Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Pengertian Simbol Bahan Kimia

Pengertian Simbol Bahan Kimia


Bahan kimia pada umumnya memiliki bahaya tersendiri. Bahaya tersebut dapat berupa memiliki racun, mudah terbakar, korosif, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dibuatlah simbol tertentu pada bahan kimia agar kita tahu apa bahaya dari bahan kimia tersebut. Berikut ini adalah penjelasan serta pencegahan dari tiap simbol bahan kimia.

Simbol Bahan Kimia

1.Eksplosif (E= explosive)




Arti dari simbol ini adalah bahan kimia tersebut mudah meledak. Untuk menghindari ledakan dari bahan kimia tersebut maka kita harus menghindari bahan tersebut dari benturan, tabrakan, guncangan, api, dan panas. Contoh bahan kimia yang memiliki simbol ini adalah : Amonium dikromat, dan nitroselulosa.

2.Mudah Terbakar (F= flammable)



Arti dari simbol ini adalah bahan kimia tersebut mudah terbakar. Untuk menghindari terbakarnya bahan tersebut maka bahan tersebut harus terhindar dari kontak dengan udara atau air. Contoh bahan kimia yang memiliki simbol ini adalah : Butana, propana, aseton, benzena, dan dietil eter.

3.Beracun (T = Toxic)




Arti dari simbol ini adalah bahan kimia tersebut beracun. Untuk menghindari resiko terkena racunnya, maka usahakan bahan tersebut jangan sampai kontak langsung dengan tubuh. Contoh bahan kimia yang memiliki simbol ini adalah : Arsen, dimetil, sulfat, dan timbel.

4.Korosif (C= Corrosive)



Arti dari simbol ini adalah bahan kimia tersebut bersifat korosif atau dapat dengan mudah menyebabkan pengikisan. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka hindari kontak langsung dengan tubuh. Contoh dari bahan kimia yang memiliki simbol ini adalah : Asam sulfat dan Brom.

5.Berbahaya (H= Harmful)




Arti dari simbol ini adalah bahan kimia tersebut berbahaya atau bisa jadi sangat berbahaya. Jangan sampai bahan ini kontak langsung dengan tubuh, serta jangan menghirup uap yang dihasilkan oleh bahan ini. Contoh dari bahan kimia yang memiliki simbol ini adalah : Piridin, dan trikloroetilena.

6.Oksidator (O= Oxidizing)




Arti dari simbol ini adalah bahan kimia tersebut dapat menyebabkan kebakaran saat panas ketika kontak dengan bahan organik atau pereduksi. Agar terhindar dari kebakaran maka bahan ini harus dijauhkan dari panas. Contoh dari bahan kimia yang memiliki simbol ini adalah : Natrium peroksida, dan kalium perklorat.

Itu tadi penjelasan mengenai simbol bahan kimia. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membuat pembaca lebih berhati-hati ketika berhadapan dengan berbagai bahan kimia.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi :
TIM ABDI GURU. 2016. IPA TERPADU Jilid 1 Kelas VII SMP/MTs. Jakarta: Erlangga
Pengertian Enzim dan Sifat-sifatnya

Pengertian Enzim dan Sifat-sifatnya

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kata "Enzim" dalam kehidupan kita. Didalam tubuh kita sendiri juga terdapat enzim yang dapat membantu reaksi kimia. Mulai dari mulut, usus, lambung, pankreas yang ada dalam tubuh kita memiliki enzim. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Enzim.


A.Pengertian Enzim
Enzim merupakan katalis yang berupa protein yang dihasilkan oleh sel. Katalis sendiri adalah senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi. Jadi, walaupun tanpa enzim, reaksi kimia tetap dapat berlangsung namun berjalan lambat, namun  dengan adanya bantuan enzim suatu reaksi kimia dapat berjalan dengan lebih cepat.

