Tampilkan postingan dengan label Inspirasi & Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi & Motivasi. Tampilkan semua postingan
Dapatkah Sertifikat Seminar Digunakan Untuk Melamar Pekerjaan

Dapatkah Sertifikat Seminar Digunakan Untuk Melamar Pekerjaan


Banyak hal atau pertanyaan terkait kegunaan dan fungsi dari kita mengikuti Seminar atau Pelatihan Kesehatan, baik yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit, Universitas maupun oleh EO (penyelenggara Seminar Swasta). Sebenarnya apa aja sih fungsi atau kegunaan dari sertifikat Seminar atau Pelatihan? Nah, pada kesempatan inni, penulis akan merangkum sekaligus membahasnya beberapa pertanyaan terkait tentang Peranan dan Fungsi dari Sertifikat Seminar dan Pelatihan.
Beberapa pertanyaan terkait dengan Info Seminar dan Pelatihan Kesehatan di Indonesia:
  1. Wajibkah para tenaga kesehatan untuk mengikuti Seminar dan Pelatihan Kesehatan?
  2. Untuk Mahasiswa kesehatan apakah sudah harus mengikuti dan mengumpulkan Sertifikat Seminar dan Pelatihan?
  3. Selain untuk mengumpulkan SKP, dapatkah Sertifikat Seminar dan Pelatihan digunakan untuk melamar pekerjaan?
  4. Sertifikat yang seperti apa yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan?
Oke, dari keempat pertanyaan tersebut kita akan coba analisa dan jawab berdasarkan pengalaman dan kenyataan yang teradi di sekitar kita.
Yang pertama,  apakah wajib bagi setiap tenaga Kesehatan (Tenakes) untuk mengikuti Seminar dan Pelatihan Kesehatan? Jawabannya jelas sekali "WAJIB". Wajib disini bukan berarti setiap Info Seminar Kesehatan harus diikuti, melainkan setiap Tenakes diwajibkan untuk meng-upgrade ilmunya dan meningkatkan pengetahuannya dengan cara mengikuti Seminar dan Pelatihan yang diselenggarakan baik oleh Rumah Sakit, Kampus maupun EO.

Pertanyaan yang kedua, bagi mahasiswa kesehatan apakah sudah diwajibkan untuk mengikuti Seminar dan Pelatihan? Jawaban terbaiknya adalah "belum wajib" namun untuk beberapa Seminar dan Pelatihan Wajib diikuti oleh mahasiswa. Sebagai contoh adalah Pelatihan BTCLS / PPGD (untuk perawat), sebab ketika anda lulus dari kuliah dan ingin melamar kerja maka Sertifikat BTCLS / PPGD sakan sudah menjadi syarat wajib.

Yang ketiga, selain untuk mengumpulkan SKP apakah sertifikat Seminar dan Pelatihan dapat digunakan untuk melamar pekerjaan? Jawabannya adalah "YA". Pernahkah anda jumpai pada persyaratan dan kelengkapan berkas lamaran pekerjaan yang menyebutkan "Kirimkan segera Surat lamaran & CV anda dilengkapi dengan sertifikat pendukung lainnya ke alamat: .......dst?". Nah, disinilah peranan dan fungsi Sertifikat Seminar dan Pelatihan yang dimiliki baik oleh umum dan mahasiswa untuk mendaftar pekerjaan nantinya.

Lalu yang terakhir, sertifikat yang seperti apa sih yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan? Apakah semua sertifikat Seminar dan Pelatihan dapat digunakan untuk melamar pekerjaan? Menurut pengalaman penulis dalam hal melamar pekerjaan dan penulis juga sempat menjadi Panitia Penerimaan Pegawai Baru sebuah Rumah Sakit, Sertifikat yang sangat dianjurkan untuk melamar pekerjaan (PERAWAT) diantaranya adalah: Sertifikat Pelatihan PPGD / BTCLS / Haemodialisa / ICU / PICU, (BIDAN: PPGDON / APN), Sertifikat Seminar yang diadakan oleh Rumah Sakit baik Negeri Maupun Swasta, serta Sertifikat Keanggotaan Organisasi Kemahasiswaan atau Sertifikat Penghargaan. Keempat Sertifikat tersebut mempunyai Nilai lebih ketika anda gunakan untuk melamar pekerjaan. Silahkan buktikan sendiri..

