Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Rumus dan Cara Koreksi Hemoglobin

Rumus dan Cara Koreksi Hemoglobin

KOREKSI HEMOGLOBIN 

RUMUS :
1. WHOLE BLOOD (WB)  : ∆ Hb X BB X 6
2. PACKED CELL (PRC)    : ∆ Hb X BB X 3


Ket : ∆ Hb = jumlah Hb yang diinginkan – nilai Hb hasil lab

Contoh :
Hb yang diinginkan 10 dan Hb hasil lab 7 jadi ∆ Hb = 10 – 7
= 3 dan BB 60 kg.
Untuk WB : 3 x 60 x 6 = 1040 cc

Untuk PRC : 3 x 60 x 3 = 540 cc
Cara & Persyaratan Membuat Surat Izin Praktek/Kerja Bidan

Cara & Persyaratan Membuat Surat Izin Praktek/Kerja Bidan

Sesuai dengan Permenkes Nomor : 1464/Menkes/Per/X/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan.
Persyaratan :
Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir SIK Bidan, dengan melampirkan :

  1. Copy SIB / STR yang masih berlaku dan dilegalisir.
  2. Foto copy KTP pemohon.
  3. Surat Keterangan sehat fisik dari dokter.
  4. Surat pernyataan memiliki tempat praktek.
  5. Foto warna 4 x 6 sebanyak 3 (TIGA) lembar.
  6. Rekomendasi dari Kepala Dinas Kesehatan atau pejabat yang ditunjuk.
  7. Rekomendasi Organisasi Profesi.
  8. Foto copy Izin Operasional Institusi tempat anda bekerja (yang masih berlaku).
  9. SIK Asli yang lama bagi yang memperpanjang.
  10. Surat Permohonan kepada KASATLAK PTSP (bermaterai 6000).
  11. Surat Pernyataan Tunduk Pada Peraturan yang berlaku (bermaterai 6000).
  12. Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran dokumen yang diberikan (bermaterai 6000).



Bagi pembaharuan SIK melampirkan :
  1. SIK / SIP Asli yang lama.
  2. Surat Keterangan dari Pimpinan sarana pelayanan kesehatan yang menyatakan masih bekerja sebagai Bidan.
Masa berlaku Surat Izin Praktek Bidan :
Sesuai masa berlaku Surat Izin Bidan (SIB) atau Surat Tanda Registrasi (STR) bidan.

Perbedaan Antara Bidan Klinik dan Bidan Pendidik

Perbedaan Antara Bidan Klinik dan Bidan Pendidik


Banyak sekali ditemukan pertanyaan-pertanyaan pada sebuah forum atau diskusi yang membahas tentang “lebih baik bidan pendidik atau bidan klinik?”. Suatu pilihan pada saat sekarang tentunya akan menjadi dampak pada waktu yang akan datang, entah itu dampak yang positif atau dampak yang negative. Dampak positif itu apabila pilihan anda sejalan dengan apa yang anda harapkan, sesuatu yang anda kerjakan selalu berjalan mulus. Sedangkan dampak negatife apabila apa yang anda harapkan atau pilih dari awal tidak sesuai dengan apa yang terjadi atau yang anda kerjakan saat itu sungguh jauh dari harapan.

Pilihan itu terutama adalah pilihan tentang masa depan untuk karir dan pekerjaan anda. Alloh swt memang sudah menentukan jalan takdir setiap hambanya, namun apabila takdir itu tidak kita jemput dengan hati yang lapang dan penuh semangat maka hasilnya tentunya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Menjadi tenaga kesehatan khususnya bidan tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Banyak para bidan yang baru lulus beralih profesi dari yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat (bidan klinik) beralih menjadi dosen (bidan pendidik).

Ada beberapa hal yang bisa menjadi panduan dan pertimbangan bagi anda untuk mengambil keputusan untuk memilih bidan klinik atau bidan pendidik dilihat dari berbagai segi dalam kehidupan nyata sehari - hari.

Bidan klinik
  1. Apabila anda memilih bidan klinik anda tidak perlu kuliah lagi, anda tinggal membuat STR atau SIB yang merupakan syarat wajib bagi seorang bidan klinik.
  2. Lahan atau lapangan kerja untuk bidan klinik sangat terbuka lebar, selain rumah sakit masih sangat banyak lowongan kerja untuk bidan klinik diantaranya: puskesmas, yayasan/panti, bidan PTT, klinik, bidan praktek swasta (BPS), kantor atau perusahaan yang membutuhkan pelayanan bidan, homecare, home visite, praktek dokter, apotek, rumah bersalin, pabrik farmasi, dan lain sebagainya. Selain itu apabila anda bekerja disebuah rumah sakit terkadang juga diminta sebagai CI (clinical instruktur) bidan pendidik bagi mahasiswa yang sedang praktek di rumah sakit anda.
  3. Untuk masalah gaji tentunya bidan klinik mempunyai kesempatan memperoleh gaji yang lebih besar dari pada bidan pendidik. Sebagai misal anda bekerja disebuah klinik, sepulang dari klinik anda buka praktek dirumah, disamping itu anda juga melakukan home visit maka sudah dipastikan pendapatan anda bisa dikatakan lebih dari cukup.
  4. Kesempatan atau peluang dimasa depan. Baik bidan klinik maupun bidan pendidik hamper tidak ada perbedaan dikarenakan jika anda sudah menggapai masa tua tentunya sudah mempunyai tabungan masing-masing. Hanya saja bagi bidan klinik biasanya sampai tua anda tetap bisa melakukan praktek mandiri di rumah.
  5. Mengenai waktu, tentunya bidan klinik akan mempunyai waktulebih sedikit untuk istirahat, itu dikarenakan waktu bekerja anda ditentukan ddengan system shift, meski banyak pula yang office hour. Bagi anda bidan praktek mandiri maka bersiap-siaplah jika setiap saat anda akan dipanggil dan dikunjungi oleh pasien anda yang hendak melahirkan.


