Tampilkan postingan dengan label Standar Operasional Prosedure (SOP). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Standar Operasional Prosedure (SOP). Tampilkan semua postingan
Persiapan Pasien Untuk CT Scan Dengan Kontras

Persiapan Pasien Untuk CT Scan Dengan Kontras


PENGERTIAN
Computerized Tomography (CT Scan) adalah suatu pemeriksaan diagnostik non invasif lapis demim lapis organ dengan menggunakan x-rays; komputer menggunakan informasi yang diperoleh untuk menyusun gambar dari struktur internal organ menggunakan medium kontras.
  
TUJUAN
1.      Untuk mendeteksi lesi.
2.      Untuk memonitor dampak operasi atau terapi.
3.      Untuk menegakkan diagnose medis
4.      Untuk mengetahui penyebab penyakit

PERSIAPAN

A.  Persiapan Alat :
1.   Status atau rekam medik klien.
2.   Hasil pemeriksaan diagnostik sebelumnya.
3.   Formulir pesanan pemeriksaan CT Scan.
4.   Hasil laboratorium (ureum dan kreatinnin)

B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang tujuan dan prosedur yang akan dilakukan.
2.   Menjelaskan kepada klien untuk tetap berbaring seama prosedur pemeriksaan.
3.   Puasa selama 4 jam sebelum tindakan

PROSEDUR
1.    Memastikan kelengkapan administrasi klien.
2.    Memastikan kesiapan klien untuk prosedur pemeriksaan.
3.    Mengantar klien ke bagian CT Scan.
4.    Mencuci tangan.

EVALUASI
Mengevaluasi respon klien terhadap prosedur pemeriksaan, terutama bila menggunakan zat kontras.

DOKUMENTASI
1.    Mencatat tanggal dan waktu pemeriksaan.
2.    Mencatat respon klien sesudah prosedur pemeriksaan.
Protap, SOP, Cara dan Protokol Penanganan Hipoglikemi

Protap, SOP, Cara dan Protokol Penanganan Hipoglikemi


Pengerian Hipoglikemi
Hipoglikemi adalah suatu keadaan di dalam tubuh manusia dimana kadar gula didalam darahnya cukup rendah hingga dibawah normal. Nilai normal GDS (gula darah sewaktu) adalah 100 - 150 mg/dl.

Penyebab Hipoglikemi
Hal yang paling sering menyebabkan hipoglikemi adalah pengobatan diabetes melitus (DM) yang tidak terkontrol dan puasa. Orang dengan DM sebaiknya rutin melakukan cek Gula Darah Sewaktu (GDS) meskipun GDS nya sudah terbiasa tinggi akan tetapi setiap hari anda mengkonsumsi obat anti hiperglikemi. Diit yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab dari masalah hipoglikemi. Hal ini disebabkan karena orang dengan berat badan berlebih terkadang berusaha keras untuk melakukan diit hingga ia tidak makan dan minum demi mendapatkan tubuh yang ramping tanpa memperhatikan kesehatannya.

Tanda dan Gejala dari Hipoglikemi 
Orang dengan hipoglikemi biasanya akan menunjukkan kondisi dimana orang tersebut akan terlihat lemas hebat, muncul keringat yang banyak, tangan dan kaki gemeteran, pusing, serta intoleransi aktivitas.

Tujuan
Tujuan dari penanganan hipoglikemi adalah agar masalah hipoglikemi dapat segera teratasi dan tidak timbul masalah yang lebih lanjut pada pasien tersebut. 

