Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Perbedaan Basis Kas dan Basis Akrual

Perbedaan Basis Kas dan Basis Akrual

Dalam akuntansi, terdapat dua metode pencatatan yang digunakan. Kedua metode tersebut adalah Basis Kas (Cash Basis) dan Basis Akrual (Akrual Basis). Tentu, diantara kedua metode tersebut terdapat perbedaan. Berikut ini adalah penjelasannya


Perbedaan Antara Basis Kas dengan Basis Akrual

1.Basis Kas (Cash Basis)
Basis Kas adalah metode pencatatan dalam akuntansi, yang hanya mencatat transaksi jika ada penerimaan atau pengeluaran kas. Jadi, walaupun ada transaksi yang sudah terjadi seperti hutang dan piutang, namun dikarenakan tidak ada kas yang masuk ataupun keluar, maka transaksi tersebut tidak akan dicatat jika menggunakan metode ini. Sebagai contoh, jika anda menerima pendapatan dari perusahaan lain, namun uangnya diterima nanti, maka transaksi tersebut tidak akan dicatat, karena tidak ada kas yang masuk dan tidak dianggap sebagai pendapatan.

2.Basis Akrual (Akrual Basis)
Basis Akrual adalah metode pencatatan dalam akuntansi, yang mencatat semua transaksi yang terjadi baik kas sudah diterima ataupun belum diterima, pada saat transaksi tersebut dilakukan. Dalam basis akrual, dikenal adanya hutang dan piutang. Jadi, walaupun kas belum diterima pada saat transaksi dilakukan, namun transaksi tersebut akan dicatat. Sebagai contoh, anda menerima pendapatan dari perusahaan lain, namun uangnya dibayar nanti, maka transaksi tersebut akan dicatat, dan akan dianggap sebagai pendapatan walaupun kas belum diterima.

Untuk memahami lebih lanjut, perhatikan contoh berikut ini :

Januari 2012 : PT. Reda menerima pendapatan dari PT. Arum sebesar Rp5.000.000 Tunai
Februari 2012 : PT. Reda menerima pendapatan sebesar Rp3.000.000 dari PT. Dewa, namun uangnya belum diterima.

Berikut adalah pencatatan jika menggunakan Basis Kas pada laporan Laba Rugi dan Neraca :



Berikut adalah pencatatan jika menggunakan Basis Akrual pada laporan Laba Rugi dan Neraca :



Untuk saat ini, perusahaan besar diharuskan untuk menggunakan Basis Akrual, dikarenakan lebih akurat jika dibandingkan dengan Basis Kas. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Sedangkan Basis Kas, untuk saat ini banyak digunakan di perusahaan yang usahanya relatif kecil.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Perbedaan Basis Kas dan Basis Akrual. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu pembaca sekalian agar lebih memahami mengenai Basis Kas dan Basis Akrual. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D
Pemakai Informasi Akuntansi

Pemakai Informasi Akuntansi

Informasi Akuntansi tentu tidak hanya digunakan oleh satu pihak dengan satu kepentingan saja. Informasi Akuntansi digunakan oleh banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi dari suatu perusahaan.


