Tampilkan postingan dengan label Bidang Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidang Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Keuntungan dan Kerugian dari Konsumsi Obat Tradisional

Keuntungan dan Kerugian dari Konsumsi Obat Tradisional


Keuntungan dan Kerugian dari Tanaman Obat Tradisional. Sumber gambar: obatherbalyogyakarta.jejualan.com

Banyak orang yang menanyakan apa sih bedanya obat herbal dan obat tradisional? Sebenarnya hampir sama. Sama halnya dengan obat herbal, obat tradisional diperoleh dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitar kita yang bisa kita manfaatkan langsung khasiatnya. Hanya saja bedanya jika obat herbal adalah tanaman obat tradisional yang sudah dibentuk dan diracik sedemikian rupa menjadi sebuah kapsul atau tablet yang diawetkan dan siap konsumsi. Sedangkan obat tradisional hampir belum sama sekali menyentuh proses pengawetan sebelum dikonsumsi. 

Konsumsi obat tradisional sudah terbukti ampuh mengatasi dan mencegah berbagai macam penyakit. Hampir setiap penyakit ada obat dan tanaman tradisionalnya loh. Seperti manfaat daun buah sirsak dapat untuk menyembuhkan penyakit kanker, kencing manis (diabetes) dan asam urat. Kemudian kunyit dan kencur juga dapt dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut (magh) dan dapat juga untuk dijadikan antiseptik, atau untuk mencegah infeksi. Selanjutnya daun kejibeling dan daun cimplukan bisa digunakan sebagai obat tanaman tradisional kencing batu dan hipertensi. Serta banyak lagi manfaat dari tanaman tradisional yang ada disekitar kita.
Jenis-jenis dan Manfaat Obat Tradisional. Sumber gambar: ngasih.com
Meski begitu tahukah anda bahwa obat atau tanaman tradisional itu juga ternyata banyak keuntungan dan kerugiannya loh. Mau tau apa aja Keuntungan dan Kerugian dari Obat / tanaman Tradisional? Yuk kita simak bareng..


Keuntungan dan Manfaat Obat / Tanaman Tradisional :
  1. Dibandingkan obat-obatan kimia, obat tradisonal memiliki beberapa kelebihan, antara lain : efek sampingnya relatif rendah, dalam suatu ramuan dengan komponen berbeda memiliki efek saling mendukung, pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif.  Jika mengunakan obat modern dikawatirkan adanya efek samping yang terakumulasi dan dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu lebih sesuai bila menggunakan obat alam/OT, walaupun penggunaanya dalam waktu lama tetapi efek samping yang ditimbulkan relatif kecil sehingga dianggap lebih aman.
  2. Adanya efek komplementer dan atau sinergisme dalam ramuan obat tradisional/komponen bioaktif antar tanaman obat tradisonal. Dalam suatu ramuan obat tradisional umumnya terdiri dari beberapa jenis tanaman obat tradisonal yang memiliki efek saling mendukung satu sama lain untuk mencapai efektivitas pengobatan yang maksimal. Formulasi dan komposisi ramuan tersebut dibuat setepat mungkin agar tidak menimbulkan kontra indikasi, bahkan harus dipilih jenis ramuan yang saling menunjang terhadap suatu efek yang dikehendaki. Sebagai contoh tanaman kunyit akan lebih bagus efeknya jika dikonsumsi berbarengan dengan tanaman kencur dan madu, supaya dperoleh rasa yang manis dan efektivitas yang maksimal untuk penyembuhan sakit perut.
  3. Pada satu tanaman bisa memiliki lebih dari satu efek farmakologi. Zat aktif pada tanaman obat umunya dalam bentuk metabolit sekunder, sedangkan satu tanaman bisa menghasilkan beberapa metabolit sekunder; sehingga memungkinkan tanaman tersebut memiliki lebih dari satu efek farmakologi. Efek tersebut adakalanya saling mendukung (seperti pada herba timi dan daun kumis kucing), tetapi ada juga yang seakan-akan saling berlawanan atau kontradiksi (sperti pada akar kelembak). Sebagai contoh misalnya pada rimpang temu lawak (Curcuma xanthoriza) yang disebutkan memiliki beberapa efek farmakologi, antara lain : sebagai anti inflamasi (anti radang), anti hiperlipidemia (penurun lipida darah), cholagogum (merangsang pengeluaran produksi cairan empedu), hepatoprotektor (mencegah peradangan hati) dan juga stomakikum (memacu nafsu makan). 
  4. Murah dan mudah didapat. Ya, benar sekali hampir semua obat tradisional yang mempunyai manfaat sangat baik bagi kesehatan mudah ditemukan disekitar kita. Terkadang kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli tanaman obat tertentu, namun meskipun harus mengeluarkan uang pasti juga sangat murah dibandingkan harus membeli obat herbal atau obat kimia.
  5. Obat tradisional lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif. Sebagaimana diketahui bahwa pola penyakit di Indonesia (bahkan di dunia) telah mengalami pergeseran dari penyakit infeksi (yang terjadi sekitar tahun 1970 ke bawah) ke penyakit-penyakit metabolik degeneratif (sesudah tahun 1970 hingga sekarang). Hal ini seiring dengan laju perkembangan tingkat ekonomi dan peradaban manusia yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi dengan berbagai penemuan baru yang bermanfaat dalam pengobatan dan peningkatan kesejahteraan umat manusia. Yang termasuk contoh penyakit metabolik antara lain : diabetes (kecing manis), hiperlipidemia (kolesterol tinggi), asam urat, batu ginjal dan hepatitis; sedangkan contoh penyakit degeneratif diantaranya : rematik (radang persendian), asma (sesak nafas), ulser (tukak lambung), haemorrhoid (ambaien/wasir) dan pikun (Lost of memory)
  6. Bebas toksinObat herbal bebas racun sehingga aman dikonsumsi siapa pun, bahkan seringkali memberikan efek meluruhkan racun dalam tubuh (detoksifikasi). 
  7. Tidak selalu bergantung pada bantuan tenaga medis. Apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan umumnya dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri tanpa harus tergantung pada bantuan tenaga medis atau paramedis. Dokter dibutuhkan untuk diagnosa yang benar dengan bantuan analisa laboratorium klinik (rekomendasi pengobatan herbal atau tradisional juga dapat diberikan oleh dokter).
Manfaat dan Efek Samping Tanaman Obat Tradisional. Sumber gambar: obatliveralami.com
Kerugian, Kelemahan dan Efek Samping Obat Tradisional :
Adapun yang menjadi kekurangan/kelemahan penggunaan tanaman obat tradisional dalam pengobatan di Indonesia diantaranya :
  1. Efek dari tanaman obat tradisional terhadap penyakit cenderung lebih lambat dan lama, sehingga pengguna obat tradisonal diharapakan untuk lebih bersabar. Hal ini terjadi karena obat modern terdiri dari bahan kimia yang murni baik tunggal maupun campuran. Bahan kimia bersifat tidak organis dan murni sehingga bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh kita bersifat organis dan kompleks, sehingga bahan kimia dapat langsung menunjukkan reaksi yang begitu cepat dibandingkan dengan obat dari tanaman tradisional.
  2. Sering kurang efektif untuk penyakit tertentu, hal ini dapat kita lihat banyak penyakit belum ditemukan obatnya, sehingga obat yang digunakan lebih banyak bersifat simptomatis dan digunakan terus menerus sesuai gejalanya. Beberapa penyakit bahkan belum diketahui sebabnya. Sehingga pasien masih harus berulang-ulang ke klinik, puskesmas atau rumah sakit untuk mengimbangi dengan pengobatan secara modern dan kimiawi.
  3. Obat tradisional tidak mungkin tanpa kekurangan. Secara tiba-tiba, penyakit serius, obat utama masih menjadi pilihan. Obat tradisional tidak dapat mengobati trauma serius seperti patah kaki, tidak juga menyembuhkan radang usus buntu atau serangan jantung seefektif dokter yang menggunakan pengujian diagnosis modern, operasi, dan obat-obatan. Ilmu kedokteran modern mengobati penyakit tiba-tiba dan kecelakaan lebih efektif dibanding herbal atau pengobatan alternatif lainnya.
  4. Kelemahan yang lain adalah risiko nyata apabila melakukan pengobatan tradisional sendiri karena ketidaktahuan dosis.  Sementara pihak lain dapat berargumentasi bahwa hal yang sama dapat terjadi pada obat-obatan, seperti kecelakaan overdosis obat flu,   salah dalam pengaturan dosis ramuan sehingga dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius. Ada risiko yang sangat nyata pada overdosis obat tradisional.
Demikianlah sedikit artikel tentang Keuntungan dan Kerugian dari Konsumsi Obat Tradisional yang dapat penulis sampaikan. Semoga dapat menambah wawasan para pembaca sehingga teman-teman pembaca dapat lebih bijak dan memiliki wawasan yang luas dalam menentukan pengobatan "baik mana antara pengobatan modern/medis dan tradisional? Apakah efek samping dari pengobatan secara tradisional/herbal dan medis/modern? Lebih menguntungkan mana antara pengobatan medis dan tradisional? Lebih aman mana antara pengobatan modern dan tradisional? Lebih murah mana antara pengobatan secara modern dan tradisional atau herbal?". Oleh: Warsono, AMK.