Nah, itulah yang dapat penulis bagikan buat temen-temen pembaca khususnya para Tenaga Kesehatan dan Mahasiswa. Semoga tulisan yang sedikit ini dapat bermanfaat untuk temen-temen, dan dapat membangkitkan semangat temen-temen untuk senantiasa meng-upgrade kelimuannya dengan cara mengikuti Seminar-seminar dan Pelatihan Kesehatan. Nah, untuk temen-temen yang sedang mencari pekerjaan dan mahasiswa, mulai sekarang belajar selektiflah dalam mengikuti Seminar dan Pelatihan Kesehatan, utamakan untuk memilih Seminar dan Pelatihan Kesehatan yang diadakan oleh Penyelenggara yang berpengalaman, Seperti Seminar-seminar dan Pelatihan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit, baik Negeri maupun Swasta, AGD 118, HIPERCCI, dll.

Salam hangat dari penulis..
Cara Mencegah dan Menghadapi Pasien/Keluarga yang Kritis, Cerewet dan Emosi

Cara Mencegah dan Menghadapi Pasien/Keluarga yang Kritis, Cerewet dan Emosi


Menjadi tenaga kesehatan baik dokter, perawat, bidan, analis, radiografer, ahli gizi, rekam medis, dan lain sebagainya yang setiap harinya berkecimpung dengan pasien dan keluarga pasien. Situasi seperti itu dapat kita temukan selain di rumah sakit juga dapat kita temukan di klinik, puskesmas, rumah bersalin, bidan praktek swasta atau yang lain sebagainya. Berbagai hal tentang pasien dan keluarga pasien akan kita temukan di tempat kerja tersebut. mulai dari pasien yang cerewet sampai dengan pasien yang mengamuk. Nah, menghadapi hal seperti itu ibarat sudah menjadi makanan atau pekerjaan kita sehati - hari.


Disini penulis akan berbagi tips sedikit tentang cara perawat, bidan, dokter dan tenaga medis lainnya menghadapi pasien dan keluarga pasien yang cerewet, kritis dan suka emosi. 



Hal pertama yang anda lakukan adalah sebelum berangkat kerja pastikan kondisi kesehatan anda benar - benar prima supaya dalam memberikan asuhan kesehatan kepada pasien dapat dengan baik dan sempurna. Kemudian buang sejenak masalah anda di rumah baik itu masalah anda pribadi, masalah keluarga atau masalah yang lainnya. Hal ini dilakukan agar anda tetap berkonsentrasi dan fokus terhadap pekerjaan anda, sehingga meminimalisir kesalah yang bisa membuat atau memancing kemarahan pasien dan keluarga pasien.



Hal kedua yang perlu anda persiapkan untuk menghadapi tantangan pelayanan di masa kini adalah bekali diri anda dengan pengetahuan tentang segala macam yang berkaitan tentang profesi anda dan tempat kerja anda, sehingga ketika anda ditanya tentang sebuah masalah oleh pasien atau keluarga pasien jawaban anda dapat memuaskan mereka.



Hal ketiga adalah bersikaplah dengan ramah, sopan dan senyum setiap anda berhubungan dengan pasien atau keluarga pasien sehingga pasien dan keluarga pasien akan senang melihat kita. Ketika mereka sudah suka kepada kita maka seterusnya sudah dipastikan akan tetap repek dan sayang kepada kita.