Pihak-pihak yang membutuhkan Informasi Akuntansi :
  • Investor : Investor merupakan orang yang memberikan modal kepada perusahaan agar dapat menjalankan perusahaan tersebut. Investor membutuhkan informasi akuntansi untuk mengambil keputusan apakah akan menjual, menahan, atau membeli saham mereka didalam perusahaan tersebut.
  • Karyawan : Karyawan merupakan orang yang dipekerjakan oleh perusahaan. Walaupun orang yang dipekerjakan oleh perusahaan, namun karyawan tetap membutuhkan informasi akuntanasi. Informasi Akuntansi bagi karyawan akan berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja
  • Pemberi Pinjaman : Pemberi Pinjaman merupakan orang/perusahaan yang memberikan pinjaman kepada perusahaan tersebut. Pemberi Pinjaman membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pokok pinjaman dan juga bunganya pada saat jatuh tempo.
  • Pemasok atau Kreditor usaha lainnya :  Tidak jauh berbeda dengan Pemberi Pinjaman, Pemasok atau Kreditor membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai apakah sebuah perusahaan dapat membayar jumlah hutang tepat pada waktunya pada saat jatuh tempo.
  • Pelangaan : Pelanggan merupakan konsumen perusahaan. Pelanggan, terutama yang terlibat perjanjian jangka panjang dengan perusahaan membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai kelangsungan usaha perusahaan.
  • Pemerintah : Pemerintah membutuhkan informasi tentang perusahaan untuk mengatur aktivitas perusahaan, kebijakan pajak, dan sebagai dasar penyusunan statistik pendapatan nasional.
  • Pemakai Lainnya : Pemakai lainnya, biasanya merupakan lembaga atau orang yang tidak berhubungan langsung dengan perusahaan, sebagai contoh adalah BPS (Badan Pusat Statistik), Lembaga penelitan, serta masyarakat pada umumnya. Mereka membutuhkan informasi akuntansi suatu perusahaan untuk kepentingan tertentu. Biasanya, mereka mendapatkan informasi keuangan suatu perusahaan melalui surat kabar atau majalah.
Nah,itu tadi penjelasan mengenai siapa saja yang menggunakan informasi akuntansi suatu perusahaan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu pembaca sekalian agar lebih mengetahui siapa saja yang menggunakan informasi akuntansi dan apa manfaatnya bagi mereka. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D
Macam Model Kode Akun

Macam Model Kode Akun

Dalam pencatatan transaksi perusahaan, perusahaan menggunakan banyak sekali akun, terutama pada perusahaan dengan skala besar. Oleh karena itu, dibuatlah pengelompokan akun agar akun lebih mudah dicari yang disebut dengan kode akun. Akun tersebut dikelompokkan sesuai dengan jenis akunnya, misal Aktiva, Hutang, Modal, Pendapatan, dan Beban. Adapun beberapa macam model kode akun seperti Numerial, Desimal, Mnemonik, serta campuran antara huruf dengan angka. Berikut ini adalah penjelasannya


A.Tujuan Pembuatan Kode Akun
Tentu pembuatan kode akun memiliki tujuan tertentu. Berikut ini adalah tujuan dibuatnya kode akun :
  • Memudahkan dalam proses pengelompokan akun
  • Membantu proses pencatatan akuntansi, karena dengan adanya kode akun, maka kita akan semakin mudah dalam mencari akun yang diinginkan
  • Memudahkan dalam mengingat dan mempercepat pencatatan, karena kode akun telah mewakili nama-nama akun yang bersangkutan.
B.Model Kode Akun
Adapun beberapa macam model kode akun adalah sebagai berikut :

1.Numerial
Kode Akun Numerial adalah kode akun yang menggunakan nomor/angka sebagai kode nya. Ada 3 cara dalam membuat akun dengan model Numerial yaitu :

a. Kelompok
Kode angka dibuat berdasarkan kelompok akun. Sebagai contoh :
  • Kelompok aktiva dengan nomor 1
  • Kelompok hutang dengan nomor 2
  • Kelompok Modal dengan nomor 3
  • Kelompok Pendapatan dengan nomor 4
  • Kelompok beban dengan nomor 5
Tiap kelompok akun terdiri atas akun yang disusun secara berurutan, berdasarkan kriteria masing-masing. Panjangnya nomor akun tergantung dari seberapa detil akun yang akan dibuat. Semakin kebelakang maka semakin detil pula menjelaskan kelompok akun. Sebagai contoh :

Contoh 1 :
Kode akun : 2 1 1 1
Berikut adalah keterangannya :
  • 2 pada angka pertama menunjukkan kelompok akunnya yaitu Hutang (nomor 2 = hutang)
  • 1 pada angka kedua menunjukkan golongan akunnya yaitu Hutang lancar (nomor 1 = hutang lancar)
  • 1 pada angka ketiga menunjukkan sub golongan akunnya yaitu Hutang lancar non-persediaan (nomor 1 = non-persediaan)
  • 1 pada angka keempat menunjukkan jenis akunnya yaitu Hutang Usaha (nomor 1 = hutang usaha)
Contoh 2 :
Kode akun 1 1 1 1
Berikut adalah keterangannya :
  • 1 pada angka pertama menunjukkan kelompok akunnya yaitu Aktiva (nomor 1 = aktiva)
  • 1 pada angka kedua menunjukkan golongan akunnya yaitu Aktiva Lancar (nomor 1 = aktiva lancar)
  • 1 pada angka ketiga menunjukkan sub golongan akunnya yaitu Aktiva lancar non-persediaan (nomor 1 = non persediaan)
  • 1 pada angka keempat menunjukkan jenis akunnya yaitu Kas (nomor 1 = kas)
b.Blok
Kode akun dengan angka dibuat menjadi blok berdasarkan kelompok akun. Antara lain aktiva, hutang, modal, beban, dan pendapatan. Contoh :
  1. Kelompok Aktiva (nomor 100-199)
  2. Kelompok Hutang (nomor 200-299)
  3. Kelompok Modal (nomor 300-399)
  4. Kelompok Pendapatan (nomor 400-499)
  5. Kelompok Beban (nomor 500-599) 
c.Kode Nomor Berurutan
Kode nomor berurtan merupakan kode akun numerial yang disusun dengan nomor secara berurutan. Nomor yang digunkaan bisa dimulai dari 1, 100, 1000 atau sesuai dengan yang anda inginkan. Contoh :