B.Sifat-sifat Enzim
Adapun beberapa sifat enzim diantaranya adalah :
  • Biokatalisator : Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, bahwa enzim dapat mempercepat berbagai reaksi kimia yang ada didalam sel dengan menurunkan energi aktivasi
  • Spesifik : Artinya suatu enzim tertentu hanya dapat mengadakan perubahan pada zat tertentu pula. Enzim tidak dapat melakukan reaksi pada reaksi yang bukan bidangnya
  • Enzim bekerja secara bolak-balik : Maksudnya, enzim tidak mempengaruhi arah reaksi sehingga dapat bekerja bolak-balik sampai akhirnya terjadi keseimbangan (ekuilibrium)
  • Enzim mudah terdenaturasi dalam suhu tinggi 
  • Pada suhu rendah enzim mengalami koagulasi
  • Termolabil : Artinya kerja enzim dipengaruhi oleh suhu, semakin rendah suhunya semakin lambat kerjanya, sedangkan semakin tinggi suhunya maka semakin cepat pula reaksi kimia yang dilakukan oleh enzim, namun jika suhu terlalu tinggi enzim akan terdenaturasi.
  • Hanya diperlukan dalam jumlah sedikit dikarenakan sifatnya yang sebagai katalisator, sehingga tidak diperlukan dalam jumlah banyak. Asal enzim tidak rusak, maka enzim dapat terus bekerja
  • Enzim termasuk koloid
  • Memiliki nama tertentu yang bersifat khusus : Nama pertama merupakan nama molekul yang diikat, sedangkan nama kedua menunjukkan bentuk reaksi yang difasilitasi oleh enzim dan diberi akhiran ase.

C.Susunan Kimia Enzim
Semua enzim tersusun atas protein, namun ada enzim yang hanya tersusun atas protein saja dan ada pula enzim yang tersusun atas protein yang terikat dengan zat yang bukan protein yang disebut dengan kofaktor. Konfaktor sendiri berfungsi untuk mengaktifkan aksi katalis enzim. Adapun 3 jenis kofaktor yaitu :
  • Gugus prostetik : Merupakan senyawa protein (apoenzim) yang terikat secara permanen dengan senyawa non-protein
  • Koenzim : Senyawa organik yang menjadi bagian sementara dari enzim, yaitu pada saat berlangsung katalisis
  • Ion logam : Dapat membentuk ikatan dengan sisi aktif dan substrat

D.Cara Kerja Enzim

Cara Kerja Enzim
Ada dua tahap kerja pada enzim. Pertama adalah enzim bergabung dengan substrat sehingga terbentuk kompleks enzim substrat [Substrat : Molekul yang terikat pada enzim]. Kemudian, Kompleks enzim substrat tadi terpisah dan menghasilkan produk serta enzim bebas. Proses terjadinya penggabungan enzim dengan substrat hanya terjadi dalam seketika saja. Satu molekul enzim dapat memproses jutaan molekul substrat, sehingga enzim tidak perlu banyak. Enzim juga tidak dihabiskan ketika bereaksi sehingga tubuh tidak perlu memproduksi enzim dalam jumlah banyak. Dalam enzim ada yang disebut dengan sisi aktif enzim. Sisi aktif enzim ini memiliki bentuk tertentu, sehingga substratnya pun harus memiliki bentuk yang sama dengan enzim tersebut, oleh karena itu enzim hanya dapat memproses suatu reaksi kimia tertentu dan tidak dapat memproses reaksi kimia yang lainnya. 

E.Contoh Enzim Pencernaan pada manusia
Berikut adalah contoh enzim yang terdapat dalam proses pencernaan manusia :


Organ
Jenis Enzim Pencernaan
Fungsi Enzim Pencernaan
Kelenjar air liur
Enzim Ptialin atau amilase
Mencerna amilum menjadi maltose
Lambung
Asam Lambung (HCl)
Membunuh bakteri yang masuk kedalam saluran pencernaan

Renin
Mengubah kaseinogen menjadi kasein

Pepsin
Mengubah protein menjadi pepton
Pankreas
Tripsin
Mengubah protein menjadi polipeptida

Lipase Pankreas
Mengemulsikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol

Amilase Pankreas
Mengubah amilum menjadi disakarida

Karbohidrae Pankreas
Mencerna amilum menjadi maltose
Usus halus
Maltase
Mengubah maltose menjadi glukosa