Senyum Perawat Yang Indah Dipandang Mata

Hal keempat yang perlu anda lakukan adalah jangan panik dan gugup ketika anda ditanya oleh keluarga atau pasien tentang masalah atau pertanyaan yang tidak anda kuasai sebelumnya. Jangan berikan jawaban yang kesannya mengarang! Sebab sekarang pasien dan keluarga pasien sudah pandai mencari informasi melalui media internet dan sebagainya. Saran saya ungkapkan saja sejujurnya misal: Perawat ditanya tentang masalah tentang pasien tetapi tidak bisa menjawabnya, anda bisa menjawab dengan jawaban ini "Owh iya ibu/bapak, untuk pertanyaan itu mohon maaf bukan wewenang saya untuk menjawbnya, mungkin dokter, kepala ruang atau PP kami bisa menjawabnya, nanti akan kami sampaikan tentang pertanyaan dan masalah ibu tersebut" atau sebagai contoh lagi ketika anda ditanya tentang isi sebuah obat serta indikasi dan kontraindikasinya yang sebelumnya anda tidak mengetahuinya, anda bisa menjawab dengan jawaban seperti ini "baik, bapak/ibu mohon maaf obat itu masih baru juga bagi kami, sehingga kami juga perlu mencari referensinya, sebentar ibu sabar dulu ya.. kami coba tanyakan pada bagian farmasi atau kami akan coba searcing sebentar mengenai isi dan efek samping obat itu, ibu sabar sebentar ya..


Hal terakhir adalah cobalah bersikap respon secepatnya ketika pasien atau keluarga pasien membutuhkan kita. Jika anda menjumpai keluarga yang benar - benar sudah kelewatan maka segeralah panggil bantuan satpan atau supervisi yang sedang berdinas pada saat itu untuk membantu mengamankan anda dan pasien anda. Tetap jaga diri anda untuk tidak ikut - ikutan emosi, sabar dan tetaplah berlaku baik pada pasien atau keluarga pasien tersebut. Ketika suasana tenang dan sunyi Sekali - kali ajaklah pasien dan keluarga pasien untuk bercanda, namun jangan berlebihan.


Itulah sedikit tips dan cara mencegah atau menhadapi pasien dan keluarga pasien yang emosi dan cerewet serta kritis. Intinya berilah kesan awal yang baik dari diri anda pada pasien dan keluarga pasien anda. Pokoknya apabila anda sudah dikenal baik, ramah dan rajin oleh pasien dan keluarga pasien maka seterusnya kesan itu akan tetap berkesan bagi mereka. Bahkan nama anda akan selalu dicari - cari oleh mereka. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi anda para tenaga kesehatan sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis antara anda dan pasien serta keluarga pasien anda. Tetaplah bijak, sopan, ramah, dan sabar dalam menghadapi pasien anda. Semoga bermanfaat..
Keuntungan Menjadi Perawat / Suster

Keuntungan Menjadi Perawat / Suster

Banyak dari sekian perawat yang saya temui ternyata menjadi perawat itu ternyata bukan kehendak dari hati mereka, kebanyakan mereka dipaksa orang tua, ikut-ikutan teman, atau bahkan ada yang karena terlanjur salah memilih jurusan dan karena diterimanya hanya di jurusan keperawatan. Itulah sebabnya ketika mereka kuliah nilai yang mereka raih pas-pasan alias yang penting lulus. Namun tidak sedikit pula para perawat yang ternyata menjadi perawat itu mereka dikarenakan panggilan hati mereka dan memang menjadi perawat adalah hal yang mereka inginkan. Nah jadi sebenarnya kita itu bisa mempredisikan hasil belajar atau IPK mahasiswa perawat itu dari keminatan hati mereka terhadap perawat. Orang yang menjadi perawat karena pilihan hati mereka bukan paksaan dari orang tua biasanya mereka belajarnya lebih semangat dan serius sehingga hasil nilai belajarnya banyak yang memuaskan. Sedangkan orang yang menjadi perawat karena sebuah paksaan dari orang tua biasanya nilai hasil belajarnya tidak sebaik mereka yang ingin menjadi perawat karena pilihan hati mereka.

Pernahkah anda mendengar menjadi perawat merupakan pekerjaan mulia? Ya, statement itu benar kiranya. Selain itu menjadi seorang perawat itu mempunyai keuntungan yang sangat banyak loh.. mau tau apa aja keuntungan memilih pekerjaan menjadi perawat? Oke disini penulis akan sedikit share ya tentang keuntungan menjadi seorang perawat. Semoga dapat menambah semangat teman-teman mahasiswa yang sedang kuliah keperawatan yang mungkin awalnya mereka dipaksa oleh orang tuanya, teman-teman yang merasa menyesala mengambil jurusan perawat dan semua orang siapapun dimanapun yang sedang kuliah perawat, atau seorang perawat atau para orang tua yang menginginkan ananknya menjadi seorang perawat.