Nomor KodeNama Akun
101Kas
102Piutang Usaha
103Sewa Dibayar Dimuka
104Perlengkapan
105Peralatan
201Hutang Usaha
202Wesel Bayar
301Modal
302Prive

2.Desimal
Metode ini memberikan kode berdasarkan kelompok dan sub kelompok atau jenis akun, yang dipisahkan dengan titik antara kelompok dan sub kelompok. Contoh :

Nama Akun Kelompok Sub Kelompok Urutan No. Kode
Kas Aktiva (1) Aktiva Lancar (1) 1 1.1.1
Perlengkapan Aktiva (1) Aktiva Lancar (1) 4 1.1.4
Beban Gaji Beban (5) Beban Usaha (1) 1 5.1.1
Beban Bunga Beban (5) Beban lain (3) 1 5.3.1

3.Mnemonik
Metode ini merupakan pemberian kode akun dengan menggunakan huruf. Metode Mnemonik tidak jauh berbeda dengan metode numerial, hanya saja menggunakan huruf sebagai kodenya

Kelompok Kode Jenis Akun Urutan Kode Akun
Aktiva A Kas A Aa
Piutang Usaha B Ab
Perlengkapan D Ad
Peralatan E Ae
Hutang B Hutang Usaha A Ba
Hutang Iklan C Bc
Modal C Modal A Ca
Prive B Cb
Pendapatan D Pendapatan Usaha A Da
Pendapatan Sewa B Db
Beban E Beban Gaji A Ea
Beban Iklan B Eb

4.Campuran Huruf dengan Angka
Metode ini merupakan gabungan dari metode numerial dan juga metode mnemonik. Sehingga, kode akun yang ditampilkan berupa campuran antara huruf dengan angka. Berikut adalah contohnya :

Kelompok Kode Jenis Akun Urutan Kode Akun
Aktiva A Kas 1 A.1
Piutang Usaha 2 A.2
Perlengkapan 4 A.4
Peralatan 5 A.5
Hutang B Hutang Usaha 1 B.1
Hutang Iklan 3 B.3
Modal C Modal 1 C.1
Prive 2 C.2
Pendapatan D Pendapatan Usaha 1 D.1
Pendapatan Sewa 2 D.2
Beban E Beban Gaji 1 E.1
Beban Iklan 2 E.2

Nah, itu tadi penjelasan mengenai beberapa macam model yang dapat digunakan sebagai kode akun. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu pembaca sekalian agar lebih memahami metode dalam pembuatan kode akun. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D
Laporan Keuangan

Laporan Keuangan

Dalam sebuah perusahaan,tentu membutuhkan apa yang dinamakan dengan Laporan Keuangan Perusahaan. Lalu,apa sebenarnya pengertian dari Laporan Keuangan itu dan apa saja tujuan dan fungsi dari sebuah laporan keuangan perusahaan? Untuk lebih jelasnya,mari kita simak penjelasan dibawah ini


A.Pengertian Laporan Keuangan
Apa yang dimaksud dengan Laporan Keuangan? Laporan Keuangan adalah suatu informasi mengenai keuangan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu untuk menggambarkan kinerja dari suatu perusahaan.

B.Tujuan Laporan Keuanagan
Tujuan dari dibuatnya Laporan Keuangan adalah untuk menyediakan informasi berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan dalam suatu perusahaan, sehingga dapat bermanfaat bagi sebagian besar pembaca/pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang.