Laktase
Mengubah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa

Enterokinase
Mengubah tripsinogen menjadi tripsin

Lipase
Mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak

Peptidase
Mengubah polipeptida menjadi asam amino

Sukrase
Mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa

Nah, itu tadi penjelasan mengenai pengertian enzim beserta sifat-sifatnya. Semoga dengan adanya artikel ini para pembaca sekalian dapat mengetahui apa itu enzim dan apa saja sifat dari enzim tersebut. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D
Arti Kode Plastik dan Kegunaanya

Arti Kode Plastik dan Kegunaanya

Bagi anda yang suka meminum minuman kemasan,seperti coca-cola,sprite,aqua,dan lain sebagainya pasti pernah menemukan lambang seperti gambar segitiga dengan 3 anak panah dan ditengahnya terdapat nomor-nomor. Terkadang jika dilihat antara satu dengan yang lain lambang-lambang tersebut memiliki nomor ditengah yang berbeda. Namun,tahukah anda bahwa sebenarnya lambang-lambang tersebut memiliki arti dan maksud sehingga diletakkan pada botol-botol minuman ataupun kemasan-kemasan plastik.


Lambang pada kemasan tersebut hanya digunakan untuk bahan-bahan atau kemasan yang terbuat dari plastik dan disebut dengan Kode Plastik. Lambang-lambang atau kode tersebut tadi dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat,agar para pengguna atau pemakai dari plastik tersebut mengetahui bahan kimia apa yang digunakan dan bagaimana cara untuk menggunakannya.

Berikut ini adalah ketujuh jenis plastik yang sering digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari :

1.PET (polyethylene terephthalate)


Jenis Plastik pertama yang sering digunakan oleh manusia adalah PET. Biasanya plastik jenis ini ditemukan pada botol-botol minuman kemasan. Plastik ini berwarna transparan. Plastik jenis ini hanya diperuntunkan untuk Sekali Pakai saja,pengunaan secara berulang akan meningkatkan resiko pertumbuhan bakteri. Jika plastik jenis ini digunakan untuk menyimpan air panas,maka dapat menimbulkan munculnya zat karsinogenik yaitu zat yang dapat menyebabkan kanker dikarenakan lapisan polimer yang terdapat pada botol akan melelah dan akhirnya mengeluarkan zat karsinogenik tadi.

2.HDPE (high density polyethylene)


Jenis Plastik kedua yang sering digunakan oleh manusia adalah HDPE. HDPE merupakan jenis plastik kaku dan merupakan salah satu jenis plastik yang paling aman untuk digunakan. Plastik jenis ini biasanya digunakan untuk Galon Air Minum,Botol Susu,Botol Deterjen dan lain sebagainya. Pada plastik HDPE ini mampu mencegah reaksi kimia antara plastik dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Plastik HDPE ini merupakan jenis plastik yang paling sering didaur ulang. Walaupun begitu HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja. 

3.PVC (polyvinyl chloride)


Jenis Plastik ketiga yang sering digunakan oleh manusia adalah PVC. PVC merupakan jenis plastik yang sangat sulit untuk didaur ulang. PVC ini biasanya digunakan untuk pelindung kabel dan pipa plastik dikarenakan sifatnya yang tahan terhadap sinar matahari. Plastik ini sangat berbahaya untuk kesehatan sehingga untuk dapat memakainya harus digunakan dengan bijak. Untuk menyimpan makanan sangat tidak direkomendasikan untuk menggunakan plastik jenis ini

4.LDPE (low density polyethylene)


Jenis Plastik keempat yang sering digunakan oleh manusia adalah LDPE. Plastik ini terbuat dari minyak bumi dan biasanya digunakan untuk kantong plastik,tempat makanan,botol-botol yang lembek dan lain sebagainya. Plastik jenis ini cenderung aman digunakan untuk menyimpan makanan karena racun yang terdapat pada plastik ini sangat sedikit.

5.PP (Polipropilen)


Jenis Plastik kelima yang sering digunakan oleh manusia adalah PP. PP merupakan jenis plastik yang tangguh dan ringan serta memiliki ketahanan terhadap panas yang sangat baik. Berfungsi sebagai penghalang kelembapan,minyak,dan juga berbagai macam bahan kimia. Plastik jenis ini biasanya didapati pada Kotak-kotak makanan,sedotan,pita,tali dan lain sebagainya. Plastik ini merupakan plastik yang sangat baik untuk makanan dan juga berbagai macam kebutuhan dapur.