Semoga bermanfaat ya..
Salam hangat dari penulis..
Kelebihan dan Kekurangan Obat Tradisional

Kelebihan dan Kekurangan Obat Tradisional


Kelebihan dan Kekurangan dari Tanaman Obat Tradisional. Sumber gambar: obatherbalyogyakarta.jejualan.com
Banyak orang yang menanyakan apa sih bedanya obat herbal dan obat tradisional? Sebenarnya hampir sama. Sama halnya dengan obat herbal, obat tradisional diperoleh dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitar kita yang bisa kita manfaatkan langsung khasiatnya. Hanya saja bedanya jika obat herbal adalah tanaman obat tradisional yang sudah dibentuk dan diracik sedemikian rupa menjadi sebuah kapsul atau tablet yang diawetkan dan siap konsumsi. Sedangkan obat tradisional hampir belum sama sekali menyentuh proses pengawetan sebelum dikonsumsi. 

Konsumsi obat tradisional sudah terbukti ampuh mengatasi dan mencegah berbagai macam penyakit. Hampir setiap penyakit ada obat dan tanaman tradisionalnya loh. Seperti manfaat daun buah sirsak dapat untuk menyembuhkan penyakit kanker, kencing manis (diabetes) dan asam urat. Kemudian kunyit dan kencur juga dapt dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut (magh) dan dapat juga untuk dijadikan antiseptik, atau untuk mencegah infeksi. Selanjutnya daun kejibeling dan daun cimplukan bisa digunakan sebagai obat tanaman tradisional kencing batu dan hipertensi. Serta banyak lagi manfaat dari tanaman tradisional yang ada disekitar kita.
Jenis-jenis dan Manfaat Obat Tradisional. Sumber gambar: ngasih.com
Meski begitu tahukah anda bahwa obat atau tanaman tradisional itu juga ternyata banyak kelebihan dan kekurangannya loh. Mau tau apa aja Kelebihan dan Kekurangan dari Obat / tanaman Tradisional? Yuk kita simak bareng..



Kelebihan dan Manfaat Obat / Tanaman Tradisional :