C.Fungsi Laporan Keuangan
Adapun Fungsi dari Laporan Keuangan adalah untuk mengetahui berbagai macam kondisi keuangan dalam suatu perusahaan.

D.Kualitas Informasi Laporan Keuangan
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK), ada 5 karakteristik yang menyatakan apakah sebuah informasi dari Laporan Keuangan dapat berguna/bermanfaat bagi para pemakainya. Kelima karakteristik tersebut adalah Dapat Dipahami (Understandbility), Relevan (Relevance), Keandalan (Reliability), Dapat Diperbandingkan (Comparability), dan Konsisten (Consistency). Berikut ini adalah penjelasan dari kelima karakteristik tersebut :
  • Dapat Dipahami (Understandbility) : Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat dipahami oleh bermacam-macam pengguna laporan keuangan. Asumsi yang digunakan, yakni pemakai memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
  • Relevan (Relevance) : Informasi yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan para pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan ekonomi terhadap perusahan. 
  • Keandalan (Reliability) : Informasi yang disajikan harus bebas dari pengertian yang salah,kesalahan-kesalahan material, dan dapat diandalkan sebagai penyajian yang jujur dari yang seharusnya disajikan
  • Dapat Diperbandingkan (Comparability) : Informasi yang disajikan harus dapat diperbandingkan oleh pengguna dari waktu ke waktu sehingga dapat ditemukan kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. 
  • Konsisten (Consistency) : Informasi yang disajikan harus menggunakan perlakuan akuntansi yang sama untuk transaksi sejenis. Artinya,perusahaan harus konsisten dalam menerapkan standar akuntansi
E.Unsur-unsur dalam Laporan Keuangan

1.Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menggambarkan hasil operasi dari suatu perusahaan apakah suatu perusahaan mengalami kerugian atau mendapatkan laba dalam satu periode waktu tertentu. Dengan adanya laporan laba rugi,para pengguna laporan keuangan dapat mengetahui keberhasilan maupun kegagalan dalam suatu perusahaan selama satu periode. Adapun unsur-unsur dalam Laporan Laba Rugi :

a.Pendapatan
Pendapatan adalah aliran penerimaan kas atau aktiva lain yang diterima dari konsumen sebagai hasil penjualan barang atau pemberian jasa (Usaha Pokok) atau dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan dalam satu periode. Pendapatan dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
  • Pendapatan Usaha : adalah pendapatan yang didapatkan dari hasil usaha pokok perusahaan
  • Pendapatan di luar Usaha : adalah pendapatan yang didapatkan dari hasil kegiatan diluar usaha pokok perusahaan
b.Beban
Beban adalah biaya yang dimanfaatkan dalam usaha mendapatkan pendapatan dalam satu periode. Beban dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
  • Beban Usaha : Biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan usaha pokok perusahaan
  • Beban di Luar Usaha : Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan bukan usaha pokok
  • Beban Lain-lain : Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan diluar usaha perusahaan
2.Laporan Perubahan Modal
Laporan Perubahan Modal adalah laporan yang menyajikan perubahan modal dalam suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.

3.Neraca
Neraca adalah daftar yang menggambarkan aktiva,kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca memiliki unsur-unsur sebagai berikut,yaitu :

a.Aktiva (Harta Kekayaan) :
  • Aktiva Lancar : adalah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau dihabiskan hingga habis dalam jangka waktu 12 Bulan. Contoh : Deposito Jangka Pendek,Piutang Usaha
  • Investasi : adalah Investasi modal jangka panjang ke perusahaan lain atau dengan tujuan untuk menguasai perusahaan lain. Contoh : Saham,Obligasi
  • Aktiva Tetap : adalah aktiva berwujud yang digunakan untuk kepentingan kegiatan operasional perusahaan dan mempunyai masa manfaat selama 1 tahun atau lebih. Contoh : Tanah,Gedung,Mesin,Kendaraan
  • Aktiva Tidak Berwujud : adalah aktiva yang tidak memiliki wujud (Tidak dapat dilihat,disentuh) yang merupakan hak-hak istimewa. Contoh : Hak Cipta,Hak Paten,Hak Merek,Waralaba,Goodwill
  • Aktiva Lain-lain : adalah aktiva yang tidak dapat dimasukkan kedalam seluruh macam aktiva diatas.
b.Kewajiban (Hutang)
Kewajiban adalah pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan perusahaan dimasa yang akan datang baik dalam bentuk penyerahan aktiva/pemberian jasa. Kewajiban dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu pembayaran,yaitu sebagai berikut :
  • Kewajiban Jangka Pendek : adalah hutang yang akan dilunasi oleh perusahaan dalam jangka waktu satu tahun,tidak lebih. Contoh : Hutang Usaha,Beban-beban yang masih harus dibayar
  • Kewajiban Jangka Panjang : adalah hutang yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Contoh : Obligasi,Hipotik,dan Pinjaman Gadai
  • Kewajiban Lain-lain : adalah hutang yang tidak dapat dimasukkan kedalam 2 macam hutang diatas.
c.Modal
Modal adalah hak pemilik dalam suatu perusahaan. Modal dapat berasal dari investasi pemiliki,ataupun akumulasi hasil usaha perusahaan (Laba/Rugi)