6.PS (polystyrene)


Jenis Plastik keenam yang sering digunakan oleh manusia adalah PS. PS merupakan jenis plastik yang berbahaya dan sebisa mungkin untuk dihindari,karena dapat menghambat pertumbuhan dan sistem syaraf,menggangu kesehatan otak. PS biasanya ditemukan pada Sterofoam atau tempat makanan yang biasa digunakan untuk membungkus makanan. Untuk mendaur ulang plastik jenis ini dibutuhkan waktu yang sangat lama dan tidak sebentar. Plastik ini jika dibakar akan mengeluarkan api berwarna kuning jingga.

7.Other (PC - polycarbonate, SAN - styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, dan Nylon)


Plastik jenis PC hanya boleh dipakai sekali pakai saja karena sesudahnya dapat menimbulkan bahaya pada kesehatan tubuh. Sedangkan untuk plastik jenis SAN dan ABS cenderung aman untuk digunakan sebagai tempat makanan. PC biasanya digunakan untuk membuat galon air mineral 19 Liter,Botol Susu Bayi,Botol air minum dan sebagainya. PC memiliki sifat mudah pecah,ringan,jernih,dan secara termal sangat stabil.

Berikut adalah tabel kode Platik dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)


Nah,itu tadi dia penjelasan mengenai Arti dari Kode Plastik dan kegunaanya serta bahayanya. Bagaimana anda sekarang sudah tahu bukan plastik mana saja yang aman untuk dibuat sebagai kemasan makanan? Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu pembaca sekalian dalam lebih memahami maksud dari lambang yang ada pada kemasan plastik. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D
Pengertian dan Macam-macam Campuran

Pengertian dan Macam-macam Campuran

Apa yang dimaksud dengan Campuran? Campuran adalah sebuah zat yang berasal dari gabungan dua zat atau lebih yang berbeda tanpa reaksi kimia yang terjadi dan dapat dipisahkan secara fisika. Campuran dibagi menjadi 2 macam yaitu Campuran Homogen dan Campuran Heterogen. Sebelum kita membahas mengenai kedua macam Campuran tersebut,mari kita bahas terlebih dahulu ciri-ciri Campuran


Ciri-ciri Campuran :
*Komposisi yang beragam
*Perbandingan tidak tetap
*Terbentuk melalui proses fisika
*Dapat dipisahkan melalui proses fisika
*Setiap zat dalam campuran masih memiliki sifatnya.

Setelah mengetahui Ciri-ciri dari Campuran,marilah kita bahas macam-macam Campuran,silahkan simak dibawah ini :

1.Campuran Homogen
Dapatkah anda melihat gula yang sudah terlarut di dalam air?
Campuran Homogen adalah campuran dengan dua zat penyusun atau lebih yang tersebar secara merata,dan tidak memiliki bidang batas. Campuran jenis ini tidak dapat lagi dibedakan antara zat yang satu dengan zat yang lainnya. Zat penyusun pada campuran homogen memiliki sifat yang sama dan merata.
Campuran Homogen disebut juga dengan larutan. Larutan dibagi menjadi dua yaitu Zat Terlarut dan Zat Pelarut. Jumlah Zat Pelarut lebih banyak dibandingkan jumlah Zat Terlarut,sebagai contoh dari Campuran Homogen adalah Air Gula,dimana tentunya air lebih banyak dibandingkan dengan gula yang biasanya kita masukkan.

2.Campuran Heterogen
Campuran Heterogen adalah campuran dengan dua zat penyusun atau lebih yang tersebar secara tidak merata,sehingga masih ada sifat campuran yang berbeda dan terdapat bidang batas yang nyata. Campuran Heterogen dibagi menjadi dua jenis yaitu Suspensi dan Koloid.

a.Suspensi
Suspensi adalah Campuran Heterogen antara zat padat dengan zat cair atau gas,namun zat padat tersebut tidak terlarut. Suspensi yang didiamkan lama akan menimbulkan endapan. Contoh dari Suspensi adalah : Campuran antara air dengan pasir,air kopi,tepung dengan air

b.Koloid
Susu merupakan salah satu contoh Koloid
Koloid adalah campuran heterogen yang terdiri atas dua atau lebih zat penyusunnya, yang salah satu zat tersebut tersebar pada zat yang lainnya namun tidak secara merata. Contoh dari Koloid adalah santan,susu,mentega,keju,agar-agar,busa sabun dan masih banyak lagi.