Keuntungan yang bisa dimiliki dari seorang perawat:

  1. Perawat itu merupakan pekerjaan yang mulia. Hal ini sudah pasti, sebab setiap tindakan perawat yang dilakukan dengan ikhlas pasti akan dicatat sebagi suatu amal baik, soalnya bisa membantu untuk kesempuhan pasien, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa kesembuhan pasien itu datangnya hanya dari Alloh SWT. Taukah anda bahwa hanya dengan senyuman seorang perawat, pasien dan keluarga pasien itu akan merasa senang loh.. Subhanalloh.. Nah bagi teman-teman yang ingin bekerja sambil ibadah ya [erawat lah pilihannya.
  2. Menjadi perawat mudah mencari pekerjaan. Benarkah demikian? Saya jawab ya benar, saat ini kebutuhan perawat masih dibilang sangat banyak loh. meskipun lulusan perawat setiap tahun selalu ada tapi hampir semuanya akan cepat diserap lapangan pekerjaan.
  3. Perawat itu calon menantu yang banyak diharapkan oleh para calon orang tua. Menjadi perawat merupakan salah satu kebanggan orang tua dan harapan para calon mertua loh, benarkah demikian? Ya, banyak sekali orang tua yang mengharapkan agar menantunya nanti adalah seorang perawat, hal ini terbukti beberapa orang yang mempunyai pacar atau calon pendamping hidup seorang perawat pasti kebanyakan dari mereka disetujui oleh orang tuanya. Para calon orang tua juga berharap bahwa dengan ,emamtu perawat nantinya kalo orang tua sudah semakin tua mereka juga akan merawatnya dengan setulus hati. Jangankan orang tua sendiri, pasien aja yang bukan siapa-siapanya aja dirawat dengan setulus hati.
  4. Perawat itu mempunyai lapangan pekerjaan yang cukup luas. Selain kesempatan kerjanya mudah dan cepat, perawat juga mempunyai lapangan pekerjaan yang cukup luas, mulai dari rumah sakit, klinik, puskesmas, panti asuhan, homecare, yayasan, pendidikan dan PT bahkan perawat memiliki kesempatan yang besar untuk keluarr negeri. Nah, hal yang lebih menyenangkan ialah bahwa kebutuhan tenaga dan formasi perawat yang dibuka seelalu lebih besar dibandingkan dengan formasi pekerjaan yang lain.
  5. Perawat mempunyai formasi dalam CPNS cukup banyak loh setiap tahunnya. Siapa sangka menjadi Pegawai Negeri Sipil itu susah? Sebenarnya tidak begitu susah, yang penting kita tahu celah dan trik serta tips nya untuk sukses menjadi seorang PNS. Anda bisa memperoleh tips cara menjadi PNS di Tips dan Cara untuk Sukses Tes CPNS.
Mungkin itu yang bisa sedikit penulis bagikan dengan para pembaca sekalian. Semoga para pembaca semakin bijak dan pandai dalam memilih sebuah pekerjaan khususnya dibidang kesehatan. Penulis juga mempunyai tips bagi para tenaga kesehatan yang sedang mencari pekerjaan atau info lowongan kerja bisa mengunjungi web-web atau situs-situs lowongan kerja medis seperti: career-medis(dot)com, lowongan-medis.blogspot(dot)com, lowonganmedis(dot)com, dan yang lainnya.

Penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan sebagai motivasi atau penyemangat buat teman-teman perawat diseluruh Indonesia.

Salam Perawat,


Perbedaan Perawat dan Bidan

Perbedaan Perawat dan Bidan

Perbedaan PERAWAT dan BIDAN dilihat dari kriteria pendidikan, cakupan bidang pekerjaan, lowongan pekerjaan, kesempatan ke luar negeri, gaji, lowongan pekerjaan dan tempat pekerjaan.