  1. Dibandingkan obat-obatan kimia, obat tradisonal memiliki beberapa kelebihan, antara lain : efek sampingnya relatif rendah, dalam suatu ramuan dengan komponen berbeda memiliki efek saling mendukung, pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif.  Jika mengunakan obat modern dikawatirkan adanya efek samping yang terakumulasi dan dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu lebih sesuai bila menggunakan obat alam/OT, walaupun penggunaanya dalam waktu lama tetapi efek samping yang ditimbulkan relatif kecil sehingga dianggap lebih aman.
  2. Adanya efek komplementer dan atau sinergisme dalam ramuan obat tradisional/komponen bioaktif antar tanaman obat tradisonal. Dalam suatu ramuan obat tradisional umumnya terdiri dari beberapa jenis tanaman obat tradisonal yang memiliki efek saling mendukung satu sama lain untuk mencapai efektivitas pengobatan yang maksimal. Formulasi dan komposisi ramuan tersebut dibuat setepat mungkin agar tidak menimbulkan kontra indikasi, bahkan harus dipilih jenis ramuan yang saling menunjang terhadap suatu efek yang dikehendaki. Sebagai contoh tanaman kunyit akan lebih bagus efeknya jika dikonsumsi berbarengan dengan tanaman kencur dan madu, supaya dperoleh rasa yang manis dan efektivitas yang maksimal untuk penyembuhan sakit perut.
  3. Pada satu tanaman bisa memiliki lebih dari satu efek farmakologi. Zat aktif pada tanaman obat umunya dalam bentuk metabolit sekunder, sedangkan satu tanaman bisa menghasilkan beberapa metabolit sekunder; sehingga memungkinkan tanaman tersebut memiliki lebih dari satu efek farmakologi. Efek tersebut adakalanya saling mendukung (seperti pada herba timi dan daun kumis kucing), tetapi ada juga yang seakan-akan saling berlawanan atau kontradiksi (sperti pada akar kelembak). Sebagai contoh misalnya pada rimpang temu lawak (Curcuma xanthoriza) yang disebutkan memiliki beberapa efek farmakologi, antara lain : sebagai anti inflamasi (anti radang), anti hiperlipidemia (penurun lipida darah), cholagogum (merangsang pengeluaran produksi cairan empedu), hepatoprotektor (mencegah peradangan hati) dan juga stomakikum (memacu nafsu makan). 
  4. Murah dan mudah didapat. Ya, benar sekali hampir semua obat tradisional yang mempunyai manfaat sangat baik bagi kesehatan mudah ditemukan disekitar kita. Terkadang kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli tanaman obat tertentu, namun meskipun harus mengeluarkan uang pasti juga sangat murah dibandingkan harus membeli obat herbal atau obat kimia.
  5. Obat tradisional lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif. Sebagaimana diketahui bahwa pola penyakit di Indonesia (bahkan di dunia) telah mengalami pergeseran dari penyakit infeksi (yang terjadi sekitar tahun 1970 ke bawah) ke penyakit-penyakit metabolik degeneratif (sesudah tahun 1970 hingga sekarang). Hal ini seiring dengan laju perkembangan tingkat ekonomi dan peradaban manusia yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi dengan berbagai penemuan baru yang bermanfaat dalam pengobatan dan peningkatan kesejahteraan umat manusia. Yang termasuk contoh penyakit metabolik antara lain : diabetes (kecing manis), hiperlipidemia (kolesterol tinggi), asam urat, batu ginjal dan hepatitis; sedangkan contoh penyakit degeneratif diantaranya : rematik (radang persendian), asma (sesak nafas), ulser (tukak lambung), haemorrhoid (ambaien/wasir) dan pikun (Lost of memory)
  6. Bebas toksinObat herbal bebas racun sehingga aman dikonsumsi siapa pun, bahkan seringkali memberikan efek meluruhkan racun dalam tubuh (detoksifikasi). 
  7. Tidak selalu bergantung pada bantuan tenaga medis. Apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan umumnya dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri tanpa harus tergantung pada bantuan tenaga medis atau paramedis. Dokter dibutuhkan untuk diagnosa yang benar dengan bantuan analisa laboratorium klinik (rekomendasi pengobatan herbal atau tradisional juga dapat diberikan oleh dokter).
Manfaat dan Efek Samping Tanaman Obat Tradisional. Sumber gambar: obatliveralami.com
Kekurangan, Kelemahan dan Efek Samping Obat Tradisional :
Adapun yang menjadi kekurangan/kelemahan penggunaan tanaman obat tradisional dalam pengobatan di Indonesia diantaranya :
  1. Efek dari tanaman obat tradisional terhadap penyakit cenderung lebih lambat dan lama, sehingga pengguna obat tradisonal diharapakan untuk lebih bersabar. Hal ini terjadi karena obat modern terdiri dari bahan kimia yang murni baik tunggal maupun campuran. Bahan kimia bersifat tidak organis dan murni sehingga bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh kita bersifat organis dan kompleks, sehingga bahan kimia dapat langsung menunjukkan reaksi yang begitu cepat dibandingkan dengan obat dari tanaman tradisional.
  2. Sering kurang efektif untuk penyakit tertentu, hal ini dapat kita lihat banyak penyakit belum ditemukan obatnya, sehingga obat yang digunakan lebih banyak bersifat simptomatis dan digunakan terus menerus sesuai gejalanya. Beberapa penyakit bahkan belum diketahui sebabnya. Sehingga pasien masih harus berulang-ulang ke klinik, puskesmas atau rumah sakit untuk mengimbangi dengan pengobatan secara modern dan kimiawi.
  3. Obat tradisional tidak mungkin tanpa kekurangan. Secara tiba-tiba, penyakit serius, obat utama masih menjadi pilihan. Obat tradisional tidak dapat mengobati trauma serius seperti patah kaki, tidak juga menyembuhkan radang usus buntu atau serangan jantung seefektif dokter yang menggunakan pengujian diagnosis modern, operasi, dan obat-obatan. Ilmu kedokteran modern mengobati penyakit tiba-tiba dan kecelakaan lebih efektif dibanding herbal atau pengobatan alternatif lainnya.
  4. Kelemahan yang lain adalah risiko nyata apabila melakukan pengobatan tradisional sendiri karena ketidaktahuan dosis.  Sementara pihak lain dapat berargumentasi bahwa hal yang sama dapat terjadi pada obat-obatan, seperti kecelakaan overdosis obat flu,   salah dalam pengaturan dosis ramuan sehingga dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius. Ada risiko yang sangat nyata pada overdosis obat tradisional.
Demikianlah sedikit artikel tentang Kelebihan dan Kekurangan dari Obat Tradisional yang dapat penulis sampaikan. Semoga dapat menambah wawasan para pembaca sehingga teman-teman pembaca dapat lebih bijak dan memiliki wawasan yang luas dalam menentukan pengobatan "baik mana antara pengobatan modern/medis dan tradisional? Apakah efek samping dari pengobatan secara tradisional/herbal dan medis/modern? Lebih menguntungkan mana antara pengobatan medis dan tradisional? Lebih aman mana antara pengobatan modern dan tradisional? Lebih murah mana antara pengobatan secara modern dan tradisional atau herbal?". Oleh: Warsono, AMK
Keuntungan dan Kerugian Mengkonsumsi Obat Herbal