4.Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas perusahaan digunakan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Laporan ini merupakan jembatan antara accrual basis dan cash basis. Secara teknis,penyusun laporan ini akan melakukan penyesuaian terhadap akun-akun yang tidak melibatkan kas. Laporan Arus Kas dibedakan menjadi 3 komponen besar,antara lain :
  • Arus Kas dari kegiatan operasional
  • Arus Kas dari Kegiatan Investasi
  • Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
F.Konsep Pengakuan dan Pengukuran Laporan Keuangan

1.Asumsi Dasar
Struktur akuntansi keuangan dibangun oleh 4 asumsi dasar sebagai berikut :
  • Asas Kesatuan Usaha : Perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah dari pemilik. Sehingga kekayaan dari pemilik tidak boleh dicampur dengan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan,begitu juga modalnya
  • Kesinambungan Usaha : Perusahaan dianggap meneruskan usahanya hingga beberapa periode kedepan. Hal ini akan mempengaruhi pencatatan nilai aktiva dan kewajiban
  • Pengukuran Nilai Uang : Dalam akuntansi keunagan,setiap pencatatan aktivitas ekonomi menggunakan uang sebagai nilai yang dicatat
  • Periode Akuntansi : Untuk mendapatkan pengukuran yang tepat,maka kegiatan ekonomi perusahaan perlu dibagi menjadi periode-periode tertentu
2.Prinsip-prinsip dasar Akuntansi
Pencatatan transaksi menggunakan empat prinsip akuntansi berikut :
  • Nilai Historis : Nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat pada neraca adalah nilai historisnya (Nilai perolehannya)
  • Pengakuan Pendapatan : Pendapatan dapat diakui apabila kewajiban dari perusahaan dalam memberikan barang/jasa tersebut telah dilakukan dan pembayaran atas barang/jasa telah dilakukan
  • Penandingan pendapatan-beban : Untuk setiap pendapatan yang diperoleh maka ada juga beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut
  • Pengungkapan penuh : Informasi akuntansi yang disajikan harus cukup memadai bagi pembaca laporan keuangan untuk mengambil keputusan
3.Keterbatasan-Keterbatasan
  • Hubungan antara manfaat dan biaya : Bila manfaat penyajian laporan keuangan lebih kecil dari biaya yang ditimbulkan dalam penyiapan informasi tersebut,maka informasi tersebut tidak akan dipaksakan untuk disiapkan
  • Materialitas : Materialitas berkaitan dengan dampak sebuah item pada laporan keuangan terhadap penilaian atau pengambilan keputusan pembaca laporan keuangan. Jika pemasukkan atau pengabaian suatu item memiliki pengaruh maka item tersebut dikatakan material. Jika tidak maka item tersebut dikatakan immaterial
  • Praktik di Industri : Tiap usaha tentu memiliki karakteristik masing-masing. Metode pencatatan berdasarkan teori yang ada perlu disesuaikan mengingat banyak jenis usaha yang unik tersebut.
  • Konservatisme : Dalam kondisi terjadi keraguan dalam melakukan pencatatan,maka kekurangan pencatatan lebih baik jika dibandingkan dengan kelebihan pencatatan
Nah,itu tadi penjelasan mengenai Laporan Keuangan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu pembaca sekalian agar memahami mengenai laporan keuangan. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D