Perawat :

  1. Mencakup bidang penyakit dalam, bedah, maternitas (kehamilan), gerontik (perawatan lansia), pediatrik (perawatan anak), dan Kegawat daruratan
  2. Mempunyai jenjang tinggi dari D3, S1, S2, sampai S3.
  3. Mempunyai kesempatan kerja diluar negeri yang luas dengan gaji lumayan tinggi
  4. Perawat cenderung mempunyai lebih banyak lowongan pekerjaan
  5. Perawat juga mempunyai lebih banyak lahan untuk tempat mereka bekerja
  6. Untuk gaji perawat biasanya cenderung sama dengan bidan
  7. Formasi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS lebih banyak

Bidan :
  1. Mencakup bidang maternitas dan peri (bayi)
  2. Jenjang tertinggi di Indonesia sementara hanya sampai DIV Kebidanan
  3. Terbatas kesempatan untuk bisa bekerja keluar negeri
  4. Mempunyai cakupan dalam bidang maternitas yang luas dari persalinan, kontrasepsi dll.
  5. Bidan bisa mendirikan praktek mandiri di rumah
  6. Lowongan kerja bagi bidan hanya mencakup rumah sakit, klinik bersalin, puskesmas, bidan praktek mandiri dll
  7. Kebanyakan bidan yang sudah sukses lebih mudah mencari uang

Itulah beberapa perbedaan antara bidan dan perawat, semoga catatan ini tidak untuk mendiskriminasi, karena tak diragukan lagi kerja sama tim antar dunia kesehatan sangat perlu kita jaga dari kedokteran, perawat, bidan, farmasi, kesehatan masyarakat, dan tenaga medis lainnya. Akan tetapi semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat teman-teman bidan dan perawat baik yang sudah bekerja maupun yang masih mahasiswa dan semoga bisa menjadi pertimbangan bagi pelajar yang akan meneruskan ke jenjang kuliah kesehatan.

Semoga bermanfaat..

HARUSKAH PUNYA CHANEL/ORANG DALAM KETIKA AKAN MELAMAR PEKERJAAN?

HARUSKAH PUNYA CHANEL/ORANG DALAM KETIKA AKAN MELAMAR PEKERJAAN?

Ketika anda dengan bahagianya lulus dari perguruan tinggi dengan nilai IPK yang sangat memuaskan atau bahkan cumlaude, namun kebahagiaan tersebut untuk kesekian detiknya sirna tatkala anda tidak mempunyai orang adalam atau chanel yang bisa menyalurkan anda untuk bekerja? Jangan sedih, Alloh SWT lah yang akan menyalurkan anda ke tempat kerja yang terbaik dan paling tepat. Mungkin dalam hati kita terbersit rasa iri ketika teman-teman kita sudah mempunyai chanel untuk menyalurkan pekerjaan mereka masing-masing, baik itu orang tuanya, om, tante, kakak, paman, saudara dekat, atau siapapun yang bekerja pada rumah sakit mungkin, atau instansi kesehatan lain, benar tidak? Sayapun dahulu demikian, tapi untuk saat ini tidak sama sekali, buang jauh-jauhlah semua prasangka anda itu.

Sedikit pengalaman saya, ketika saya baru lulus dari perguruan tinggi dengan IPK yang cukup memuaskan (3.78) dari perguruan tinggi negeri, saya sempat yakin kalo saya bakal diterima bekerja dirumah sakit umum daerah saya. Saya sangat semangat sekali untuk mengumpulkan berkas persyaratan lamaran pekerjaan, karena berharap saya agar bisa untuk cepat bekerja. Untuk teman teman yang ingin mengumpulkan berkas lamaran apa saya yang dibutuhkan untuk melamar kerja, Rumah Sakit khususnya silahkan baca KELENGKAPAN & PERSYARATAN BERKAS LAMARAN PEKERJAAN TERBARU.

Nah, kemudian setelah berkas lamaran pekerjaan saya kumpulkan, saya mulai memasukkan lamaran pekerjaan tersebut ke rumah sakit dan klinik di kabupaten saya, kala itu saya memasukkan lamarannya di 4 Rumah Sakit dan 1 klinik. Apakah saya diterima? Jawabannya tidak, bahkan sampai 3 bulan saya menunggu kabar dari lamaran kerja saya tersebut, namun tidak ada hasilnya sama sekali. Kemudian karena saya takut menganggur terlalu lama sayapun membuat surat lamaran magang ke sebuah RSUD ditempat saya, soalnya teman-teman saya yang lulus bersamaan pada magang disana. Dan apa akhirnya? apakah saya diteria magang di RSUD tersebut? Jangankan diterima, dipanggil saja pun tidak. Bisakah anda bayangkan perasaan saya bagaimana kala itu? Sedih, seddiiihh sekali!