Keuntungan dan Kerugian Mengkonsumsi Obat Herbal

Seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan tekhnologi, saat ini manusia mulai berfikir untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesehatan secara herbal atau alami. Untuk saat ini obat-obatan herbal sangat mudah kita dapatkan baik di toko-toko obat, apotek maupun secara online. Oleh karena obat-obatan herbal dibuat dari bahan-bahan alami maka banyak orang yang yakin dan percaya bahwa mengkonsumsi obat-obatan herbal tidaklah berbahaya. Namun satu hal yang perlu pembaca ketahui bahwa mengkonsumsi obat herbal tidak selamanya membuahkan hasil yang diharapkan. Terlebih saat ini banyak sekali obat herbal tiruan / atau palsu yang produksinya belum / tidak lulus BPOM. Anda juga jangan sampai tergiur oleh khasiat dan manfaat serta hrga obat herbal yang murah namun belum lolos uji BPOM nya. Jadi intinya sebelum anda membeli atau menggunakan produk-produk obat herbal pastikan dahulu uji dan izin BPOM nya sudah terdaftar apa belum.
Keuntungan dan Kerugian Mengkonsumsi Obat Herbal. Sumber gambar: infosehatkeluarga.com
Baiklah teman-teman pembaca sekalian, supaya dapat mengatasi kegalauan dan keingintahuan anda pada kesempatan ini saya akan mencoba mengulas kembali tentang Keuntungan dan Kerugian dari Mengkonsumsi Obat Herbal. Langsung saja ya..

Keuntungan dan Manfaat Obat Herbal:
  1. Obat-obatan herbal berasal dari bahan yang alami. Ya, dilihat dari katanya saja sudah "herbal=alami" jadi sudah dapat dipastikan bahwa obat-obatan herbal berasal dari bahan-bahan yang alami.
  2. Semua bahan yang alami memberikan manfaat yang baik bagi tubuh dan kesehatan jika dikonsumsi secara benar dan sesuai indikasi. Pada jaman dahulu orang-orang desa atau bahkan tabib dari Cina dalam mengobati orang sakit hanya menggunakan bahan-bahan yang terkandung di alam, seperti akar-akaran, daun-daunan dan buah-buahan.
  3. Obat herbal lebih praktis dan ekonomis. Ya, benar sekali bahwa dengan tekhnologi yang canggih seperti sekarang ini, ketika anda ingin mengkonsumsi obat-obatan herbal tidak perlu lagi merebus atau memarut untuk mendapatkan khaiat dari alam. Namun saat ini anda tinggal meminum sebuah kapsul yang didalamnya sudah berisi lengkap sari pati obat herbal dari alam, praktis bukan? Soal harga tentunya obat herbal pasti lebih murah dari obat-obat kimia, hal ini disebabkan karena bahannya yang angat mudah diperoleh dari alam dan sangat melimpah.
  4. Obat-obatan herbal diyakini tidak menimbulkan efek samping. Ya, benar sekali anda bahwa sebenarnya obat herbal itu tidak menimbulkan efek samping jika: bahan-bahannya diperoleh dengan cara yang benar, dikonsumsi sesuai dosis dan indikasi serta sudah lulus uji laboratorium Badan POM Indonesia.
  5. Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Obat Herbal. Sumber gambar: manfaat.co.id
  6. Mengkonsumsi obat herbal dapat memberikan rasa tenang dan rileks pada diri anda. Hal ini disebabkan karena pada pikiran kita sudah berisi mindset yang psoitif tentang obat herbal adalah obat yang alami, sehingga ketika anda mengkonsumsinya anda tidak khawatir dan takut lagi tentang efek samping dari obat herbal tersebut.

    Kerugian dan Resiko Mengkonsumsi Obat Herbal:
    Selain memberikan manfaat yang luar biasa banyak bagi kesehatan dan keuangan anda, ternyata mengkonsumsi obat herbal juga memiliki kekurangan dan resiko, diantaranya:
    1. Obat-obatan herbal masih belum direkomendasikan untuk pengobatan di Rumah sakit. Ada beberapa rumah sakit di Indonesia yang mengizinkan pasiennya untuk mengkonsumsi juga suplemen atau obat herbal yang biasa paien konumsi. Namun sebagian besar dari rumah sakit di Indonesia belum mengizinkan pasiennya mengkonsumsi obat-obatan herbal, kecuali si pasien sudah keluar dari Rumah Sakit. Hal ini tentunya dapat menyebabkan kekhawatiran tentang obat herbal tersebut. Jika tetap dilanggar dan dipaksa meminum obat herbal, dokter dan rumah sakit tidak akan bertanggung jawa dengan keadaan yang ditimbulkan dari efek obat herbal anda.
    2. Obat herbal belum / tidak direkomendasikan oleh dokter. Nah, ini merupakan satu hal yang sangat penting, sebab pasien akan tenang dalam meminum obat jika mendapat saran dari dokter, sedangkan untuk saat ini belum banyak dokter yang menyarankan pasiennya menggunakan produk-produk obat herbal. hmmm jadi takut kan?
    3. Konsumsi obat herbal dengan cara yang tidak benar dapat membahayakan kesehatan dan tubuh anda. Benar sekali bahwa mengkonsumsi obat adalah cara kita untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit. Nah penggunaannya pun harus tepat sesuai dengan indikasi dan dosisnya. Nah yang jadi masalahnya kan kita tidak siapa yang memberi tahu dan saran dari siapa dosis obat herbal tersebut? Meskipun sebenarnya sudah ada dalam brosur / kemasan obat tersebut, namun pasti kita tetap akan takut kan..
    4. Obat herbal masih membutuhkan waktu yang lama untuk mengobati suatu penyakit. Berbeda dengan obat kimia yang meberikan efek spesifik terhadap penyakit yang anda derita, sehingga sudah dipastikan obat kimia akan memberikan waktu penyembuhan terhadap penyaki yang anda derita lebih cepat dibandingkan dengan obat herbal.
    5. Tidak semua obat herbal harganya murah. Ya, benar sekali bahwa obat herbal dengan kualitas yang sangat baik dan benar-benar asli dari bahan yang alami banyak yang harganya sangat mahal bahkan berkali-kali lipat dari harga obat kimia.
    6. Banyak obat-obat herbal yang tiruan. Berbeda dengan obat kimia yang produksinya hanya boleh dilakukan oleh beberapa pabrik saja serta dengan pengawasan yang ketat obat kimia sangat sulit untuk dipalsukan. Sedangkan untuk obat herbal banyak pabrik yang bermunculan bahka terkadang ada yang licik dengan cara mencampurkan obat kimia kedalam obat herbal agar kerjanya lebih cepat melawan penyakit. Ngri kan?
    7. Obat herbal yang resmi masih sulit dicari. Tidak semua apotek menjual obat-obatan herbal yang anda inginkan. Toko-toko obat herbal juga terkadang tidak menjamin tentang keaslian dari obat herbal tersebut. Namun masih banyak juga kok toko-toko obat herbal yang benar-benar menyediakan obat herbal yang asli dan aman untuk dikonsumi masyarakat.
    Oke sobat, itulah beberapa macam ulasan penulis tentang Keuntungan dan kerugian serta Manfaat dan Keunggulan dari Obat herbal. Dalam hal ini penulis tidak melarang para pembaca untuk mengkonsumsi obat herbal, soalnya penulis sendiri juga suka mengkonsumsi obat herbal kok. Hanya saja dalam pemilihan dan cara konsumsi obat herbal, anda harus benar-benar mematuhi aturan yaitu sesuai dosis dan indikai agar tidak ditemukan adanya penyakit lain dikemudian hari. Oke, semoga tulian ini bermanfaat ya.. 