Bidan pendidik
  1. Ketika anda memilih bidan pendidik maka anda tidak perlu membuat STR atau SIB, namun anda wajib melanjutkan kuliah lagi minimal D4 dan S2.
  2. Lahan pekerjaan anda nantinya adalah sekolah-sekolah kesehatan, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, kementerian kesehatan, kantor asuransi swasta maupun BPJS, bidan coordinator daerah dan dinas kesehatan kabupaten. Selain itu anda juga bisa mendaftar di perusahan-perusahaan atau bank swasta yang membuka kesempatan lowongan untuk segala jurusan. Agak sedikit memang dibandingkan dengan lapangan kerja bidan klinik, akan tetapi peminatnya sedikit, sehingga kesempatan untuk mengisi lowongan kerja bidan pendidik masih besar.
  3. Berbeda dengan bidan klinik, masalah gaji atau pendapatan bidan pendidik agaknya tidak sebanyak bidan klinik, sebabnya adalah bidan pendidik tidak bisa melakukan kegiatan yang dilakukan bidan klinik, seperti home visite dan  buka praktek mandiri.
  4. Bagi bidan pendidik ketika sudah menuju masa tua atau pensiun biasanya tinggal focus pada rumah tangga, akan tetapi jika anda mau melanjutkan kuliah maka anda bisa menambah waktu atau masa pensiun.
  5. Bagi bidan pendidik waktu anda akan lebih diuntungkan sebab pekerjaan anda lebih banyak dengan system office hour yang rutin.

Begitulah sedikit tentang gambaran pekerjaan dan masa depan anda jika anda memilih pekerjaan sebagai bidan klinik atau bidan pendidik. Semoga uraian sedikit diatas dapat membantu anda dalam memilih dan memantapkan hati untuk pekerjaan anda kedepannya. Pada prinsipnya semua itu tergantung pada diri dan minat anda masing-masing, apabila anda senang terrhadap suatu pekerjaan maka tentunya anda akan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut. Berusahalah semaksimal mungkin, lalu seranhkanlah pada Alloh untuk hasil akhirnya. Semoga kebaikan selalu bersama kita. 
Perbedaan Perawat dan Bidan

Perbedaan Perawat dan Bidan

Perbedaan PERAWAT dan BIDAN dilihat dari kriteria pendidikan, cakupan bidang pekerjaan, lowongan pekerjaan, kesempatan ke luar negeri, gaji, lowongan pekerjaan dan tempat pekerjaan.

Perawat :

  1. Mencakup bidang penyakit dalam, bedah, maternitas (kehamilan), gerontik (perawatan lansia), pediatrik (perawatan anak), dan Kegawat daruratan
  2. Mempunyai jenjang tinggi dari D3, S1, S2, sampai S3.
  3. Mempunyai kesempatan kerja diluar negeri yang luas dengan gaji lumayan tinggi
  4. Perawat cenderung mempunyai lebih banyak lowongan pekerjaan
  5. Perawat juga mempunyai lebih banyak lahan untuk tempat mereka bekerja
  6. Untuk gaji perawat biasanya cenderung sama dengan bidan
  7. Formasi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS lebih banyak

Bidan :
  1. Mencakup bidang maternitas dan peri (bayi)
  2. Jenjang tertinggi di Indonesia sementara hanya sampai DIV Kebidanan
  3. Terbatas kesempatan untuk bisa bekerja keluar negeri
  4. Mempunyai cakupan dalam bidang maternitas yang luas dari persalinan, kontrasepsi dll.
  5. Bidan bisa mendirikan praktek mandiri di rumah
  6. Lowongan kerja bagi bidan hanya mencakup rumah sakit, klinik bersalin, puskesmas, bidan praktek mandiri dll
  7. Kebanyakan bidan yang sudah sukses lebih mudah mencari uang

Itulah beberapa perbedaan antara bidan dan perawat, semoga catatan ini tidak untuk mendiskriminasi, karena tak diragukan lagi kerja sama tim antar dunia kesehatan sangat perlu kita jaga dari kedokteran, perawat, bidan, farmasi, kesehatan masyarakat, dan tenaga medis lainnya. Akan tetapi semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat teman-teman bidan dan perawat baik yang sudah bekerja maupun yang masih mahasiswa dan semoga bisa menjadi pertimbangan bagi pelajar yang akan meneruskan ke jenjang kuliah kesehatan.

Semoga bermanfaat..