Beberapa waktu kemudian saya mendapat bocoran dari teman saya yang magang disana, katanya untuk bisa magang disana harus melalui orang dalam ternyata, dan sayapun dikasih nomor yang bisa dihubungi, agak senanga hati saya kala itu.. Setelah itu saya langsung cepat-cepat menghubungi nomor tersebut, dan apa jawabannya? "saat ini perawat magangnya sedang penuh, jadi anda menunggu saja dulu sampai sekitar bulan depan" , "iya bu, terimaksih banyak bu" kata saya.. Alhamdulillah.. sepertinya angin segar sedikit mengurangi kegundahan hatiku, Namun setelah setelah hari berrganti hari dan bulan berganti bulan kabar baikpun tidak kunjung datang, Astaghfirulloh...salah apa saya ini, bahkan untuk melamar magangpun susahnya minta ampun. Taukan anda bagaimana perasaan saya saat itu? semakin hancur! seperti tidak ada harapan sama sekali.

Ketika Alloh SWT sudah mendengarkan doa-doa kita, secercah harapanpun mulai muncul, ketika itu saya diajak teman saya untuk bekerja disebuah klinik tempat omnya bekerja yang lokasinya jauh dari kabupaten saya, dan sayapun dengan senang hati menerima ajakan teman saya tersebut, dan alhamdulillah saya mulai bekerja untuk yang pertama kalinya.. senangnya hatiku kala itu.. tempat kerja yang nyaman, rekan kerja yang nyaman dan suasana desa yang sangat nyaman kala itu. Disana kita diberi banyak sekali ketrampilan keperawatan yang mungkin teman-teman yang magang belum tentu meraihnya, sedangkan saya dan teman saya sudah mengalaminya setiap hari. Alhamdulillah..

Semenjak itu harapan-harapanku mulai terkabul, setelah 6 bulan bekerja di klinik kami berniat untuk kembali ke daerah kita masing-masing, karena kebetulan didaerah kita sedang ada pembukaan lowongan kerja perawat secara besar-besaran di salah satu rumah sakit negeri, yang jelas bukan dikabupaten saya. Ketika itu teman saya berhasil diterima disana, dan saya belum rezekinya mungkin, tapi tetap alhamdulillah.. Kemudian saya dihubungi dosen untuk mencoba memasukkan lamarannya ke sebuah rumah sakit negeri milik sebuah universitas, dan alhamdulillah saya diterima disana, ketika itu juga saya diterima di sebuah rumah sakit negeri di jakarta dan RSUD di tetangga kabupaten saya. Hampir bingung saya memilihnya, konsultasi sana konsultasi sini, dan padda akhirnya saya memilih di RSUD yang dekat dengan kabupaten saya, supaya saya bisa untuk sering mudik bertemu dengan orang tua. 6 bulan bekerja di RSUD tersebut ada Pengumuman Penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan - Rumah Sakit Otak Nasional, sayapun memberanikan diri untuk melamarnya,. Mengikuti seleksi dengan ribuan orang dari seluruh Indonesia rasanya  hampir tidak mungkin saya untuk diterima menjadi CPNS kala itu, Namun takdir Tuhan tidak bisa kita hindari, nama Saya tertuliskan LOLOS sebagai CPNS Kementerian Kesehatan - Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Alhamdulillah... tidak tau perasaan apa yang bisa menggambarkan suasana hati saya pada saat itu, entah sedih entah senang, yang jelas air matapun ikut keluar mengiringi hasil pengumuman itu. Tak kusangka memang, tapi itulah takdir Tuhan, sehingga sampai saat ini saya masih bekerja di RS Pusat Otak Nasional.