    Salam hangat dari penulis..
    Kelebihan dan Kekurangan Mengkonsumsi Obat Herbal

    Kelebihan dan Kekurangan Mengkonsumsi Obat Herbal

    Kelebihan dan Kekurangan Mengkonsumsi Obat Herbal. Sumber gambar: infosehatkeluarga.com
    Seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan tekhnologi, saat ini manusia mulai berfikir untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesehatan secara herbal atau alami. Untuk saat ini obat-obatan herbal sangat mudah kita dapatkan baik di toko-toko obat, apotek maupun secara online. Oleh karena obat-obatan herbal dibuat dari bahan-bahan alami maka banyak orang yang yakin dan percaya bahwa mengkonsumsi obat-obatan herbal tidaklah berbahaya. Namun satu hal yang perlu pembaca ketahui bahwa mengkonsumsi obat herbal tidak selamanya membuahkan hasil yang diharapkan. Terlebih saat ini banyak sekali obat herbal tiruan / atau palsu yang produksinya belum / tidak lulus BPOM. Anda juga jangan sampai tergiur oleh khasiat dan manfaat serta hrga obat herbal yang murah namun belum lolos uji BPOM nya. Jadi intinya sebelum anda membeli atau menggunakan produk-produk obat herbal pastikan dahulu uji dan izin BPOM nya sudah terdaftar apa belum. 

    Baiklah teman-teman pembaca sekalian, supaya dapat mengatasi kegalauan dan keingintahuan anda pada kesempatan ini saya akan mencoba mengulas kembali tentang Kelebihan dan Kekurangan dari Mengkonsumsi Obat Herbal. Langsung saja ya..

    Kelebihan, Keunggulan dan Manfaat Obat Herbal:
    1. Obat-obatan herbal berasal dari bahan yang alami. Ya, dilihat dari katanya saja sudah "herbal=alami" jadi sudah dapat dipastikan bahwa obat-obatan herbal berasal dari bahan-bahan yang alami.
    2. Semua bahan yang alami memberikan manfaat yang baik bagi tubuh dan kesehatan jika dikonsumsi secara benar dan sesuai indikasi. Pada jaman dahulu orang-orang desa atau bahkan tabib dari Cina dalam mengobati orang sakit hanya menggunakan bahan-bahan yang terkandung di alam, seperti akar-akaran, daun-daunan dan buah-buahan.
    3. Obat herbal lebih praktis dan ekonomis. Ya, benar sekali bahwa dengan tekhnologi yang canggih seperti sekarang ini, ketika anda ingin mengkonsumsi obat-obatan herbal tidak perlu lagi merebus atau memarut untuk mendapatkan khaiat dari alam. Namun saat ini anda tinggal meminum sebuah kapsul yang didalamnya sudah berisi lengkap sari pati obat herbal dari alam, praktis bukan? Soal harga tentunya obat herbal pasti lebih murah dari obat-obat kimia, hal ini disebabkan karena bahannya yang angat mudah diperoleh dari alam dan sangat melimpah.
    4. Obat-obatan herbal diyakini tidak menimbulkan efek samping. Ya, benar sekali anda bahwa sebenarnya obat herbal itu tidak menimbulkan efek samping jika: bahan-bahannya diperoleh dengan cara yang benar, dikonsumsi sesuai dosis dan indikasi serta sudah lulus uji laboratorium Badan POM Indonesia.
    5. Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Obat Herbal. Sumber gambar: manfaat.co.id
    6. Mengkonsumsi obat herbal dapat memberikan rasa tenang dan rileks pada diri anda. Hal ini disebabkan karena pada pikiran kita sudah berisi mindset yang psoitif tentang obat herbal adalah obat yang alami, sehingga ketika anda mengkonsumsinya anda tidak khawatir dan takut lagi tentang efek samping dari obat herbal tersebut.