Nah,itu tadi dia penjelasan mengenai pengertian dan juga macam-macam campuran. Bagaimana sekarang anda sudah mengerti bukan mengenai Campuran? Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu para pembaca sekalian dalam lebih memahami mengenai Campuran. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik selanjutnya :D
Pengertian Senyawa dan Ciri-ciri Senyawa

Pengertian Senyawa dan Ciri-ciri Senyawa

Air (H2O)
Pernah mendengar kata Senyawa? Tentu saya yakin,bagi anda pelajar pernah mendengar kata Senyawa. Namun,apakah anda tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan Senyawa? Senyawa merupakan klasifikasi dari Zat Murni,dimana Zat Murni merupakan kelompok dari Materi (Zat) bersama dengan Campuran. Pengertian dari Senyawa adalah gabungan dari dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia sehingga menjadi zat baru yang memiliki sifat berbeda dari unsur penyusunya. Senyawa dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan kita sehari-hari,sebagai contoh saja salah satu Senyawa yang paling sering kita jumpai adalah Air (H2O) yang merupakan gabungan dari Unsur Hidrogen dan Oksigen. Adapun ciri-ciri dari Senyawa sebagai berikut :

Ciri-ciri Senyawa :
*Tersusun atas dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia
*Senyawa memiliki sifat yang berbeda dari unsur penyusunnya
*Dapat diuraikan menjadi unsur penyusunnya hanya dengan reaksi kimia biasa
*Perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya selalu tetap.
*Dapat diuraikan secara kimia,namun tidak dengan secara fisika.

Sifat Senyawa :
Sifat Senyawa sangat berbeda dengan sifat unsur penyusunnya. Sebagai contoh adalah Air (H2O) yang tersusun atas unsur Hidrogen dan Oksigen. Seperti yang kita ketahui bahwa Hidrogen merupakan gas yang sangat ringan dan sangat mudah untuk terbakar,sedangkan Oksigen adalah gas yang berguna untuk pembakaran. Dimana jika sesuai dengan sifat unsur penyusunya maka air akan memiliki sifat terbakar. Namun,yang terjadi adalah air memiliki sifat memadamkan api dan bukan terbakar.

Berikut ini adalah beberapa contoh senyawa :
*Karbondioksida (CO2)
*Natrium Klorida (NaCl) [Garam Dapur]
*Asam Klorida (HCl) [Pembersih Lantai]
*Asam Asetat (CH3COOH) [Cuka Makanan]
*Air (H2O)

Dan beberapa contoh lainnya dibawah ini :



Nah,itu tadi dia penjelasan mengenai Pengertian dan ciri-ciri dari Senyawa. Bagaimana anda sekarang sudah mengerti bukan apa yang dimaksud dengan Senyawa dan apa saja ciri-cirinya? Semoga dengan adanya artikel ini para pembaca sekalian dapat mengetahui apa itu yang dimaksud dengan Senyawa. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D

Pengertian,Ciri-ciri,dan Contoh Zat

Pengertian,Ciri-ciri,dan Contoh Zat

Molekul (a) Zat Padat,(b) Zat Cair,(c) Zat Gas
Pernahkah anda mendengar kata Zat? Mungkin bagi anda para pelajar,tentu sudah pernah mendengar kata yang satu ini. Namun apakah sebenarnya yang dimaksud dengan apa yang disebut "Zat" itu ? Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Zat memilik nama lain yaitu Materi. Zat terbagi menjadi 3 wujud yaitu Zat Padat,Zat Cair dan Zat Gas. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai 3 wujud zat tersebut.