Pesan saya kepada para pembaca setanah air, teman-teman perawat, para mahasiswa, para pelajar, para orang tua dan siapapun, dimanapun janganlah anda khawatir dan sedih walaupun anda tidak punya chanel atau orang dalam yang bisa memasukkan anda ke tempat kerja tujuan anda tapi anda masih punya Tuhan yang akan menghantarkanmu ke tempat kerja yang tepat dan nyaman bagimu. Pekerjaan yang bisa menghidupimu dan keluargamu, pekerjaan yang diharapkan semua orang dan pekerjaan yang menjadi kebanggaan orang tua kita. Teman-teman bisa membaca juga Tips dan Cara Sukses Menempuh Ujian CPNS yang penulis sajikan khusus untuk anda teman-teman pembaca setia info-kesehatan.web.id setanah air.

Semoga tulisan yang sedikit ini bisa bermanfaat dan menjadi motivasi serta inspirasi bagi teman-teman semua..



Posisi Penulisan Alamat pada Amplop Lamaran Pekerjaan yang Baik dan Benar

Posisi Penulisan Alamat pada Amplop Lamaran Pekerjaan yang Baik dan Benar

Ketika anda akan melamar sebuah pekerjaan dibidang apapun, tentu anda akan membutuhkan sebuah amplop untuk memasukan dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan dari perusahaan. Ini bertujuan agar berkas lamaran tetap terlihat rapih dan bersih. Untuk jenis dan model amplop yang digunakan memang bebas terserah anda yang penting usahakan untuk tetap formal, jangan amplop yang bergambar ya..

Amplop Lamaran Kerja juga memiliki peran secara formal sebagai sampul sekaligus etitute anda dalam menghormati institusi maupun perusahaan yang anda lamar. Dilihat dari fungsi tersebut ternyata peran Amplop lamaran kerja cukup penting karena menjadi penilaian dasar pihak perusahaan pada anda sebagai pelemar, dan jangan sampai lamaran kerja anda tidak dibuka sama sekali gara-gara Amplop lamaran Kerja anda lusuh dan asal-asalan hingga peluang kerja dihadapan anda sirna begitu saja.

Ada tiga bagian atau komponen penting dalam cara menulis alamat di amplop lamaran pekerjaan yaitu pengirim (anda sendiri), posisi atau jabatan yang akan dilamar dan tujuan atau nama perusahaan yang hendak anda lamar. 

Mungkin bagi para pelamar kerja tidak peduli akan hal ini, namun sebagai calon pekerja yang baik alangkah baiknya jika dari awal Anda melamar sudah memberikan kesan yang baik pada pihak perusahaan. Ada beberapa hal yang memang harus Anda perhatikan ketika Anda akan menuliskan identitas pada sampul amplop surat lamaran. Tulisan yang baik dengan format yang rapi akan memberikan kesan bahwa kita adalah calon pekerja yang cermat dan baik. Lalu yang harus kita cermati saat menulis pada amplop surat lamaran kerja antara lain sebagai berikut :

Sebaiknya Tulislah Nama perusahaan yang akan dituju pada selembar kertas HVS putih dan diketik di komputer komputer menggunakan microsoft office word dan memakai huruf Times New Roman, Tohama atau Arial. Jangan pernah menggunakan huruf yang terlalu artistik. Karena lamaran pekerjaan adalah surat yang formal. Dan belum saatnya anda berkreasi pada amplop lamaran pekerjaan anda. 
Jangan memakai huruf kapital semua ataupun menggunakan format italic. Pemakaian huruf kapital semua akan memberikan kesan kaku pada surat lamaran anda. 
Tulislah dengan benar jabatan yang dituju 
Jangan sampai anda salah menuliskan jabatan yang akan anda kirimi surat. Misanya ditujukan kepada manajer HRD atau ditujukan lengsung pada manajer perusahaan. 
Hati-hati dalam penentuan gender orang yang akan dituju, hal ini dikarenakan banyak nama yang terkadang ambigu antara nama perempuan atau laki-laki 
Jangan lupa untuk mencantumkan gelar dan tulislah gelar dengan benar 
Setelah diprint sebaiknya guntinglah alamat tadi dengan jarak sekitar 1 cm dari huruf paling luar 
Tempelkan alamat pada bagian amplop di bawah garis tengah amplop bagian depan. 
Itulah tadi kiat dalam menuliskan alamat pada amplop surat lamaran pekerjaan. Semoga saja penjelasan singkat saya mengenai cara menulis alamat di amplop ini bisa bermanfaat. Dan semoga anda bisa segera mendapatkan pekerjaan yang anda impikan dan Selamat berjuang.