      Kekurangan, Kelemahan dan Resiko Mengkonsumsi Obat Herbal:
      Selain memberikan manfaat yang luar biasa banyak bagi kesehatan dan keuangan anda, ternyata mengkonsumsi obat herbal juga memiliki kekurangan dan resiko, diantaranya:
      1. Obat-obatan herbal masih belum direkomendasikan untuk pengobatan di Rumah sakit. Ada beberapa rumah sakit di Indonesia yang mengizinkan pasiennya untuk mengkonsumsi juga suplemen atau obat herbal yang biasa paien konumsi. Namun sebagian besar dari rumah sakit di Indonesia belum mengizinkan pasiennya mengkonsumsi obat-obatan herbal, kecuali si pasien sudah keluar dari Rumah Sakit. Hal ini tentunya dapat menyebabkan kekhawatiran tentang obat herbal tersebut. Jika tetap dilanggar dan dipaksa meminum obat herbal, dokter dan rumah sakit tidak akan bertanggung jawa dengan keadaan yang ditimbulkan dari efek obat herbal anda.
      2. Obat herbal belum / tidak direkomendasikan oleh dokter. Nah, ini merupakan satu hal yang sangat penting, sebab pasien akan tenang dalam meminum obat jika mendapat saran dari dokter, sedangkan untuk saat ini belum banyak dokter yang menyarankan pasiennya menggunakan produk-produk obat herbal. hmmm jadi takut kan?
      3. Konsumsi obat herbal dengan cara yang tidak benar dapat membahayakan kesehatan dan tubuh anda. Benar sekali bahwa mengkonsumsi obat adalah cara kita untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit. Nah penggunaannya pun harus tepat sesuai dengan indikasi dan dosisnya. Nah yang jadi masalahnya kan kita tidak siapa yang memberi tahu dan saran dari siapa dosis obat herbal tersebut? Meskipun sebenarnya sudah ada dalam brosur / kemasan obat tersebut, namun pasti kita tetap akan takut kan..
      4. Obat herbal masih membutuhkan waktu yang lama untuk mengobati suatu penyakit. Berbeda dengan obat kimia yang meberikan efek spesifik terhadap penyakit yang anda derita, sehingga sudah dipastikan obat kimia akan memberikan waktu penyembuhan terhadap penyaki yang anda derita lebih cepat dibandingkan dengan obat herbal.
      5. Tidak semua obat herbal harganya murah. Ya, benar sekali bahwa obat herbal dengan kualitas yang sangat baik dan benar-benar asli dari bahan yang alami banyak yang harganya sangat mahal bahkan berkali-kali lipat dari harga obat kimia.
      6. Banyak obat-obat herbal yang tiruan. Berbeda dengan obat kimia yang produksinya hanya boleh dilakukan oleh beberapa pabrik saja serta dengan pengawasan yang ketat obat kimia sangat sulit untuk dipalsukan. Sedangkan untuk obat herbal banyak pabrik yang bermunculan bahka terkadang ada yang licik dengan cara mencampurkan obat kimia kedalam obat herbal agar kerjanya lebih cepat melawan penyakit. Ngri kan?
      7. Obat herbal yang resmi masih sulit dicari. Tidak semua apotek menjual obat-obatan herbal yang anda inginkan. Toko-toko obat herbal juga terkadang tidak menjamin tentang keaslian dari obat herbal tersebut. Namun masih banyak juga kok toko-toko obat herbal yang benar-benar menyediakan obat herbal yang asli dan aman untuk dikonsumi masyarakat.
      Oke sobat, itulah beberapa macam ulasan penulis tentang Kelebihan dan Kekurangan serta Manfaat dan Keunggulan dari Obat herbal. Dalam hal ini penulis tidak melarang para pembaca untuk mengkonsumsi obat herbal, soalnya penulis sendiri juga suka mengkonsumsi obat herbal kok. Hanya saja dalam pemilihan dan cara konsumsi obat herbal, anda harus benar-benar mematuhi aturan yaitu sesuai dosis dan indikai agar tidak ditemukan adanya penyakit lain dikemudian hari. Oke, semoga tulian ini bermanfaat ya.. 

      Salam hangat dari penulis..
      Keuntungan dan Kerugian Mengikuti Asuransi BPJS Kesehatan

      Keuntungan dan Kerugian Mengikuti Asuransi BPJS Kesehatan

      Keuntungan dan Kerugian Mengikuti Asuransi BPJS Kesehatan Terbaru


      Baru - baru ini Kementerian Kesehartan meluncurkan Kartu andalan berobat bagi warga miskin maupun kaya di Indonesia. Kartu ini disebut dengan Progam Jaminan Kesehatan Nasional atau yang biasa disingkat dengan JKN. Nah sedangkan BPJS adalah Badan atau penyelenggara dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini. Nah, BPJS itu kepanjangannya adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

      Lalu siapa saja yang bisa mengikuti Program JKN ini? Jawabannya adalah semua lapisan masyarakat mulai dari yang tidak mampu sampai yang kaya raya. Bedanya adalah bagi yang tidak atau kurang mampu akan memperoleh bantuan dari yang mampu (PBI) atau penerima bantuan iuran. Sedangkan bagi yang mampu diwajibkan untuk membayar sesuai dengan besaran iuran yang telah ditentukan (Non PBI) Bukan Penerima Bantuan Iuran. Lalu apa sih keuntungan dan kerugian serta manfaat atau resiko dari ikut BPJS atau JKN ini? baiklah mari kita bahas ya..


      Keuntungan dan Manfaat BPJS Kesehatan (JKN) :

      • Dibandingkan dengan asuransi swasta BPJS mempunyai Premi yang sangat murah dengan hanya premi perbulan untuk kelas 1 (Rp59.500), kelas 2 (Rp42.500), kelas 3 (Rp25.500).
      • Pelayanan kesehatan yang diterima pasien BPJS sama dengan yang diterima oleh pasien umum. Artinya pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan tidak dibeda - bedakan.
      • BPJS boleh diikuti oleh siapapun dan dimanapun seluruh warga Indonesia.
      • Dibandingkan dengan anda membayar sendiri ketika sakit (pasien umum) menjadi peserta BPJS akan lebih hemat dan murah.
      • BPJS adalah progam pemerintah yang mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memiliki jiwa sosial. 
      • BPJS juga sebagai langkah suatu ibadah apabila anda niatkan juga bukan hanya untuk melindungi kesehatan diri sendiri namun untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan.
      • Banyak juga pasien yang mendouble asuransi BPJS dengan asuransi kesehatan swasta yang lain. sehingga ia sakit gratis dan dibayar oleh asuransi yang lain.