1.Zat Padat
Molekul Zat Padat
Zat padat adalah zat atau benda yang memiliki bentuk dan juga volume yang tetap. Zat padat memiliki molekul-molekul yang saling berdekatan,tersusun secara tertatur dan memiliki gaya tarik menarik antar molekul yang sangat kuat. Sehingga molekul-molekul yang ada pada zat padat tidak dapat bergerak dengan bebas. molekul yang tidak dapat bergerak bebas tersebut menyebabkan volume pada Zat padat menjadi tetap. Berikut ini adalah ciri-ciri dari Zat Padat

a.Ciri-ciri/Sifat Zat Padat
*Tanpa pengaruh apapun,zat padat bentuknya akan tetap dan tidak pernah berubah
*Zat padat akan mempunyai volume yang tetap
*Molekulnya sangat berdekatan dan teratur
*Gaya tarik menarik antar molekul sangat kuat,sehingga molekul tidak dapat bergerak dengan bebas
*Gerakan molekul pada zat padat sangat terbatas,hanya bergetar dan berputar pada tempatnya saja
*Molekul-molekulnya tidak mudah dipisahkan sehingga bentuknya selalu tetap,atau tidak berubah

b.Contoh Zat Padat :
Banyak sekali contoh Zat Padat,berikut ini adalah contoh-contoh dari zat padat :
*Batu
*Kayu
*Kaca
*Gelas,dan lain sebagainya

2.Zat Cair
Molekul Zat Cair
Zat Cair adalah zat atau benda yang memiliki volume yang tetap tetapi bentuknya berubah-ubah sesuai dengan tempanya/wadahnya. Mengapa bentuknya berubah-ubah? ini dikarenakan molekul-molekul yang ada pada zat cair berdekatan namun renggang,tersusun secara teratur,dan gaya tarik menarik antar partikelnya agak lemah,tidak sekuat pada zat padat,sehingga molekulnya dapat mudah berpindah. Volumenya tetap dikarenakan walaupun molekul pada zat cair mudah berpindah namun tidak akan meninggalkan kelompoknya karena masih adanya gaya tarik menarik antar partikel yang cukup kuat. Berikut ini adalah ciri-ciri dari Zat Cair

a.Ciri-ciri/Sifat Zat Cair
*Bentuk selalu berubah-ubah sesuai dengan tempatnya/wadahnya
*Volume zat cair tetap
*Molekulnya berdekatan namun agak renggang
*Gaya tarik menarik antar molekul agak lemah
*Gerakan molekulnya bebas,namun tidak dapat meninggalkan kelompoknya karena masih adanya gaya tarik menarik.

b.Contoh Zat Cair :
Banyak sekali contoh Zat Cair,berikut ini adalah contoh-contoh dari Zat Cair :
*Air
*Bensin
*Raksa (Unsur logam berbentuk cair),Dan lain sebagainya

3.Zat Gas
Molekul Zat Gas
Zat Gas adalah zat atau benda yang memiliki volume dan bentuk yang selalu berubah-ubah sesuai dengan tempatnya/wadahnya. Mengapa bentuk dan volumenya selalu berubah-ubah? ini dikarenakan letak antar molekul pada zat gas saling berjauhan,tersusun secara tidak teratur,dan memiliki gaya tarik menarik antar molekul yang sangat lemah,sehingga dapat bergerak dengan sangat bebas. Dikarenakan gaya tarik menarik antar partikel sangat lemah,molekul pada zat gas dapat mudah bergerak meninggalkan kelompoknya,akibatnya volume zat gas dapat berubah-ubah. Berikut ini adalah ciri-ciri dari Zat Gas

a.Ciri-ciri/Sifat Zat Gas 
*Bentuk dan Volumenya akan berubah sesuai dengan tempatnya/wadahnya
*Letak antar molekul yang saling berjauhan
*Gaya tarik menarik antar molekul yang sangat lemah
*Memenuhi ruangan,karena gerakan molekulnya sangat bebas

b.Contoh Zat Gas
Banyak sekali contoh Zat Gas,berikut ini adalah contoh-contoh dari Zat Gas :
*Udara
*Semprot nyamuk
*Kentut,dan lain sebagainya

Nah,itu tadi dia penjelasan mengenai pengertian,ciri-ciri dan juga contoh dari Zat. Bagaimana sekarang anda sudah mengerti bukan? Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu pembaca sekalian dalam lebih memahami mengenai Zat. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D