Macam-macam Bidang Spesialisasi Akuntansi

Macam-macam Bidang Spesialisasi Akuntansi

Akuntansi memiliki beberapa bidang spesialisasi. Hal ini ditujukan agar,seorang akuntan lebih berfokus pada suatu kegiatan sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih bagus dan rapi. Berikut ini adalah macam-macam bidang spesialisasi akuntansi

 
1.Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang berfokus pada pencatatan transaksi perusahaan dan secara periodik menyajikannya dalam laporan keuangan. Artinya, akuntansi keuangan berfokus kepada penyusunan laporan keuangan secara umum. Dalam membuat laporan keuangan oleh akuntansi keuangan harus memperhatikan prinsip akuntansi yang diterima secara umum berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

2.Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Akuntansi Pemeriksaan merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang menguji dan memeriksa secara bebas tentang kebenaran dan kewajaran dari pernyataan penyusun laporan,dimana laporan yang diperiksa tersebut tetap merupakan tanggung jawab dari penyusun laporan. Pemeriksaan dapat dilakukan pada laporan keuangan,kegiatan operasional perusahaan,dan juga atas kepatuhan terhadap peraturan yang mengikat perusahaan. Auditor melakukan pemeriksaan terhadap kewajaran dan kebenaran laporan keuangan secara independen dan objektif. Laporan Keuangan diperiksa oleh Auditor guna memastikan apakah laporan keuangan tersebut disusun sesuai dengan prinsip akuntansi.

3.Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi Biaya merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang memfokuskan kegiatannya pada pencatatan dan penyajian informasi biaya operasional. Informasi dari Akuntansi Biaya digunakan untuk melakukan perencaan dan pengendalian biaya operasional serta menentukan harga pokok produksi secara tepat oleh manajemen. Informasi dari Akuntansi Biaya biasanya tidak dipublikasikan ke masyarakat.

4.Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi Manajemen merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang mengkhususkan diri pada pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen dapat berasal dari kombinasi berbagai informasi dari bidang akuntansi lainnya. Informasi ini digunakan untuk melakukan prediksi apa yang akan diambil dimasa mendatang.

5.Akuntansi Pajak (Tax Accounting)
Akuntan yang bekerja sebagai Akuntansi Pajak maka akan memiliki tugas untuk menjalankan peraturan perpajakan,perencanaan pajak,pelaksanaan administrasi perpajakan,atau mewakili perusahaan sebagai wajib pajak dihadapan kantor pajak. Akuntan dalam akuntansi perpajakan sangat berfokus pada hal-hal yang terkait dengan perpajakan.

6.Akuntansi Internasional (International Accounting)
Akuntansi Internasional merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang diterapkan pada perusahaan yang memiliki ruang lingkup aktivitas mencakup lebih dari satu negara. Jadi,akuntansi internasional mencakup permasalahan transaksi dengan pihak luar negeri. Perusahaan Internasional seperti Uniliver,Nestle menggunakan akuntansi internasional

7.Akuntansi Lembaga Nirlaba (Non-Profit Accounting)
Akuntansi Lembaga Nirlaba merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang diterapkan pada organisasi-organisasi yang mana aktivitasnya tidak untuk mencari keuntungan. Contoh dari organisasi yang tidak mencari keuntungan adalah yayasan sosial dan lembaga pendidikan.

8.Akuntansi Pemerintahan/Sektor Publik (Government Accounting)
Akuntansi Pemerintahan/Sektor Publik merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang diterapkan pada instansi-instansi pemerintahan.

9.Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem Akuntansi merupakan bidang spesialiasi akuntansi yang menfokuskan kegiatannya pada pembuatan sistem akuntansi. Di zaman teknologi modern ini,sistem akuntansi cenderung mengacu kepada sistem akuntansi yang terkomputerisasi

10.Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Akuntansi Anggaran merupakan bidang spesialisasi akuntansi yang menitikberatkan kegiatannya pada perencanaan kegiatan perusahaan. Hasil perencanaan tersebut menjadi bahan perbandingan antara anggaran yang direncanakan dan hasil kerja yang dicapai.

Nah,itu tadi penjelasan mengenai macam-macam bidang spesialisasi akuntansi. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu pembaca sekalian agar mengetahui mengenai bidang-bidang spesialisasi akuntansi. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D