      Kerugian dan Resiko BPJS Kesehatan (JKN) :

      • Prosedurnya boleh dibilang cukup ribet. Mulai dari minta rujukan hingga cara pendaftarannya yang belum terlalu diketahui oleh masyarakat luas khususnya masyarakat yang awam.
      • JKN masih sering disalahgunakan oleh orang yang kurang bertanggung jawab. Jadi masih ada banyak orang yang boleh dibilang cukup kaya namun masih meminta BPJS Non PBI, Sedangkan warga yang bener - bener miskin tidak mendapat fasilitas BPJS ini. (sudah terbukti) karena penulis juga bekrj di fasilitas kesehatan.
      • Banyak orang kaya yang memanfaatkan fasilitas BPJS ini. Ketika ia tau ada fasilitas BPJS dengan premi yang murah mereka mendaftar padahal dia sudah tau kondisi penyakitnya yang kronis. jadi tidak seimbang antara yang ia bayarkan dengan yang ia terima.
      • BPJS sistemnya per paket penyakit dan diagnosa. Jadi BPJS masih memiliki batas limit. Misalkan pasien stroke hanya dibatasi 8.000.000 maka ketika sudah melebihi dari plafonnya pasien biasanya dipulangkan dahulu lalu masuk rumah sakit kembali.
      • Tidak semua rumah sakit bergabung menjadi rekanan BPJS atau meskipun bergabung ia hanya menyediakan jumlah bed atau kamar yang terbatas.
      • Tidak bisa berobat di luar negeri. Yah BPJS hanya berlaku di dalam negeri. Berbeda dengan asuransi swasta yang pesertanya bisa berobat di semua sakit di seluruh dunia. 
      • Uang iuran atau premi yang sudah dibayarkan tidak dapat diminta atau ditarik kembali. Jadi meskipun anda tidak sakit, sebanyak apapun uang yang sudah anda bayarkan tidak dapat ditarik kembali. Beda dengan asuransi kesehatan yang lain.
      Itulah beberapa keuntungan dan kerugian ikut asuransi BPJS Kesehatan. Semoga Tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.
      Kelebihan dan Kekurangan Asuransi BPJS Kesehatan

      Kelebihan dan Kekurangan Asuransi BPJS Kesehatan

      Kelebihan dan Kekurangan BPJS Kesehatan Terbaru

      Baru - baru ini Kementerian Kesehartan meluncurkan Kartu andalan berobat bagi warga miskin maupun kaya di Indonesia. Kartu ini disebut dengan Progam Jaminan Kesehatan Nasional atau yang biasa disingkat dengan JKN. Nah sedangkan BPJS adalah Badan atau penyelenggara dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini. Nah, BPJS itu kepanjangannya adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

      Lalu siapa saja yang bisa mengikuti Program JKN ini? Jawabannya adalah semua lapisan masyarakat mulai dari yang tidak mampu sampai yang kaya raya. Bedanya adalah bagi yang tidak atau kurang mampu akan memperoleh bantuan dari yang mampu (PBI) atau penerima bantuan iuran. Sedangkan bagi yang mampu diwajibkan untuk membayar sesuai dengan besaran iuran yang telah ditentukan (Non PBI) Bukan Penerima Bantuan Iuran. Lalu apa sih kelebihan dan kekurangan serta manfaat atau resiko dari ikut BPJS atau JKN ini? baiklah mari kita bahas ya..


      Kelebihan BPJS Kesehatan (JKN) :

      • Dibandingkan dengan asuransi swasta BPJS mempunyai Premi yang sangat murah dengan hanya premi perbulan untuk kelas 1 (Rp59.500), kelas 2 (Rp42.500), kelas 3 (Rp25.500).
      • Pelayanan kesehatan yang diterima pasien BPJS sama dengan yang diterima oleh pasien umum. Artinya pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan tidak dibeda - bedakan.
      • BPJS boleh diikuti oleh siapapun dan dimanapun seluruh warga Indonesia.
      • Dibandingkan dengan anda membayar sendiri ketika sakit (pasien umum) menjadi peserta BPJS akan lebih hemat dan murah.
      • BPJS adalah progam pemerintah yang mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memiliki jiwa sosial. 
      • BPJS juga sebagai langkah suatu ibadah apabila anda niatkan juga bukan hanya untuk melindungi kesehatan diri sendiri namun untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan.
      • Banyak juga pasien yang mendouble asuransi BPJS dengan asuransi kesehatan swasta yang lain. sehingga ia sakit gratis dan dibayar oleh asuransi yang lain.

      Kelemahan BPJS Kesehatan (JKN) :

      • Prosedurnya boleh dibilang cukup ribet. Mulai dari minta rujukan hingga cara pendaftarannya yang belum terlalu diketahui oleh masyarakat luas khususnya masyarakat yang awam.
      • JKN masih sering disalahgunakan oleh orang yang kurang bertanggung jawab. Jadi masih ada banyak orang yang boleh dibilang cukup kaya namun masih meminta BPJS Non PBI, Sedangkan warga yang bener - bener miskin tidak mendapat fasilitas BPJS ini. (sudah terbukti) karena penulis juga bekrj di fasilitas kesehatan.
      • Banyak orang kaya yang memanfaatkan fasilitas BPJS ini. Ketika ia tau ada fasilitas BPJS dengan premi yang murah mereka mendaftar padahal dia sudah tau kondisi penyakitnya yang kronis. jadi tidak seimbang antara yang ia bayarkan dengan yang ia terima.
      • BPJS sistemnya per paket penyakit dan diagnosa. Jadi BPJS masih memiliki batas limit. Misalkan pasien stroke hanya dibatasi 8.000.000 maka ketika sudah melebihi dari plafonnya pasien biasanya dipulangkan dahulu lalu masuk rumah sakit kembali.
      • Tidak semua rumah sakit bergabung menjadi rekanan BPJS atau meskipun bergabung ia hanya menyediakan jumlah bed atau kamar yang terbatas.
      • Tidak bisa berobat di luar negeri. Yah BPJS hanya berlaku di dalam negeri. Berbeda dengan asuransi swasta yang pesertanya bisa berobat di semua sakit di seluruh dunia. 
      • Uang iuran atau premi yang sudah dibayarkan tidak dapat diminta atau ditarik kembali. Jadi meskipun anda tidak sakit, sebanyak apapun uang yang sudah anda bayarkan tidak dapat ditarik kembali. Beda dengan asuransi kesehatan yang lain.
      Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan ikut BPJS Kesehataan. Semoga Tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.
      Keuntungan dan Kerugian Bekerja Menjadi Bidan