Sumber: serangkab.go.id

KELENGKAPAN DAN PERSYARATAN BERKAS LAMARAN PEKERJAAN TERBARU

KELENGKAPAN DAN PERSYARATAN BERKAS LAMARAN PEKERJAAN TERBARU

berkas lamaran kerja yang lengkap, contoh penulisan amplop yang benar,
Sumber gambar: www.infloker.com
Setiap kali kita akan melamar pekerjaan tentunya perlu mempersiapkan segala macam kelengkapan berkasnya agar ketika kita menemukan info lowongan kerja yang sifatnya baru dan mepet waktunya kita sudah punya berkas-berkas yang lengkap. Disini saya akan berbagi info tentang persyaratan lamaran kerja yang umum dan lazim diperlukan untuk melamar pekerjaan.

Berkas yang perlu dipersiapkan sebelum melamar pekerjaan:

  • Surat Lamaran yang ditulis tangan
  • Curicullum vitae (CV)  atau daftar riwayat hidup
  • Foto Copy ijazah yang dilegalisir atau cap basah oleh Instansi terkait
  • Foto Copy transkrip nilai yang dilegalisir atau cap basah oleh Instansi terkait
  • Foto Copy nilai raport semester terakhir
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) difoto copy dan dilegalisir
  • Kartu Tanda Pencari Kerja (Kartu Kuning) difoto copy dan dilegalisir
  • Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keterangan Sehat dari dokter Pemerintah
  • Surat Pengalaman Kerja bila ada
  • Pas foto terbaru ukuran 3x4 dan 4x6 berwarna terbaru biasanya sebanyak 2 lembar
  • Sertifikat-sertifikat pelatihan yang mendukung atau relevan sesuai dengan bidang pekerjaan anda
  • Surat izin orang tua / Suami / Istri (bila dipersyaratkan)
  • Surat izin mengemudi (SIM) (bila dipersyaratkan)
Pengalaman saya pribadi, ketika baru lulus dari pendidikan memang benar harus mengumpulkan persyaratan diatas semuanya. Dan ketika tiba waktunya mencari info lowongan kerja kita tinggal menyiapkan dan menyusun berkas-berkas tadi dan tinggal kirim deh. Oia, untuk minta legalisir atau cap basah untuk ijazah, transkrip, SKCK atau berkas pendukung lainnya mohon untuk rangkap 10 minimal, soalnya saya yakin dan mengalami sendiri kita tidak cukup hanya memasukkan satu lamaran kerja ke satu perusahaan saja. Ibaratkan saja kita memancing, kan ga enak kalo hanya menunggu satu pancingan saja, iya kalo segera dimakan, nah kalo lama? kalo ga dimakan? saran saya sih cari informasi lowongan kerja yang banyak dan buat lamaran kerja yang banyak juga, lalu masukkan tuh lamaran yang sudah anda bikin tadi. Anda tidak perlu takut dan khawatir, semangatlah dan berdoalan secara terus menerus, jangan lupa persiapkan juga diri anda dengan banyak membaca dan berlatih soal-soal ujian.

Oke, mungkin itu sedikit yang bisa saya bagikan untuk anda tentang persyaratan dan kelengkapan berkas lamaran pekerjaan semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.. Sedikit tips juga kalo anda memasukkan hobi dalam daftar riwayat hidup anda sebaiknya tuliskan hobi yang bermanfaat, seperti menulis, membaca, olahraga dll, jangan anda masukkan hobi seperti shopping, mendengarkan musik dan menonton film, soalnya hobi juga menjadi salah satu pertimbangan sendiri untuk penilaian anda. Dan sebaiknya Surat lamarannya ditulis tangan ya.. soalnya pihak HRD nya juga pingin tau karakter anda melalui tulisan anda.