruh – suruh untuk melakukan pekerjaan yang bukan merupakan job desk anda atau bahkan anda dimaki – maki oleh keluarga pasien homecare anda.
  3. Sebenarnya home care itu pekerjaan sampingan, bukan pekerjaan tetap perawat atau bidan.
  4. Resiko lain sebagai perawat homecare adalah ketika anda menemui pasien anda tiba – tiba terjadi perburukan atau bahkan meninggal maka ada perasaan takut dan bersalah pada diri anda. Meskipun tanggung jawab pasien tetap menjadi tanggung jawab yayasan anda.
  5. Menjadi perawat homecare penuh dengan kejenuhan dan kebosanan. Hal ini disebabkan karena anda akan menjumpai pasien itu – itu saja sepanjang waktu dan anda tidak bisa meninggalkan pasien anda kecuali hanya hari libur saja.
  6. Menjadi perawat homecare juga sudah dipastikan jam istirahatnya berkurang. Pola tidur kita akan tidak karuan dan kesehatan kita akan mudah terrganggu. Hal ini disebabkan karena kita harus tetap mengawasi pasien kita, pasien anda adalah tanggung jawab anda saat itu, anda sudah dibayar untuk merawat keluarga mereka, sehingga apa yang pasien mau dan kapanpun anda harus memenuhi dan menurutinya.
  7. Hari libur perawat homecare biasanya sudah dipatok maksimal sebulan 2-4 hari. Sehingga kesempatan anda untuk berkumpul bersama keluarga dan teman – teman anda cukup sedikit.

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian menjadi perawat homecare yang bisa penulis sajikan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan bisa dijadikan sebagi pedoman atau acuan ketika anda akan memutuskan diri sebagai perawat homecare.