      Keuntungan dan Kerugian Bekerja Menjadi Bidan

      Foto Profesi Bidan
      Seperti halnya dengan profesi perawat, bekerja dan berprofesi menjadi bidan juga mempunyai keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan dan kerugian bekerja, berprofesi dan sekolah menjadi atau kuliah menjadi bidan ini semoga bisa menambah semangat atau bisa menjadi panduan bagia anda yang akan melanjutkan kuliah atau akan memilih profesi menjadi bidan. Penulis juga berharapa agar tulisan ini tidak menjadi bahan diskriminasi ataupun bahan ejekan dari sesama profesi kesehatan. Akan tetapi penulis mencoba menulis berdasarkan fakta yang ada dalam kehidupan sehari - hari.

      Keuntungan Bekerja Menjadi Seorang Bidan:


      1. Tahukah anda bahwa anda lahir dari tangan seorang bidan? ya, dialah yang membantu ibumu membawamu ke alam dunia yang indah ini. Berbagai upaya perjuangan telah ibumu dan juga bidanmu usahakan bersama saat kau masih didalam kandungan ibumu hingga kamu lahir. Profesi bidan itu sangat mulia teman. Disaat orang - orang hanya bekerja untuk mendapatkan uang atau gaji yang banyak, namun seorang bidan tidak hanya memperoleh itu saja. disamping profesi bidan akan memperoleh gaji yang banyak, bidan juga insyaAlloh akan mendapat pahala dari setiap langkahnya, sebab dia bekerja untuk menolong sesama yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain kecuali hanya bidan, ya.. itulah nikmat anda menjadi seorang bidan. Pahala yang besar siap menanti anda.
      2. Kuliah bidan merupakan perkuliahan yang waktunya cukup singkat, yaitu hanya 3 tahun untuk menyelesaikan gelar diploma 3 Kebidanan anda. Hanya dengan belajar selama 3 tahun setelah itu anda akan mendapatkan pekerjaan dan gaji serta pahala yang siap menjemputmu.
      3. Istri seorang bidan masih menjadi dambaan para prajurit TNI dan Polisi loh.. Banyak kan kita temui bidan yang memiliki suami polisi dan TNI? yah.. itulah hebatnya seorang bidan. Mampu menggaet seorang TNI dan Polri hanya dengan namanya.
      4. Bidan itu juga dambaan bagi para calon ibu dan bapak mertua loh. Dijaman seperti sekarang ini banyak para orang tua yang masih menginginkan dan berharap agar anaknya bisa menikah dengan seorang bidan loh.. entah apa penyebabnya penulis juga kurang tau,, hehe..
      5. Menjadi bidan masih mempunya pandangan yang positif dalam masyarakat, khususnya pada masyarakat pedesaan. Di pedesaan para bidan masih sangat dihargai, dihormasti, disayangi dan disegani. Sebab selain bisa melahirkan, bidan juga bisa memberikan pengobatan sederhana untuk orang atau warga yang sakit.
      6. Berbeda dengan perawat, bidan bisa mendirikan praktek mandiri atau buka praktek mandiri yang berwujud Bidan Praktek Swasta (BPS) dan Bidan Praktek Mandiri (BPM). Disini anda dapat memberikan penyuluhan mandiri, pengobatan mandiri dan asuhan persalinan mandiri.
      7. Menjadi bidan bisa juga membuka peluang untuk membuka lowongan pekerjaan untuk bidan lainnya atau lulusan bidan fresh graduate untuk bekerja di BPS atau BPM anda.
      Kerugian Bekerja Menjadi Seorang Bidan:
      1. Disamping banyaknya kelebihan seorang bidan atau profesi kebidanan, tentunya profesi bidan juga mempunya beberapa kekurangan yaitu lapangan kerja yang sempit. Hal ini disebabkan semakin banyaknya lulusan kebidanan yang dicetak setiap tahunnya sedangkan para bidan yang pensiun masih sedikit. Sehingga sudah dapat dipastikan penumpukan lulusan bidan akan terjadi.
      2. Mahalnya biaya kulian D3 Kebidanan. Meskipun waktu tempuh kuliah D3 Kebidanan cukup singkat, namun biaya yang dibutuhkan untuk kuliah Kebidanan cukup besar dibandingkan dengan kuliah di Keperawatan.
      3. Mudah terpapar atau beresiko sekali terhadap penularan penyakit apabila alat perlindungan dirinya tidak dipakai saat bekerja.
      4. Menjadi bidan harus siap jauh dari orang tua dan keluarga, sebab jika anda ingin maju anda harus berani bekerja menjaddi bidan PTT ataupun harus mencari lowongan kerja di kota - kota besar. Sebab hanya di kota - kota besar banyak dibuka lowongan pekerjaan untuk bidan entah itu rumah sakit maupun klinik. Nah, untuk menjadi bidan PTT yang sukses, anda harus siap ditempatkan didaerah pelosok yang terpencil yang masih minim fasilitas umum dan kesehatan, sebab disananlah banyak dibuka lowongan kerja bidan PTT Terbaru di Indonesia.
      5. Menjadi bidan harus siap membagi waktunya yang untuk keluarga menjadi untuk para pasiennya.
      Mulianya menjadi seorang bidan semoga senantiasa menjadi penyemangat anda dalam bekerja. Jika balasan atau penghargaan mengenai profesi pekerjaan anda didunia tidak terlalu besar maka yakinlah di akhirat nanti keindahan akan menantimu. Oleh karena itu, pesan penulis bagi para bidan di Indonesia ikhlaslah kalian dalam bekerja, awali selalu pekerjaan anda dengan doa, semoga pekerjaan mulia anda bernilai ibadah.. amin..

      Semoga Bermanfaat..