Hal - hal yang harus dilakukan dan dipantau selama pasien terjadi hipoglikemi adalah
- Pantau keadaan klinis: lemas hebat, muncul keringat banyak, dan gemetaran
- Pantau GDS (gula darah sewaktu) pasien
- Kaji adanya riwayat penyakit gula (diabetes melitus)

Prosedure Penatalaksanaan Penanganan Hipoglikemi (gula darah rendah):
- Jika GDS < 60 mg/dl berikan dextrose 40% sebanyak 2 flacon + infus dextrose 10% 500cc/8 jam
- Jika GDS 60 - 80 mg/dl berikan dextrose 40% sebanyak 1 flacon + infus dextrose 10% 500cc/8 jam
- Jika GDS 80 - 100 mg/dl berikan infus dextrose  10% 500cc/8 jam
- Jika GDS 100 - 150 mg/dl berikan infus dextrose 5%  500cc/8 jam
- Jika GDS 150 - 200 mg/dl berikan infus Nacl 0.9% 500cc/8 jam

Lakukan pemeriksaan GDS tiap jam sampai GDS > 100 mg/dl selama 3 kali berturut - turut.
Selanjutnya Lakukan pemeriksaan GDS tiap 2 jam sampai GDS >100 mg/dl selama 3 kali berturut - turut.
Selanjutnya lakukan pemeriksaan GDS tiap 4 jam sampai GDS > 100 mg/dl selama 3 kali berturut - turut.
Selanjutnya lakukan pemeriksaan GDS tiap 6 jam KGDH  + koreksi dosis kelipatan 5 unit mulai dari GDS 150 - 200 mg/dl  dan kelipatannya.
Artinya:
- GDS 150 - 200 mg/dl berikan insulin  sebanyak 5 unit
- GDS 200 - 250 mg/dl berikan insulin sebanyak 10 unit
- GDS 250 - 300 mg/dl berikan insulin sebanyak 15 unit
- GDS 300 - 350 mg/dl berikan insulin sebanyak 20 unit
- GDS 350 - 400 mg/dl berikan insulin sebanyak 25 unit


Semoga bermanfaat..
Prosedure Tindakan Foto Rontgen Thorax di ICU, NCCU, HCU, SCU, PICU

Prosedure Tindakan Foto Rontgen Thorax di ICU, NCCU, HCU, SCU, PICU

Proses Tindakan Foto Rontgen Thorax
Pengertian: Suatu tindakan pemeriksaan diagnostik yang pelaksanaannya dilakukan di ruang rawat inap intensive care (ICU, HCU, NCCU, PICU dan SCU).


Tujuan:

1.  Untuk melihat kelainan dasar / penyakit yang mendasar pada paru dan jantung
2.   Untuk mengevaluasi dan membandingkan hasil foto yang lalu
3.   Untuk mengevaluasi ketepatan posisi ETT, CVP kanule setelah pemasangan
4.   Melihat adanya komplikasi akibat tindakan dan prosedur invasif yang berhubungan langsung dengan rongga dada
Ruang lingkup: 

Persiapan    :

Pastikan ada formulir permintaan radiologi  dan ditanda tangani oleh dokter tersebut

Prosedur :
1
1.    Dokter ICU membuat permintaan untuk dilakukan foto rontgen pada formulir radiologi dan ditanda tangani oleh dokter tersebut
2.    Formulir diserahkan kepada perawat jaga atau PJ shift untuk didokumentasikan pada buku ekspedisi
3.    Perawat jaga/ Penanggung Jawab shift menyerahkan formulir tersebut keloket keuangan IGD
4.    Kasir IGD akan memberitahu keluarga bahwa akan dilakukan tindakan rontgen thorak di ICU
5.    Formulir radiologi dan surat-surat jaminan tersebut diantar oleh pekarya kesehatan ke loket radiologi
6.    Kurang lebih 15 menit kemudian  petugas radiologi datang ke ruangan ICU untuk melakukan rontgen thorak
7.    Lima belas menit setelah dilakukan foto rontgen, pekarya kesehatan mengambil hasilnya ke bagian radiologi dan diserahkan ke perawat jaga atau Penanggung Jawab shift
8.      Hasil foto rontgen tesebut diserahkan kepada dokter Jaga untuk dapat dibaca hasilnya

Unit Terkait :
1.      Depertemen Radiologi
2.      Ruangan Intensive (ICU, HCU, SCU, NCCU, PICU)